Dikira Non Muslim, Fans Beri Jennifer Dunn Alkitab

Jum'at, 19 Januari 2018 12:10 Penulis: Tyssa Madelina
Dikira Non Muslim, Fans Beri Jennifer Dunn Alkitab Jennifer Dunn © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Sudah 20 hari pesinetron Jennifer Dunn menjalani proses hukum akibat pemakaian obat-obatan terlarang. Selama berada di balik jeruji besi, sosok cantik tersebut diungkap semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Pieter Ell selaku pengacara mengungkap bahwa kliennya menjadi rajin salat lima waktu. Wanita berusia 28 tahun itu juga menjalani puasa sunnah Senin dan Kamis hingga berat badannya menyusut.

Jennifer Dunn semakin giat menjalankan salat wajib dan puasa sunnah. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoJennifer Dunn semakin giat menjalankan salat wajib dan puasa sunnah. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Kondisi Jennifer di dalam dia rajin salat lima waktu dan puasa. Sudah dua minggu terakhir ini dia menjalani ibadah puasa. Terus berat berat badannya turun, belum tahu (turun berapa kilo)," kata Pieter Ell ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).

Pengacara yang pernah menangani kasus prostitusi yang melibatkan Robby Abbas dan Amel Alvi ini juga berkisah tentang support moril dari fans. Bahkan ada salah seorang fans yang mengirimkan alkitab karena mengira Jennifer beragama non muslim.

'Banyak dukungan moril dari fansnya Jennifer, bahkan ada yang salah mengira kalau Jennifer beragama Kristen. Dia dikirimi alkitab, padahal dia kan muslim," ceritanya.

Disangka beragama non muslim, Jennifer sempat diberi Alkitab oleh fans. © KapanLagi.com/Budy SantosoDisangka beragama non muslim, Jennifer sempat diberi Alkitab oleh fans. © KapanLagi.com/Budy Santoso

Pieter berharap proses hukum wanita yang diduga menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Sarita Abdul Mukti ini berjalan lancar. Ia mengusahakan Jennifer menjalani rehabilitasi.

"Sesuai undang-undang penyalahgunaaan narkoba, itu (Jennifer) kategori orang sakit, jadi orang sakit harus diobati dan ini caranya direhab. Meski tiga kali tertangkap tapi ada undang-undang untuk itu. Untuk sementara kita ikuti saja proses hukum," pungkasnya.

(kpl/abs/tmd)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING