Begini Kronologi Meninggalnya Aktor Advent Bangun Menurut Keluarga

Sabtu, 10 Februari 2018 13:08 Penulis: Ahmat Effendi
Begini Kronologi Meninggalnya Aktor Advent Bangun Menurut Keluarga Advent Bangun cr: KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Kapanlagi.com - Kabar duka datang dari aktor laga legendaris yaitu Advent Bangun yang meninggal dunia hari ini sekitar pukul setengah 3 di RS Fatmawati. Setelah dimandikan dan mendapat formalin, jenazah dibawa ke rumah duka sekitar pukul 5 dini hari. Keluarga almarhum pun bercerita kronologi meninggalnya bintang PENDEKAR BUKIT TENGKORAK tersebut.

"10 Bulan lalu dia ada penyakit gula dan berdampak ginjal dan cuci darah. Kamis kemarin sesak, dibawa ke RS Fatmawati Jumat jam 17 sore. Dia riitis jam 8 malam baik tapi kita nggak ada firasat, (Sabtu) jam 2.30 pergi," ujar Harum Tambun, suami keponakan Advent, di rumah duka Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2018).

Selain seorang aktor laga, Advent Bangun juga dikenal sebagai pendeta. Almarhum bakal dimakamkan di TPU kampung Kandang hari Minggu besok sekitar pukul 3 sore. Sebelum meninggal almarhum tak memberikan pesan khusus.

"Nggak ada pesan sama sekali. Kita nggak ada pikiran ini hari terakhirnya. Nggak menunjukan rasa sakit, keluhan. Kita semua keluarga udah kumpul keluarga yang di Jakarta semua datang," katanya.

Suasana rumah duka Advent Bangun. cr: KapanLagi.com/Agus ApriyantoSuasana rumah duka Advent Bangun. cr: KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Keluarga merasa sangat kehilangan sosok Advent Bangun yang mereka anggap sebagai kebanggaan. Dua hari sebelum meninggal dunia, almarhum masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya. "Kamis jam 8 malem bisa komunikasi lagi buka mata dia bilang lelah saya, yaudah jangan dipaksain," katanya.

Almarhum Advent Bangun meninggal dunia jelang usia 66 tahun. Selama hidupnya ia pernah menjalani kehidupan sebagai atlet karate dan sempat melalui tahun-tahun tidak terkalahkan. Sesudahnya Advent Bangun memilih terjun ke dunia entertainment dan kemudian melepas semua itu demi menjadi pendeta.

"2001 Tinggalkan semua dari sisi karate atau aktor dia menerima Yesus sebagai juru selamat dan sebagai pendeta. Semua itu karena anugerah. Perbedaanya dulu di aktor laga kan keras jadi pendeta semakin lembut. Orangnya akrab sih. Dulu ceritanya karate film tapi dia jadi banyak berbicara tentang firman Tuhan. Dia seorang aktor, siang malam syuting ke gereja nggak sempat. Piala semua dibagi-bagi ke temen-teman dan sodara. Bagi dia itu hal-hal duniawi itu udah nggak penting, bagi dia yang penting hal spiritual," tandasnya.

(kpl/far/sjw)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING