Kristina Ungkap Kronologi Sakit Stroke Ibunya Hingga Meninggal

Senin, 11 Juli 2016 12:15 Penulis: Ahmat Effendi
Kristina Ungkap Kronologi Sakit Stroke Ibunya Hingga Meninggal Kristina ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Usai pemakaman ibunya, Kristina sempat menceritakan kronologi almarhum sempat sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Ternyata Dariyah ibu Kristina sempat dihantam dua kali stroke dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

"Sakit stroke ringan, tanggal 18 Mei dirawat di RS sudah bagus rawat jalan terapi-terapi, kondisi tangan kaki kiri belum bisa bergerak. Kita dan keluarga masih sempat membawa berobat ibu agar tangan kaki bisa gerak. Herbal alternatif tusuk jarum," ujar Kristina di TPU Tanah Merah, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Minggu (10/7).

Sebelumnya sekitar bulan Februari 2016, ibunda Kristina sempat check up dan mulai mendapatkan perawatan. Namun serangan pertama yang sebenarnya ringan diikuti berbagai komplikasi penyakit lain sehingga akhirnya mengakhiri usia almarhum.

Kristina kehilangan sang ibu akibat sakit yang telah diderita selama 2 tahun. ©KapanLagi.com/Bayu HerdiantoKristina kehilangan sang ibu akibat sakit yang telah diderita selama 2 tahun. ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Memori bagus stroke tapi tidak pelo, hanya kendala tangan kaki kiri saja tidak bisa bergerak. Setelah itu 16 Mei 2016 masuk (RS). Karena tidak mau makan minum, panik harus diobati. Kita kasih makan tidak mau terbuka, aku pikir itu serangan stroke kedua," tutur Kristina.

"Abis MRI ini bukan stroke ke-2, hanya metabolisme karena dehidrasi, ada komplikasi ke paru ke semuanya. Ada luka di belakang karena kebanyakan tidur, akhirnya luka bolong sampai diobati sama spesialisnya ternyata tidak ada perubahan. Sebelum masuk ICU aku mau bawa pulang, ternyata begini-begini aja," ungkapnya.

Melihat dan merawat sang ibu, Kristina sempat sakit dan demam tinggi. Keluarga besar Kristina pun datang menjenguk sekalian berlebaran. Namun demikian ternyata Allah berkata lain dan pada hari Sabtu malam (09/07), Dariyah meningal dunia di RSPAD Gatot Subroto.

"Setelah itu ibu di ICU makin drop, kita makin bingung kok begini. Aku selalu berdoa ya Allah beri petunjuk untuk ibu aku. Keluarga aku kasian ibu kalau begini, akhirnya kemarin kita meeting malam Sabtu itu. Sabtu aku telepon ibu drop parah. Aku telepon kakak-kakak kumpul di RS, ibu drop. Kita sempat mau pindahin ibu ke ruang biasa, ternyata Tuhan punya kehendak lain. Allah lebih sayang ibu," tandasnya.

(kpl/aal/sjw)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING