Jakarta Ulang Tahun, Ini Harapan Boy Hamzah

Selasa, 23 Juni 2015 03:15 Penulis: Helmi Romadhon
Jakarta Ulang Tahun, Ini Harapan Boy Hamzah Boy Hamzah © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Kemarin, 22 Juni, ibu kota Jakarta merayakan ulang tahunnya ke-488. Sebagai warga Jakarta sejak lahir banyak suka duka yang dirasakan pemain 7 Manusia Harimau, Boy Hamzah.

"Gue di Jakarta mau nyari apa aja ada. Di Jakarta kita bisa menemukan segalanya apa pun itu. Kalau di daerah-daerah itu kan khusus, daerah ini punyanya itu aja, daerah ini punyanya ini aja. Kalau di Jakarta kan kota besar, kota pelabuhan," ujarnya saat ditemui di lokasi syuting 7 Manusia Harimau, Buperta, Cibubur, Jakarta Timur pada (22/6).

Namun, ada satu hal yang Boy nggak suka dari Jakarta. Selain kemacetan, polusi di Jakarta bikin Boy kesal. Sebab, dirinya tidak bisa melihat bintang-bintang di langit seperti saat dirinya masih kecil, karena kini langit sudah tertutup oleh polusi.

Boy Hamzah mengutarakan harapannya untuk Jakarta © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaBoy Hamzah mengutarakan harapannya untuk Jakarta © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

"Semua orang secara umum pasti benci macet. Tapi, ada satu yang gue nggak suka, yaitu polusi. Karena polusi yang udah sangat besarnya sehingga langit kita gelap dan tertutup, kita sudah tidak bisa melihat bintang-bintang lagi di Jakarta. Kalau dulu waktu kecil, saya masih (tinggal) di pondok karya masih bisa lihat bintang-bintang. Sekarang udah nggak," cerita Boy.

Harapan untuk kota Jakarta pun dilontarkan oleh bapak dua anak ini. Boy berharap kedepannya Jakarta bisa lebih baik dan sikap gotong royong warga Jakarta bisa kembali lagi, yang kini dirasanya sudah memudar.

"Harapan aku buat Jakarta di tahun-tahun ke depan, Jakarta bisa lebih bersih lagi, bisa bebas macet, nggak mungkin ya. Ya bisa dikurangi macetnya, polusinya bisa dikurangin. Semoga orang-orang Jakarta ini bertambah rasa pedulinya satu sama lain. Bukan cuma gue-lo, lo siapa. Bisa peduli satu sama lain, rasa gotong royongnya harus tetap ada. Karena sudah jarang rasa gotong royong di Jakarta," pungkasnya.

(kpl/rhm/mhr)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING