SELEBRITI

Maruli Tampubolon Main Kolosal di Opening Asian Games 2018: Show Must Go On!

Senin, 20 Agustus 2018 13:30 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Maruli Tampubolon

Kapanlagi.com - Berperan menjadi sosok Gajah Mada dalam pertunjukan kolosal di Pembukaan Asian Games 2018 tentu buat Maruli Tampubolon bangga. Meski begitu tanggung jawab besar pun dia rasakan. Ia juga tak ingin mengecewakan semua yang melihat dirinya kala itu.

Maka dari itu berbekal pengalaman sebelumnya, Maruli mencari cara agar rasa grogi yang dirasa hilang. Ia kembali mengingat film yang ia perankan. Di situ ia menjadi seorang tentara Indonesia.

"Saya melihatnya gini, semakin banyaknya orang, semakin saya ingin menunjukan yang terbaik yang saya miliki. Bukan terbaliknya, bukan kemakan energinya. Malah saya merasa berhutang sama sekian banyak orang, yang menunggu suatu hal yang dinantikan. Jadi saya pikir, untuk apa biar kita termotivasi," ungkap Maruli Tampubolon ditemui di kantornya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/8).

"Saya kembalikan ke kejadian, saya memerankan Kapten Norman, Merah Putih Memanggil. Di situ saat peresmian film itu, saya diharuskan untuk melakukan demonstrasi kepada Satuan Elit 181, sebelum melakukan tugas bersama saya. Tugas one way tiket. Disaksikan oleh petinggi TNI. Ada Gatot Nurmantyo, Kasal, dan Kasad. Serta jajaran lainnya, ada disitu semua," lanjutnya.

1. Menjadi Diri Sendiri

Dan cara terbaik untuk menghilangkan rasa groginya adalah dengan menjadi dirinya sendiri. Hal tersebut juga akan mengasah mental seseorang. Tak lupa dalam setiap apa yang dimulai, ia selalu berdoa meminta restu.

"Kemudian masuk ke Asian Games, show must go on. Di situ lah spirit saya terbakar. Disitu saya bilang 'tuhan berikan saya kekuatan untuk mengharumkan indonesia ke kancah internasional',ungkap Maruli.

 

2. Lakukan Maksimal

Untuk memperlihatkan pertunjukan yang menakjubkan, Maruli pun harus lakukan persiapan yang maksimal. Bahkan latihan pun dilakukan berkali-kali sampai Maruli sudah hafal betul bagaimana isi dari Sumpah Palapa yang nantinya akan dibacakan olehnya.

"Readingnya cuman sumpah itu. Saya sudah hapal banget. Disitu saya bacakan setiap hari, kapan timingnya, gimana gerakannya yang dibantu mas Denny Malik untuk koreonya. Itu lah rehearsel yang seakan simpel, tapi 15 sampai 20 kali latihan durasi sebulan. Banyak perubahan juga. Saya senang banyak kenal dengan stage manager dan lainnya. Kerjasama dengan orang luar buat kita lebih profesional dan disiplin," imbuhnya.

3. Kekuatan Doa

Bahkan sebelum dirinya berangkat ke Stadion Gelora Bung Karno, ia meminta doa dari keluarganya, termasuk juga istri dan anaknya. Hal ini dilakukan agar restu yang mereka memberikan kelancaran baginya. Sebelum pertunjukan kolosal di mulai ia pun juga berdoa dan menyerahkan semuanya pada Tuhan.

"Istri dan anak pasti, karena itu spiritual. Sebelum berangkat saya minta doa ke bapak, ibu, abang, istri saya. Minta doa, saya senang dan saya resapi," ungkap Maruli Tampubolon ditemui di kantornya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/8).

"Sebelum kapal datang, saya sudah di red form itu. Kita melihat itu, setelah Tulus nyanyiin Indonesia Raya. Gelap tapi semua cahaya terang, saya melihat itu lah puluhan ribu manusia. Di situ saya resapi dan berdoa, 'Tuhan tanpa kekuatanmu tidak akan terjadi. Saya hanya media dan refleksi dari kekuatanmu. Jadi pakailah aku untuk kekuatanmu'," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING