SELEBRITI

Tutup Pintu Damai, Pihak Label ProAktif Siap Hadapi Gugatan Rp 100 Miliar dari Syakir Daulay

Selasa, 28 Juli 2020 19:15

Syakir Daulay / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Label ProAktif mengaku sudah membuka pintu perdamaian sebelum dugaan wanprestasi diperkarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebelum ada kata damai, Syakir Daulay justru mengajukan gugatan perdata terhadap ProAktif dan dua pihak lain, yakni YouTube dan Google, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pesinetron berusia 18 tahun itu menuntut ganti rugi terhadap Agi Sugiyanto, pemilik ProAktif, sebesar Rp 100 miliar. Sementara itu, Abdul Fakhridz Al Donggowi, kuasa hukum Agi Sugiyanto dan ProAktif, menyatakan, sejak awal kasus ini tersebar luas, kliennya membuka perdamaian dengan Syakir Daulay.

"Penggugat (Syakir Daulay) malah minta ganti rugi," kata Abdul Fakhridz Al Donggowi setelah sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

1. Channel Youtube Syakir Daulay Sudah Dibeli?

Abdul Fakhridz mengatakan, ProAktif sudah membeli kanal YouTube milik Syakir Daulay yang dipersoalkan itu. Tak hanya itu, ProAktif bahkan mengaku telah membayar penghasilan bulanan dari adsense yang didapatkan dari kanal YouTube tersebut kepada Syakir Daulay.

"Kami membeli kanal YouTube dan memberikan royalti ke dia (Syakir Daulay) sebesar 15 persen. Total nilai yang sudah di transfer ke Syakir Daulay pada April dan Mei 2020 sebesar Rp 27 juta," ujarnya.

2. Tak Akan Buka Mintu Maaf untuk Syakir Daulay

ProAktif menjadi kesal setelah Syakir Daulay yang telah dibesarkannya di industri hiburan Indonesia justru 'menyerang' hingga mengajukan gugatan perdata di pengadilan.
ProAktif tidak akan lagi membuka pintu damai dengan Syakir Daulay.

Selain itu, Mengenai gugatan Rp 100 miliar, ProAktif menganggap jumlah itu berlebihan dan Syakir Daulay sudah berhalusinasi. Pihak Proaktif siap menghadapai Syakir Daulay dalam persidangan.

"Kami siap menghadapi dan menjalani sidang. Kalau Syakir bisa dinilai seharga 100 miliar, bisa saja klien kami itu lima kali lipat dari tuntutannya itu," ujar Abdul Fakhridz.


REKOMENDASI
TRENDING