Hanung Bramantyo Ungkap Kegelisahan Terkait Film Indonesia di Bioskop pada Era Pandemi Covid-19

Senin, 08 Maret 2021 06:31 Penulis: Umar Sjadjaah
Hanung Bramantyo Ungkap Kegelisahan Terkait Film Indonesia di Bioskop pada Era Pandemi Covid-19 instagram.com/hanungbramantyo

Kapanlagi.com - Sutradara kenamaan Hanung Bramantyo buka suara terkait kegelisahannya pada dunia film tanah air di tengah pandemi Covid-19. Dalam unggahan Instagramnya, sutradara film BUMI MANUSIA dan AYAT-AYAT CINTA ini menuliskan pendapatnya dalam caption yang cukup panjang.

Hanung Bramantyo - instagram.com/hanungbramantyoHanung Bramantyo - instagram.com/hanungbramantyo

1. Film Bioskop Indonesia Kehilangan Potensinya

"Ada 3,4 Triliun Rupiah perputaran uang di Produksi dan Distribusi Film, 1,2 triliun sewa Mall, 1,1 T gaji pegawai, 1,5 T pajak langsung, 900M supplier F&B, 800M Air dan Listrik, 400M kebersihan dan Keamanan. Saat ini, seluruh perputaran itu turun hampir menyentuh 90 persen. Sampai hari ini, penonton bioskop hanya mencapai 500 ribu. Itupun diraih film WONDER WOMAN 1984. Film Indonesia terbanyak penontonnya saat ini ASIH 2 dengan capaian 240 ribu penonton. Padahal potensinya 2 juta ( Asih 1 ). Hanya 15% capaiannya," tulis suami Zaskia Adya Mecca ini.

2. Dilematis dan Tidak Bisa Bergantung Pada Pemerintah

Hanung juga mengaku saat ini dia dan semua elemen perfilman Indonesia sedang berada pada keadaan yang dilematis.

"Mau ngajak orang nonton di bioskop, dituduh cari penyakit. Mau melarang orang nonton bajakan, ee dianya malah balik nyolot. Setiap bangun subuh, kaki ini berat banget menuju lokasi. Selalu dibebani pertanyaan, siapa yang akan nonton film kami kalo tayang di bioskop?," tulis Hanung.

Pria yang mempelajari dunia film di Jurusan Film Fakultas Film dan Televisi Institut kesenian Jakarta ini juga menuliskan bahwa tidak bisa bergantung kepada pemerintah dalam menangani masalah ini.
.
"Mau minta tolong ke siapa? Pemerintah? Ntar malah dijawab : ntar yee, urus vaksin aja belum beres. Masalah Banjir juga belum kelar. Tuh di Papua udah mulai ngajak merdeka tuh. Udah deh, Nonton film di Hp aja dulu. Atau cari hiburan lainnya. Main catur gitu? Sabar yee??" Gak ada tempat lain buat minta pertolongan selain diri kita sendiri," Hanung menambahkan.

3. Solusi

Sutradara yang sering masuk nominasi dalam kategori Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia ini memiliki ide dengan membagi hasil pendapatan dari film ke berbagai sektor dan Ia juga berharap ada kru dan bintang film yang bersedia menurunkan expected salary nya.

"Terus gimana caranya biar kita tetep bisa bikin film? Gini deh, Penonton film Nasional kan cuma 230 ribu. Harga tiket 35 ribu. Hasilnya dibagi 20% pajak, 40% bioskop dan 40% pemilik film. Total yang diterima producer : Rp. 3,2M. Kalo mau untung, bikin film dengan bujet 2,5M aja. Bisa gak? Ya harus bisa. Terus crewnya gimana? Pemainnya gimana? Ya cari sambil terus berdoa, biar ada crew dan pemain-pemain bintang yang mau dibayar murah," tutup ayah dari Kana Sybilla Bramantyo ini.

 

 

 

(kpl/ums)

Editor:

Umar Sjadjaah


REKOMENDASI
TRENDING