Desy Ratnasari Beri Ciri-Ciri Modus Sindikat Perdagangan Manusia

Rabu, 03 Februari 2016 08:53 Penulis: Rahmi Safitri
Desy Ratnasari Beri Ciri-Ciri Modus Sindikat Perdagangan Manusia Desy Ratnasari © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Perdagangan manusia atau human trafficking adalah salah satu tindakan tak punya hati yang harus bisa dihentikan keberadaannya. Salah satunya yang gigih memperjuangkan kegiatan terlarang itu adalah PARTHA (Parinama Astha Foundation). Artis Desy Ratnasari adalah salah satu anggota dari organisasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Desy yang juga anggota DPR ini pun menumpahkan keluh kesahnya tentang perdagangan manusia, termasuk di Indonesia. Pelantun tembang Tenda Biru itu berharap agar kegiatan ini tak akan terjadi lagi.

"Risiko human traficking memang lebih tinggi. Saya senang yang hadir pengusaha muda, perempuan juga terlibat di acara ini," kata Desy saat dijumpai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (31/1).

Desy berharap anak-anak bisa lebih dijaga © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoDesy berharap anak-anak bisa lebih dijaga © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Desy lalu memberikan ciri-ciri tentang pelaku human trafficking di Indonesia. Menurutnya semua ini terjadi karena tingkat ekonomi yang rendah. Desy pun anak-anak yang sering jadi korban bisa dijaga dengan baik.

"Pasar sih yang biasanya menilai. Paling tidak, sindikat human trafficking modusnya sama, ekonominya minim, diberikan mimpi indah dan terjadilah pekerja seks atau apapun hal itu. Yang ini sedang ditindak lanjuti ke depannya. Kita berharap bersama-sama bahwa anak-anak ke depannya terjaga," harap ibu satu anak ini.

Sementara itu, PARTHA ternyata sudah ada sejak beberapa tahun lalu dan benar-benar concern dengan human trafficking. "Dari 2009 belajar tentang human Traficking, dan kemudian kita buat yayasan dan kita ada pergerakan dari orang Indonesia ke orang Indonesia," pungkas Rahayu Saraswati, pendiri dari PARTHA.

(kpl/aal/pit)

Reporter:

Sahal Fadhli

REKOMENDASI
TRENDING