SELEBRITI

Quraish Shihab Ungkap Fatwa yang Tidak Mewajibkan Salat Jumat di Masjid

Jum'at, 20 Maret 2020 12:10

Quraish Shihab © Istimewa

Kapanlagi.com - Kampanye #dirumahaja saat ini sudah banyak dilakukan masyarakat untuk menghindari penyebaran virus corona. Namun hal ini menjadi pro kontra mengingat adanya aktivitas salat Jumat yang harus dilakukan di masjid.

Menyikapi hal tersebut, Najwa Shihab mengunggah sebuah video terbarunya bersama sang Abi, Quraish Shihab. Mantan pembawa berita Metro TV ini pun menanyakan apakah salat Jumat masih diwajibkan ke masjid jika kondisinya seperti sekarang.

Quraish Shihab pun menjelaskan bahwa terdapat fatwa yang tidak mewajibkan salat Jumat di masjid. Namun tentunya harus sesuai dengan syarat-syarat berikut.

 

1. Penjelasan Fatwa

Pada awal video, Najwa menjelaskan terlebih dahulu bahwa saat ini masyarakat sudah diharuskan memperbanyak aktivitas di rumah mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah. Ia pun menanyakan apakah masih ada kewajiban untuk salat Jumat di masjid mengingat kondisinya seperti saat ini.

Quraish Shihab pun menjelaskan bahwa semua orang memang sudah sepakat bahwa virus corona membahayakan jiwa manusia. Maka dari itu perlu mengambil langkah yang tepat untuk menghindari hal tersebut.

"Dari sini, agama menyatakan bahwa ketika melaksanakan salat Jumat berkumpul orang-orang yang bisa mengalami penularan atau memberi penularan terhadap orang lain. Maka, ulama-ulama memberi fatwa bahwa tidak dianjurkan bagi mereka yang khawatir akan terjadinya dampak buruk terhadap kesehatan. Tidak dianjurkan bagi mereka untuk hadir dalam salat-salat berjamaah bahkan salat Jumat. Itu fatwa bukan saja dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia tetapi juga oleh ulama-ulama di Al-Azhar," jawab Quraish Shihab.

2. Pernah Terjadi di Zaman Nabi

Sebagai orang yang memiliki wawasan luas tentang agama, Quraish Shihab juga mengatakan bahwa Islam adalah agama selalu memberikan kemudahan. Segala sesuatu yang mengakibatkan kesulitan maka selalu diupayakan untuk menghindarinya.

"Dulu, pada zaman sahabat-sahabat Nabi pernah terjadi hujan lebat sehingga jalan becek. Azan ketika itu diubah redaksinya. Kalau dalam azan ada kalimat yang menyatakan 'Hayya' alashholaah', 'Mari melaksanakan salat'. Maka panggilan ketika itu berbunyi, 'Salatlah di rumah kalian masing-masing'," ujar Quraish Shihab.

"Ini bukan berkaitan dengan keselamatan jiwa tapi berkaitan dengan kesehatan dan kemudahan. Karena itu pula, menurut sabda Nabi orang-orang yang memberi aroma tidak sedap dilarang untuk mendekati masjid. 'Siapa yang makan bawang maka jangan mendekati masjid Nabi'. Kalau aroma buruk saja yang menyandangnya mendekat, apalagi orang-orang yang dapat menimbulkan mudarat bagi kesehatan (harus dihindari). Itu pandangan agama," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING