Keberagaman Dalam Perfilman Hollywood Bisa Bikin Sukses, Ini Buktinya!

Selasa, 13 Oktober 2020 23:58 Penulis: Editor KapanLagi.com
Keberagaman Dalam Perfilman Hollywood Bisa Bikin Sukses, Ini Buktinya! Black Panther dan Crazy Rich Asians

Kapanlagi.com - Kini banyak studio film Hollywood menampilkan keberagaman dalam film yang mereka buat. Keberagaman diyakini dapat meningkatkan penjualan mereka. Sebuah studi terbaru mengatakan bahwa film yang memiliki keberagaman di dalamnya mendapat hasil yang lebih baik dibandingkan yang tidak mempunyai keberagaman.

Studi yang dilakukan Universitas California Los Angeles menganalisa 109 film yang tayang pada 2016 hingga 2019. Studi ini lantas mengungkapkan pada tahun 2017 saja, sebesar 77% peran yang ada di film diperagakan oleh orang kulit putih, 9% orang kulit hitam, 5.2% orang latin, 3.4% orang asia, dan 0,4% orang suku asli amerika. Di belakang layar pun, hanya 1 dari 10 sutradara yang berasal dari golongan minoritas. Ditemukan juga bahwa sebuah studio film dapat mengalami kerugian hingga Rp 2 triliun setiap filmnya jika tidak menunjukkan keberagaman.

1. Keberagaman Yang Menguntungkan

Seperti dilansir Deadline.com, Yalda T. Uhls, seorang asisten professor psikologi Universitas California Los Angeles menuturkan bahwa dengan meningkatnya keberagaman dapat membuka lebih banyak peluang untuk menyukseskan sebuah film. Ia menambahkan, jika keberagaman ada didepan dan di balik layar akan menambah ide dan jaringan sesuai dengan kebutuhan film.

Pixar via IMDBPixar via IMDB

Hal ini terbukti dengan COCO, film animasi karya Pixar yang ramai dibicarakan oleh penonton di seluruh dunia. Film yang menunjukkan kebudayaan latin ini sukses membuat takjub kritikus dan sukses memanjakan penonton. Rating 4.8/5 diberikan oleh seluruh penonton di dunia, membuat film ini menjadi salah satu film animasi dengan rating terbaik. Lagu REMEMBER ME yang menjadi soundtrack film ini juga masuk nominasi Golden Globe sebagai lagu original terbaik, dan mendapatkan penghargaan pada Academy Award pada kategori yang sama.

Black Panther via IMDBBlack Panther via IMDB

Tidak hanya COCO, MARVEL: BLACK PANTHER yang mengedepankan orang kulit hitam juga meraih banyak kesuksesan. Didominasi orang kulit hitam di depan dan di balik layar, film ini menghasilkan Rp 10 triliun di Amerika Serikat dan Rp 9.5 triliun di seluruh dunia. MARVEL: BLACK PANTHER juga menjadi film superhero pertama yang mendapatkan nominasi sebagai Film Terbaik di Academy Awards.

Warner Bros via IMDBWarner Bros via IMDB

CRAZY RICH ASIANS menceritakan keluarga Young, keluarga asia yang super kaya dan Rachel Chu, seorang asia-amerika yang biasa saja dan sedang menjalin kasih dengan Nick Young, salah satu anggota keluarga Young. Film ini menjadi film yang sukses dengan menghasilkan Rp 3 triliun di seluruh dunia, hanya dengan modal Rp 400 miliar, dan menjadi film drama-komedi dengan penghasilan tertinggi di dunia.

2. Tidak Hanya Tentang Ras

Keberagaman tidak hanya mengenai ras, tapi juga kesetaraan gender. Dalam studi yang dilakukan UCLA melaporkan hanya sekitar 40% film di Hollywood yang diperankan oleh perempuan.Namun prosentase tersebut tidak menghalangi para perempuan Hollywood untuk berkarya. WONDER WOMAN dan LADYBIRD contohnya.

Kedua film tadi adalah film yang mempunyai karakter utama dan disutradarai seorang perempuan. WONDER WOMAN mampu menghasilkan Rp 12 triliun dan menjadi film dengan penghasilan tertinggi yang disutradarai perempuan. LADYBIRD diproduksi dengan budget rendah yaitu Rp 147 miliar, mampu meraup keuntungan hampir 7 kali lipat dengan Rp 700 miliar di seluruh dunia dan masuk nominasi Oscar.

Stephanie Allain dari Homegrown Pictures berharap tren ini dapat terus berjalan. “Aku telah berjuang untuk menyuarakan minoritas yang jarang terekspos di layar lebar. Hal ini sulit karena budget yang kecil membuat minoritas tidak dapat dipasarkan secara internasional” ucapnya. Dia manambahkan mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk film Hollywood merepresentasikan semua orang, memperlihatkan keberagaman yang sudah ada di Amerika Serikat.

Penulis: Iqbal Laduni

 

(kpl/mag)


REKOMENDASI
TRENDING