Saksi Ahli Bahasa Ini Ringankan Farhat Abbas Vs Ahmad Dhani

Senin, 25 Januari 2016 23:00 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Saksi Ahli Bahasa Ini Ringankan Farhat Abbas Vs Ahmad Dhani Farhat Abbas/©KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Persidangan Farhat Abbas dan Ahmad Dhani memasuki babak baru. Seorang saksi ahli bahasa didatangkan untuk menilai tweet-tweet yang dilontarkan Farhat atas musibah yang menimpa putra bungsu Dhani, AQJ, dua tahun silam. 

Saksi ahli tersebut tidak banyak berkomentar soal kasus dan putusan yang akan diambil majelis hakim. Ia benar-benar memandang kasus yang tak kunjung selesai ini dari sudut pandang bahasa. 

"Jadi tadi akan diungkap fakta seutuhnya, saya memandang dari ketatabahasaan. Dalam hal ini, jika ada fakta-fakta baru dan itu harus dianalisa secara linguistik kesimpulannya sesuai dengan fakta-faktanya. Pun bahasanya, jika saya ditanya saat ini saya jawab seperti ini. Namun jika di lain hari ada fakta yang mengungkap peristiwa yang saya katakan, dimungkinkan maknanya berubah," jelas Krisnajaya, saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ahli bahasa ringankan posisi Farhat Abbas/©KapanLagi.com®/Sahal FadhliAhli bahasa ringankan posisi Farhat Abbas/©KapanLagi.com®/Sahal Fadhli

Krisna tak berani menyimpulkan apakah tweet yang ditulis Farhat akan langsung menempatkannya pada posisi bersalah. "Itu kesimpulan majelis nanti. Tetapi dilihat dari sudut pandang linguistiknya, bahwa perkataan bangkrut itu sudah diposting dari sebelumnya, itu adalah dasar sebagai perkataan Farhat di Twitter," ungkapnya.

Kehadiran Krisna rupanya meringankan posisi Farhat yang selama ini selalu dihujat banyak pihak. "Jadi serta-merta farhat tidak mengatakan Dhani bangkrut. Dan ada fakta-fakta yang lain seperti anak durhaka, dikatakan pengacara Farhat Abbas sebelumnya dari orangtuanya sendiri mengatakan anak durhaka, secara sepintas.

Krisna pun mengambil kesimpulan bahwa perilaku kehormatan bisa berubah-ubah seiring maksud dan tujuan. "Perilaku kehormatan itu bisa berubah menjadi penghinaan dan pencemaran nama baik dan fitnah. Tentu tiga-tiganya punya ciri yang berbeda," tutupnya.

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING