SELEBRITI

Kisah Rara Sang Pawang Hujan: Awal Mula Viral, Tuai Pro & Kontra, Sampai Dituduh Musyrik

Jum'at, 25 Maret 2022 12:32

Credit: instagram.com/rara_cahayatarotindigo

Kapanlagi.com - Hingga saat ini, Rara sang Pawang Hujan masih ramai diperbincangkan oleh netizen dari berbagai sudut pandang. Banyak yang penasaran mulai dari siapa sosok dan aksi wanita bernama lengkap Rara Istiati Wulandari ini hingga profesi pawang hujan itu sendiri.

Wanita yang berasal dari suku Jawa dan tinggal di Bali tersebut mengaku bahwa ia sudah memulai aksinya sebagai pawang hujan di usia 9 tahun. Rara mendapat kemampuan itu secara turun-temurun.

"Karena ini kan tradisi ya. Rara itu kan jadi pawang hujan itu udah dari kecil, turun temurun, dari 9 tahun. Jadi, kakek itu bisa (jadi pawang hujan)," ungkapnya, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Jumat (25/3/2022).

Saat nggak ada job pawang hujan atau lagi sepi, Rara menuturkan kepada Deddy Corbuzier bahwa dirinya memiliki pekerjaan lain sebagai pembaca kartu tarot. Rara pernah meramal kehidupan rumah tangga Syahrini & Reino Barack. Menurut Rara di video yang tayang pada Januari 2019 lalu itu, hubungan rumah Syahrini & Reino bakal langgeng.

1. Awal Mula Rara Pawang Hujan Viral

Sebenarnya, pawang hujan sudah digunakan di beberapa acara outdoor berskala kecil sampai besar pada beberapa tahun belakangan. Namun saat itu peran pawang hujan tak tersorot dan lebih memilih bekerja di balik layar.

Sebagai sutradara yang cukup sering syuting di luar ruangan, bahkan di alam, Hanung Bramantyo juga mengungkapkan sering memakai jasa pawang hujan.

"Jadi inget pas syuting, 'Cukup dengan merokok, hujan lenyap' kata pawang. Seharian beneran nggak hujan. Menjelang malem bress!! Pas ditanya: kok hujan ki? Ternyata doi pamit beli rokok. Kehabisan," tulis Hanung di Twitter.

Sosok Rara sang pawang hujan mulai banyak dibicarakan beberapa hari menjelang raceday MotoGP Mandalika pada Minggu, (20/3/2022). Saat itu Rara terlihat sedang melakukan ritual dengan sejumlah perlengkapan.

2. Pantangan & Cara Kerja Pawang Hujan: Nggak Boleh Berhubungan Seksual

Masih pada kesempatan yang sama, Rara menjelaskan kepada Deddy Corbuzier soal cara mengendalikan hujan. Saat menjalankan tugasnya, Rara nggak boleh melanggar sejumlah pantangan dan harus 'menyatu' dengan alam.

"Sebelum, saat, dan sesudah acara itu nggak boleh melakukan hubungan seksual. (Menghalau hujan) Itu harus dalam keadaan suci. Pas jadi pawang hujan enggak boleh pakai sepatu. Harus menyentuh tanah, harus menyatu dengan alam," lanjutnya.

"Ini pakai hio, bawang, dan cabai. Ini hio dipatahin jadi dua yang ukurannya pendek ditusuk ke bawang merah dan cabai terus tancap ke tanah. Hio ini kode alam, ibaratnya SOS. Sisa hio yang panjang dibakar untuk elemen panas," imbuhnya.

3. Komentar Pro dan Kontra Dari Para Selebriti

Kemal Pahlevi merasa prihatin dengan banyaknya orang yang malu karena adanya pawang hujan. Menurutnya, kehadiran pawang hujan di MotoGP Mandalika ini menjadi daya tarik bagi turis dan dunia agar lebih banyak mengunjungi Indonesia.

Lewat instagramnya, Kiky Saputri mengunggah video saat ia sedang menonton aksi pawang hujan tersebut. Di situ, ia mengkhawatirkan aksi tersebut dengan pikiran berhasil dan gagal. Jika hujan berhenti, tentunya bagus, tapi kalau tetap deras, pastinya malu.

Mantan musisi yang kini telah berhijrah, Ustaz Derry Sulaiman juga memberikan tanggapannya. Ia merasa miris dengan banyaknya orang yang percaya dengan aksi pawang hujan tersebut. Bahkan, ia terang-terangan untuk meminta pawang hujan tersebut bertobat.

Sebagai orang yang menyaksikan langsung MotoGP Mandalika di Lombok, Darius Sinathrya memberikan tanggapan netral, boleh percaya atau tidak. Menurutnya, hal ini dikembalikan ke diri masing-masing individu.

4. Gus Muwafiq Buka Suara Soal Rara

Ada sebagian netizen yang menganggap aksi Rara mengendalikan hujan ini termasuk perbuatan syirik atau sang pelakunya disebut musyrik. Dalam ajaran Islam syirik berarti perbuatan menyekutukan Tuhan. Karena itu, Rara panen hujatan dari banyak netizen.

Meski begitu, KH Ahmad Muwafiq memberi pendapat yang berbeda. Dalam sebuah kesempatan, pemuka agama yang kerap disapa Gus Muwafiq mengatakan bahwa aksi yang dilakukan Rara adalah bagian dari ilmu yang disebut spiritual.

"Musyrik tidak seperti itu. Bahwa manusia memiliki usaha. Misalnya berlindung dari harimau, manusia membuat senapan. Berlindung dari gempa membuat fondasi, berlindung dari hujan ya membuat ilmu pawang. Untuk anti hujan ya butuh ilmu anti hujan dong. Kalau semuanya tiba-tiba dikatakan musyrik, menanam padi untuk survive adalah musyrik juga. Karena lebih percaya pada padi daripada Allah," ujar Gus Muwafiq seperti dikutip dari kanal YouTube BBS Kemranjen pada Jumat (25/3/2022).

(kpl/ums)


REKOMENDASI
TRENDING