[NOMINEE] Chandra Liow, YouTuber Sejak 2018 Yang Pentingkan Kualitas Daripada Uang

Sabtu, 21 April 2018 07:15 Penulis: Rahmi Safitri
[NOMINEE] Chandra Liow, YouTuber Sejak 2018 Yang Pentingkan Kualitas Daripada Uang Chandra Liow © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Indonesia punya banyak sekali YouTuber-YouTuber kreatif dengan konten menghibur dan mengedukasi. Salah satunya adalah Chandra Liow. Chandra bukan cuma serius dalam menggarap vlog-vlognya, dia juga bisa merasakan betapa YouTube bukan cuma memberinya penghasilan tapi juga membuka berbagai peluang di segala bidang dengan mudah. Seperti apa sih awal Chandra bisa terjun sebagai YouTuber dan apa saja yang sudah dia dapatkan?

Awal Mula Jadi YouTuber

Chandra bisa dibilang adalah salah satu YouTuber senior Tanah Air. Dia membuat video pertama kali pada Mei 2008, artinya pemilik nama lengkap Chandra Timothy Liow ini sudah hampir 10 tahun menjadi content creator di YouTube dan sampai sekarang tetap fokus sebagai seorang vlogger.

Chandra tertarik jadi YouTuber karena suka nonton video-video karya orang luar © instagram.com/chandraliowChandra tertarik jadi YouTuber karena suka nonton video-video karya orang luar © instagram.com/chandraliow

Awal mula kenapa seorang Chandra Liow tertarik dengan YouTube adalah dia ternyata suka nonton video-video dari content creator luar negeri sejak tahun 2007. Dari situ, dia punya pikiran kenapa sih nggak bikin video sendiri saja daripada nonton punya orang lain.

"Awal mulanya gua buat video-video gaming, tapi sekarang udah dihapus. Sekarang fokusnya personality, fokusnya macem-macem. Maksudnya di YouTube itu elu bisa nunjukin jadi apa saja. Lo mau nunjukin jadi filmmaker bisa, musisi bisa. Makanya gua sampai sekarang stay di YouTube," cerita pemilik channel Tim2One - ChandraLiow ini.

Jatuh Bangun Jadi YouTuber dan Konten Yang Nggak Asal

Chandra mengaku dia jatuh cinta dengan dunia audio visual dan selalu antusis melihat gambar dan sinematografi yang bagus di film yang ditontonnya. Oleh karena itu video dengan sinematografi bagus selalu berusaha dia tampilkan di setiap video-videonya. Chandra nggak mau membuat video yang asal-asalan dan selalu berusaha menampilkan sesuatu yang 'Chandra Liow banget'.

"Jadi memang variasi konten-konten yang gua buat. Dari vlog, musik video, sketch comedy, ada juga macam Q n A. Semua ada elemen sinematografi yang ada di Chandra Liow gitu. Intinya, selama identitas gua nggak hilang dan gua bisa buat apa aja," katanya.

Chandra sekarang sudah dikenal banyak orang dan terlihat sukses dengan apa yang dilakukannya sekarang. Tapi tentu ada masa-masa di mana menjadi seorang YouTuber, berat baginya. Menurutnya terkenal lewat YouTube itu cepat jika videonya viral, tapi itu hanya sesaat. Belum tentu keesokan harinya, seseorang masih terkenal gara-gara video viral tersebut. 

Chandra sadar kalau kepopuleran itu hanya sesaat, sebagai seorang content creator tantangan yang dihadapinya adalah terus berkarya. Baginya, YouTuber itu baru bisa dibilang sukses kalau konsisten bikin konten terus menerus. Di situlah masa jatuh bangun bagi seorang Chandra Liow. Dia juga pernah merasa putus asa gara-gara dapat komentar yang nggak mengenakkan.

Chandra pernah down karena komentar netizen © instagram.com/chandraliowChandra pernah down karena komentar netizen © instagram.com/chandraliow

"Karena ada masa-masa, gua bikin video YouTube capek-capek tapi yang nonton dikit. Ada juga gua buat video simpel viewnya banyak. Putus asa sih nggak gara-gara viewers tapi lebih dari komentar. Jadi tahun 2012, di mana gua buat vlog dan pertama kali munculin muka gua yang ngobrol biasa.  Ketika gua bikin vlog tiba-tiba gua dapet komentar haters, komen pertama kali, jadi gua nggak pernah lupa. Komentarnya ini cukup dalem. Komentarnya: 'Ini Cina ngapain sih, sok-sok-an', gitu. Terus gua mikir dapet komentar ini gua nggak pantes nih di YouTube," cerita Chandra.

Untungnya komentar itu tak membuatnya down walau sempat vakum bikin video. Tapi akhirnya Chandra sadar, kalau yang memberi komentar itu hanya berani di Internet, ketemu langsung nggak mungkin dia bisa ngomong begitu. Kini dia tak lagi menemukan komentar-komentar negatif seperti itu lagi.

"Karena konten yang gua buat itu bisa dibilang cari aman lah. Nggak pengen terlalu provokatif, nggak terlalu cari sensasi. Kalo konten cari aman itu mikirin kualitas video yang bagus gimana. Jadi otomatis komentar nggak ada. Dari pada bikin cara sensasi, atau drama, ya itu akan datang komentar haters," ujarnya.

Setelah 8 tahun menjadi YouTuber, di 2016 Chandra ingin berkembang. Oleh karena itu dia membentuk tim yang berjumlah 6 orang. Tapi kalau punya proyek besar, Chandra mengajak beberapa orang dari luar negeri untuk kerja sama dalam membuat video berkualitas.

Dapat Uang Dari YouTube

Dapat puluhan juta dari YouTube © instagram.com/chandraliowDapat puluhan juta dari YouTube © instagram.com/chandraliow

"Sangat menguntungkan," itu jawaban Chandra saat ditanya tentang materi yang didapatnya dari YouTube.

Menurut Chandra dapat uang dari YouTube itu gampang banget, apalagi kalau ada kerja sama dengan brand. Karena dengan menaruh barang di video, Chandra bisa memberi target ditonton 200 - 300 ribu orang. Ia menyebut kenapa brand harus bayar mahal, karena Chandra akan benar-benar serius dalam membuat video produksinya dan tak akan sekedar duduk me-review. Dia tak akan mendapat banyak keuntungan dari video yang dibuatnya itu.

"Gua lebih pilih bikin produksi yang lebih besar. Dibuat kayak sketsa, di mana produksi yang dipake lebih besar. (Misal dia dapat 10 juta dari brand) Enam dari 10 itu yang gua dapet cuma empat. Itu dia, dari etika Youtuber masing-masing. Materi dengan dapet duit kerjaan elu makenya kayak gimana," kata Chandra.

Chandra lalu menjelaskan pendapat dari jumlah subscribers, view, dan lain-lain yang katanya tak menentu. "Karena emang setiap video itu bisa dimonetize namanya. Monetize itu diiklankan sebelum tayang. Jadi terserah kalian lah, bisa pilih untuk nggak dinyalain atau nyalain. Kalo di luar, itungannya 1000 view itu satu dolar. Tapi di Indonesia itu berbeda, perhitungannya beda, kecil banget. Memang nggak terlalu bisa diitung sih, misalnya video gua 900 ribu gua dapet 900 dollar, nggak juga," kata Chandra yang mengaku dapat sekitar puluhan juta dari YouTube.

Manfaat YouTube Lainnya Bagi Chandra Liow

Dari YouTube bisa main film dan nyanyi © instagram.com/chandraliowDari YouTube bisa main film dan nyanyi © instagram.com/chandraliow

Selain materi, Chandra mengaku YouTube membuka lebar jalannya di bidang lain. Seperti yang kita tahu, kini Chandra Liow bukan cuma sekedar YouTuber saja tapi juga aktor film dan penyanyi. Keuntungannya adalah dia tak perlu ikut casting untuk jadi aktor atau penyanyi. Semua itu sudah terbukti saat dia diajak berakting di film karya Raditya Dika dan diajak kolaborasi oleh Sheryl Sheinafia dalam lagu Sweet Talk.

Selain itu gara-gara YouTube, Chandra bisa bikin video sendiri. Stasiun TV juga menawarinya untuk jadi content creator karena pengalamannya sebagai seorang YouTuber.

Kalau Chandra Liow Nggak Jadi YouTuber

Tahun ini, tepatnya Juni nanti, Chandra akan berusia 25 tahun. Masih muda banget, tapi sudah penuh prestasi dan pastinya sukses. Tapi seandainya Chandra hidup di zaman 80-an saat belum ada yang namanya YouTube. Kira-kira apa yang akan dilakukan olehnya?

"Sebenernya gua dari dulu pinter matematika, waktu gua kecil dan itu udah diketahui banyak orang. Emang gua antusias banget sama matematika dari dulu gua udah diarahkan sama orangtua jadi arsitek. Ya mungkin nggak jauh-jauh dari itu, kalo gua lahir di tahun 80 gua jadi arsitek. Itu sih," jawab Chandra.

Kalau gagal juga jadi arsitek? "Gua pasti jatuhnya ke musisi, karena gua selalu antusias buat main gitar atau bass. Jadi gua sempet buat band dan band gua posisinya main di bass. Jadi lebih ke musisi," pungkasnya.

Untungnya sekarang sudah ada YouTube ya, jadi kita bisa menjadi saksi betapa kreatifnya seorang Chandra Liow. Makasih sudah berbagi-bagi konten-konten berkualitas and keep up the good work!

(kpl/far/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING