HOLLYWOOD

Victoria's Secret Fashion Show Tahun Ini Dibatalkan, Apa Alasan dan Dampaknya?

Jum'at, 02 Agustus 2019 17:27 Penulis: Rezka Aulia

Victoria's Secret Fashion Show tahun ini dibatalkan karena hal ini. © Splash

Kapanlagi.com - Parade kaki jenjang para VS Angel tak akan lagi hadir tahun ini. Pasalnya gelaran Victoria's Secret Fashion Show tahun ini resmi dibatalkan. Kabar ini disampaikan langsung oleh Shanina Shaik bahwa tahun ini VS Fashion Show tak akan berlangsung di 2019. Shanina sendiri telah menjadi VS Angel sejak tahun 2011.

"Sayangnya VS Fashion Show tak akan digelar tahun ini. Ini sesuatu yang aneh bagiku karena tiap tahun aku selalu latihan (dan olahraga) untuk jadi Angel. Tapi aku yakin akan ada hal lain yang dibuat, aku amat yakin," ujar Shanina dilansir dari E! Online.

1. Alasan Pembatalan

Fashion show ini memang paling diantisipasi dibanding acara serupa lainnya. Para model membawakan koleksi pakaian dalam terbaru dalam balutan gliter dan sayap raksasa memang menjadi sesuatu yang selalu dinanti. Acara ini sendiri rutin digelar setiap tahun sejak 1995.

Saking bergengsinya, berjalan di glitter catwalk VS Fashion Show bak menjadi pencapaian tersendiri bagi para model. Setiap tahunnya acara ini selalu dinanti penggemarnya dari seluruh penjuru dunia. Lantas apa yang membuat pihak Victoria's Secret membatalkan acara tahun ini?

Dilansir dari CNBC, pihak internal VS mulai memikirkan bahwa acara mereka tak lagi tepat disiarkan di televisi. Alih-alih mereka akan menciptakan event baru yang lebih menarik di masa depan.

2. Rating VS Fashion Show Terjun Bebas

VS Fashion Show disiarkan di saluran ABC dari tahun 2001 dengan jumlah penonton sebanyak 12 juta. Data terakhir menyebutkan VS Fashion Show 2018 disaksikan 3,3 juta penonton. Memang terjadi penurunan penikmat TV, namun angka ini cukup mengesankan, mengingat VS Fashion Show bukan program olahraga.

"Beberapa bulan ini kami mencoba mencari pandangan baru untuk bisnis kami. mulai dari merchandising, marketing, brand position, sampai cost structure... semua aspek. Kami telah membuat proges besar dalam kurun waktu singkat dan kami ingin sukses untuk (koleksi) musim semi dan holiday," ujar Lex Wexner selaku CEO L Brands yang merupakan perusahaan induk Victoria's Secret.

 

3. Berusaha Hindari Kontroversi?

Brand yang ikonik dengan koleksi 'fantasy bra' ini memang telah berhasil mengomersialkan gagasan keseksian wanita lewat selembar kain. Koleksi Victoria's Secret selalu identik dengan kesan seksi dengan bahan lace, satin atau katun. Lebih dari sekedar bisnis, Victoria's Secret telah menjelma menjadi bagian dari kultur dan tren tersendiri.

Label 'body goals' yang dihadirkan para VS Angel merasuk ke pemikiran para konsumen. Sehingga cukup banyak wanita yang rela bekerja keras demi perut rata Adriana Lima atau kaki jenjang Kendall Jenner.

Meski menawarkan keindaha, hal ini sempat mendapat banyak kritik. Pasalnya Victoria's Secret dianggap 'mengeksploitasi' sexism dan tubuh wanita pada umumnya. Wanita dianggap tak 'seksi' apalagi menarik bila tak memiliki tubuh kecil. Gugatan ini tak hanya sekadar tagar di media sosial, namun berimbas pada penjualan koleksi mereka.

Dalam laporan penjualan VS di kuartal pertama 2019 tercatat adanya penurunan sebesar 3% dari tahun sebelumnya. Penjualan tahun ini juga amat buruk dibandingkan dengan tahun 2016, dilansir dari Forbes.

4. Berusaha Beradaptasi

"Kami berusaha memberi pendekatan baru bagi bisnis kami. Fokus utama saat ini adalah memahami keinginan pelanggan demi peningkatan penjualan," ujar CFO Victoria's Secret dilansir dari Forbes.

Selama ini Victoria's Secret memang memasarkan koleksi mereka untuk para wanita bertubuh langsing. Kesan seksi dan flirty sungguh terasa di koleksi pakaian dalam mereka. Mereka mengiklankan koleksinya dengan model standar catwalk yang dapat dikatakan jauh dari bentuk fisik wanita pada umumnya.

Meski penjualan mereka jatuh, brand satu ini masih jauh dari kata bangkrut. Diperkenalkan ke pasar sejak tahun 1977, Victoria's Secret masih memiliki posisi 'top of mind' dalam urusan pakaian dalam wanita. 

5. VS Fashion Show Tak Ada Lagi?

Seiring berkembangnya tekonologi dan kemudahan akses informasi, semakin banyak pula tantangan yang dihadapi para brand. Contohnya Victoria's Secret yang menghadapi tantangan untuk membawa keberagaman dalam koleksi dan fashion show mereka.

Tantangan ini juga memiliki sisi positif bagi wanita seluruh dunia. Mengajarkan setiap individu dapat mengekspresikan diri dan lebih mencintai tubuh mereka.

"Di 2019 dan seterusnya kami akan fokus membangun konten dan event yang lebih mengasikkan dan dinamis. Menghadirkan platform yang lebih sesuai untuk para pelanggan serta menghilangkan batasan-batasan fashion. Aku amat bersemangat dengan rencana ke depan," Lex Wexner sang CEO di bulan Mei lalu.

Meski demikian Victoria's Secret belum membocorkan acara apa yang bisa menggantikan serunya VS Fashion Show. KLovers sendiri bisa membayangkan akhir tahun tanpa para VS Angel dan sayap mereka?

 


REKOMENDASI
TRENDING