Terjerat Banyak Kasus, Aa Gatot Brajamusti Batal Umrah Bersama Keluarga

Selasa, 13 Februari 2018 20:30 Penulis: Rahmi Safitri
Terjerat Banyak Kasus, Aa Gatot Brajamusti Batal Umrah Bersama Keluarga Aa Gatot Brajamusti © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Kasus hukum yang dialami oleh mantan Ketua PARFI, Aa Gatot Brajamusti, masih berlanjut. Pria yang punya padepokan ini disebut-sebut melakukan perbuatan asusila kepada muridnya serta disebut punya senjata api ilegal. Selasa (13/2/2018), diadakan sidang untuk pembacaan keputusan kepemilikan senjata api, tapi ditunda.

Soal penundaan keputusan ini, Aa Gatot mengaku itu bukan urusannya. Sambil bercanda, dia malah berharap agar sidang keputusan ditunda sampai tiga tahun lagi. Hal ini karena Aa Gatot mengaku kangen dengan keluarga dan melewatkan momen bersama orang-orang tersayang.

"Yang jelas ketinggalan umrah bersama. Mestinya ya, jadinya nggak jadi karena nungguin (saya). Iya ditunda sampai kasus selesai. Ya ingin bebas, ingin pulang saya," kata Aa Gatot ditemui di PN Jaksel, Selasa (13/2).

Aa Gatot ingin bebas © KapanLagi.com®/Budy SantosoAa Gatot ingin bebas © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Alasan penundaan keputusan ini kemudian dijelaskan oleh Hadiman, Jaksa Penuntup Umum (JPU) di PN Jaksesl. Menurut sang jaksa, hal tersebut tak bisa dihindari karena tuntutan untuk Aa Gatot belum siap karena masih ada proses berjenjang yang harus dilalui dan itu semua memerlukan waktu.

"Mulai Kejari, Kejati sampai Kejagung. Karena kasus ini menarik perhatian publik, jadi harus sampai ke Kejaksaan Agung. Kalau kasus biasa cuma sampai Kejati. Senpi ancamannya kan hukuman mati. Nanti kita lihat aja lah tanggal 22 Februari," jelas Hadiman.

Selain kepemilikan senpi dan asusila, Aa Gatot juga terkena kasus narkoba saat digerebek di sebuah hotel di Lombok beberapa waktu lalu. Kasus tersebut sudah mendapat vonis, lalu di mana Aa Gatot akan menjalani hukumannya terkait dengan narkoba? "Itu tergantung Kementerian Hukum dan HAM. Bisa di Lombok bisa juga di Jakarta," pungkas Hadiman.

(kpl/pur/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING