SELEBRITI

Perih dan Menyayat Hati, Ridwan Kamil Tulis Surat Cinta untuk Almarhum Emmeril Khan Mumtadz

Senin, 13 Juni 2022 15:20

Emmeril Khan Mumtadz ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Duka mendalam serta kehilangan jelas terlihat di wajah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil setelah prosesi pemakaman anaknya, Emmeril Khan Mumtadz atau Eril selesai dilaksanakan. Seperti yang kita tahu, jenazah Eril dimakamkan pada hari ini, Senin (13/6).

Hal tersebut tentu juga dirasakan oleh seluruh anggota keluarga serta orang terdekat yang turut menghadiri pemakaman. Sebagai ayah, Ridwan Kamil sempat menyampaikan sebuah tulisan tentang mendiang putranya itu di sela sambutannya.

Membacakan suratnya di Islamic Centre Baitul Ridwan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil berhasil menyentuh hati semua orang yang hadir di pemakaman Eril. Penasaran seperti apa isi pesan yang menyayat hati itu?

1. Pesan Cinta untuk Eril

"Kematian Eril merupakan kehilangan yang sungguh dahsyat dalam momentum waktu yang nyaris sejajar, kami merasakan kehilangan yang paling besar tapi seketika itu juga kami merasa dilimpahi kasih yang akbar. Izinkan saya menyampaikan sepenggal rasa cinta, siapa itu Eril dan apa hikmah dari kepergian Eril.

14 hari bisa terasa pendek dalam hidup rutin yang sehari-hari, tapi 14 hari ini menjadi begitu panjang dalam kehidupan kami. Kami bertanya-tanya mengapa harus selama ini ya Allah, mengapa tidak lebih cepat agar semua lekas berlalu, supaya kami yang hidup tidak terlalu lama mengharu biru, tapi waktu adalah rahasia Allah yang mustahil bisa dipecahkan apalagi menyangkut tentang kelahiran dan kematian.

Waktu adalah relatif, begitulah kata orang-orang yang arif, dan akhirnya kami menerimanya dengan hati yang lapang, sebab kami bisa menemukan banyak sekali petunjuk yang terang. Dalam rentang 14 hari yang sejujurnya sangat melelahkan, namun kami pun mendapat banyak pelajaran dan menerima kearifan, tentang hidup Eril yang secara kasat mata rasanya terlalu singkat, tapi setelah dicermati ternyata kehidupannya sangat padat penuh manfaat," kata Ridwan Kamil.

2. Ikhlaskan Kepergian Eril

Ridwan Kamil pun melanjutkan, "23 tahun mungkin belum cukup untuk menghasilkan karya-karya yang besar, namun terbukti ternyata memadai untuk menjadi manusia yang dicintai dengan akbar. Kami belajar tentang hidup yang tidak semata terdiri atas lamanya hari, tapi tentang tiap hela napas yang dipakai berbuat baik walau kecil dalam sehari-hari.

Kami mengikhlaskan Eril pergi karena kami akhirnya menyadari bahwa Allah telah mencukupkan seluruh amal-amalnya untuk menutupi kemungkinan bertambah kekhilafannya. Mungkin akan berat, tapi kami sebenarnya sudah menyiapkan hati kalau kami tak akan pernah lagi melihat lagi jasadnya untuk terakhir kali, bukankah Eril lahir di New York yang berada jauh di seberang, mengapa tidak jika ia wafat di Swiss yang jauhnya juga tidak berbilang.

Bukankah tiap sejengkal tanah adalah milik Allah yang menentukan segala pergi dan pulang. Luncuran doa yang dipanjatkan dari berbagai penjuru negeri adalah limpahan pertanda yang lebih dari cukup bagi kami untuk yakin barangkali Allah memang yang menghendaki agar kepulangannya disambut baik oleh langit dan bumi."

3. Ungkapan Terima Kasih

"Bagaimana mungkin kami tidak merasa dilimpahi oleh rahmat dan kurnia saat jenazah yang terbaring ini, berada di air berhari-hari masih utuh lagi sempurna, itulah salah satu keyakinan kami bukti adanya mukjizat yang akhirnya Alhamdulillah kami diberi sempat untuk melihat tanda kekuasaan Allah sang pemberi berkat, pelajaran bagi kita yang beriman, dan yang pandai membaca isyarat. Kematian Eril, merupakan kehilangan yang sangat telak juga pengalaman yang sungguh dahsyat dalam momentum waktu yang nyaris sejajar, kami merasakan kehilangan yang paling besar, tapi seketika itu juga kami merasa dilimpahi kasih yang akbar.

Terakhir kami sangat bersyukur dianugerahi seorang putra yang dalam hidupnya, bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada kami sang orang tua. Terima kasih, hatur nuhun, jazakallah khairun katsiran, atas segala cinta doa yang dipanjatkan untuk ananda Eril almarhum, semoga Allah membalas berlipat-lipat kebaikan Anda semuanya," ungkap Ridwan Kamil sambil membacakan tulisan cinta untuk almarhum putranya.


REKOMENDASI
TRENDING