Hate Speech, Nina Tamam Senang Penyebar Fitnah Bisa Dipenjara

Kamis, 12 November 2015 10:40 Penulis: Ahmat Effendi
Hate Speech, Nina Tamam Senang Penyebar Fitnah Bisa Dipenjara Nina Tamam ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Kapanlagi.com - Keberadaan haters di dunia selebriti selama ini menjadi fenomena yang menjamur dan mulai meresahkan. Apalagi jika yang digembar-gemborkan adalah fitnah tidak benar, dan menyudutkan satu pihak. Para selebriti tersebut pun seolah mendapatkan angin segar ketika Kapolri mengeluarkan surat edaran tentang hate speech. Salah satu yang menyambut gembira adalah artis Nina Tamam.

"Iya aku tahu soal pasal itu. siapa pun yang menyebabkan fitnah bisa diganjar penjara," ujar Nina Tamam di Setiabudi, Jakarta Selatan, beberapa waktu silam.

Dalam surat edaran Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tersebut, beberapa hal yang disebut sebagai hate speech antara lain penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut hingga menyebarkan berita bohong. Apalagi jika hal itu berujung kepada diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan konflik sosial. 

Nina Tamam senang ada perhatian serius dari kepolisian terkait penanganan haters dan hate speech. ©KapanLagi.com/Bayu HerdiantoNina Tamam senang ada perhatian serius dari kepolisian terkait penanganan haters dan hate speech. ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Salah satu yang didukung oleh Nina Tamam adalah penjelasan adanya hukuman bagi penyebar fitnah. Dalam pasal 311 KUHP sendiri memang diatur terkait pencemaran nama baik dan fitnah, sehingga pelakunya bisa dijerat 4 tahun penjara. 

"Aku senang banget sama kebijakan itu. Karena memang harus ada bedanya antara kritik sama penyebar fitnah. Jadi seneng aja," tandasnya.

Sementara itu surat edaran Kapolri tersebut menimbulkan pro dan kontra yang cukup banyak. Ada yang menilai surat edaran itu sengaja untuk mengekang kebebasan berpendapat, terutama kritik terhadap pemerintah, namun di sisi lain banyak yang mendukung terutama selebriti yang selama ini kerap berurusan dengan haters.

 

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING