Inggrid Kansil Berjuang Lewat Paten Batik Betawi Untuk Pengrajin

Selasa, 03 November 2015 11:55 Penulis: Ahmat Effendi
Inggrid Kansil Berjuang Lewat Paten Batik Betawi Untuk Pengrajin Inggrid Kansil ©KapanLagi.com/Sahal Fadhli
Kapanlagi.com - Artis Inggrid Kansil saat ini begitu aktif dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat. Walau sudah tak lagi menjadi anggota DPR RI, ia tetap menunjukkan kepedulian sosial.

Di sela kesibukannya, wanita berusia 38 tahun ini terlihat mengunjungi perajin Batik Betawi. Ada alasan tersendiri mengapa Inggrid berkunjung, rupanya ia ingin batik-batik tersebut memiliki hak paten.

"Batik itu tersebar di Indonesia. Di Jakarta itu ada pengrajinnya," ucap istri Syarief Hasan itu di Sentra Batik Betawi, Jalan Terogong 3, Cilandak Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Inggrid Kansil berniat memperjuangkan motif batik Betawi untuk mendapat paten. ©KapanLagi.com/Sahal FadhliInggrid Kansil berniat memperjuangkan motif batik Betawi untuk mendapat paten. ©KapanLagi.com/Sahal Fadhli

Saat berkunjung, Inggrid tidak datang sendiri melainkan ditemani anggota badan ekonomi kreatif untuk melihat secara langsung proses pengrajin batik yang mempertahankan nilai seni di tengah industri batik cetak. "Ternyata mereka masih mempertahankan nilai, tradisi dan kampung Betawi. Mereka pengrajin asli Batik Betawi yang memiliki motif dan kualitas bahan batik yang cukup baik," katanya.

Yang menjadi ganjalan baginya, saat ini belum ada hak paten akan kepemilikan motif para pengrajin yang terbilang cukup kreatif tersebut. Apalagi untuk mengurus hak paten, memerlukan waktu dan biaya yang cukup memberatkan pengrajin.

"Permasalahan sebenarnya bukan mereka tidak tahu. Satu motif batik dikenakan biaya Rp 600.000 per motif, ini sangat memberatkan pembatik. Jika mereka punya 30 sampai 50 motif batik, berapa coba biaya yang harus dikeluarkan perajin kecil Batik Betawi yang masih merintis produksinya?" jelasnya.

Maka dari kunjungannya itu, Inggrid berniat memperjuangkan motif Batik Betawi melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Tujuannya supaya pengrajin mendapat pembinaan dan arahan untuk mendapatkan hak cipta.

(kpl/aal/sjw)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING