Taat Bayar Pajak, Dewi Sandra Belum Puas Kinerja Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2015 11:15 Penulis: Ahmat Effendi
Taat Bayar Pajak, Dewi Sandra Belum Puas Kinerja Pemerintah Dewi Sandra ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Tidak seperti kebanyakan orang di Indonesia, artis Dewi Sandra mengaku selalu tepat waktu saat membayar pajak. Pemain AIR MATA SURGA ini juga tak pernah punya masalah dengan pajak, sebab ia selalu membayar pajak sendiri meski tanpa bantuan konsultan pajak.

"Alhamdulillah nggak pernah (lupa bayar pajak). Saya tidak punya masalah sama sekali dengan pajak, karena aku adalah orang yang sangat detail. Kita harus pro aktif juga, namanya kita mengeluarkan sesuatu kita harus tau itu hak kita benar atau tidak. Hitam di atas putih semuanya kan ada," ujarnya saat ditemui di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada (12/10).

Meski selalu tepat waktu bayar pajak dan salah satu sumber pemberi pajak terbesar, Dewi tak merasa bangga. Baginya, ia hanya menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

Dewi Sandra, selalu taat bayar pajak. ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaDewi Sandra, selalu taat bayar pajak. ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Ya (entertainer/artis) salah satu yang terbesar (pajaknya). Saya rasa untuk jadi bangga atau tidak bukan itu poinnya. Poinnya adalah menjalankan kewajiban kita aja. Kita juga mendapatkan banyak fasilitas. Apalagi yang harus dibanggakan. Kita harus bekerja dengan jujur, dengan ikhlas, dengan keterbukaan dengan transparan. Sistemnya diperbaiki," kata artis 35 tahun itu.

Namun, Dewi justru merasa belum puas dengan kinerja pemerintah saat ini walaupun dirinya sudah taat bayar pajak masih banyak fasilitas yang tidak sesuai. Menurutnya masyarakat berhak untuk memberikan kritiknya kepada negara, seperti yang dilakukannya.

"Sering (kritik) lewat sosial media. Saya punya keluarga yang bukan orang Indonesia. Kita belajar dari luar negeri. Mereka bisa foto jalan yang lubang. Kita juga berhak (menuntut negara) karena kita telah menjalankan kewajiban kita. Di Indonesia, sebagai pembayar pajak kenapa jalanan kita masih berlubang atau trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki dipergunakan oleh motor," pungkasnya.

(kpl/rhm/sjw)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING