SELEBRITI

Yusuf Mansur Digugat 98 Triliun Rupiah Atas Dugaan Investasi Bodong, Ini Rincian Detail Kerugian Sang Pelapor

Kamis, 13 Januari 2022 23:09

Ustaz Yusuf Mansur digugat secara perdata / Credit Foto: KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Setelah mendapat tiga gugatan terkait investasi bodong di PN Tangerang, pendakwah Ustaz Yusuf Mansur digugat secara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Zaini Mustofa yang merupakan seorang pengacara sebagai pelapor, menggugat kasus dugaan wanprestasi yang dilakukan Ustaz Yusuf Mansur.

Dalam gugatan yang dilayangkan Selasa (11/1) tersebut, Zaini turut menuntut PT Adi Partner Perkasa (tergugat 1), Adiansyah (tergugat 2), BMT Darussalam Madani (tergugat 4), dan Yayasan Program Pembibitan Penghafal Al Qur'an Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an (turut tergugat). Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 28/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL dan diagendakan sidang pertama pada 15 Februari 2022.

Dalam gugatan tersebut, Zaini Mustofa, meminta ganti rugi materil senilai kurang lebih 98 triliun rupiah dan kerugian imateril sebesar 100 miliar rupiah.

1. Detail Kerugian Sang Penggugat

Ditemui di Cafe Kopi Bangsa Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan, Kamis (13/1), Zaini sedikit merinci kerugian yang ia terima sampai harus melayangkan permintaan ganti rugi hingga 98 triliun rupiah.

"Saya sebagai investor menyerahkan uang 80 juta rupiah pada tahun 2009 dengan janji bunga 11,2 persen per bulan. Pada Januari tahun 2010, keuntungan investasi saya itu mulai tidak dibayarkan. Semua ada itung-itungannya. Kalau gak ada saya gak berani gugat ke Pengadilan Jakarta Selatan," papar Zaini.

2. Sempat Ada Pertemuan

Di tahun 2010, diadakan pertemuan dengan Ustaz Yusuf Mansur. Dalam pertemuan tersebut, ia berjanji akan mengganti ganti rugi. Tapi menurut keterangan Zaini, janji itu tidak ditepati hingga saat ini.

"Sempat ada pertemuan di 2010. Tapi janji untuk ganti rugi sampai saat saya bikin gugatan belum terpenuhi. Sejak pertemuan itu tidak ada komunikasi lagi," ujarnya.

3. Wadah Bagi Penggugat Ustaz Yusuf Mansur

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, mengaku siap mendampingi mereka yang mengaku korban dari Ustaz Yusuf Mansur. Namun, ia menegaskan bahwa SDR bukan hanya terbuka untuk mereka yang menggugat Ustaz Yusuf Mansur saja.

"Wadah ini terbuka bagi siapa saja yang menjadi korban investasi bodong. Juga perlu digarisbawahi, meskipun tercetus dari penggugat Yusuf Mansur CS, namun wadah ini terbuka untuk siapa saja," jelas Hari Purwanto.

4. Harapkan Perhatian dari Presiden

Terakhir, Zaini pun berharap bahwa kasus ini dapat perhatian penuh dari Pemerintah hingga Presiden. Pasalnya, menurut Zaini kasus ini sudah merugikan banyak orang, bahkan sampai ribuan.

"Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kapolri, semoga kasus ini diberi perhatian khusus. Karena ini sudah memakan korban ratusan bahkan ribuan orang," harap Zaini.


REKOMENDASI
TRENDING