Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Episode 666, Tayang 16 Mei 2019

Kamis, 16 Mei 2019 10:43 Penulis: Canda Permana
Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Episode 666, Tayang 16 Mei 2019 Sinetron Orang Ketiga (credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Ivan pusing gimana caranya beliin kursi roda buat Diah. Ivan malah liat depan tempat event pameran kesehatan yang diadakan oleh EO Vino. Ivan tertegun liat ada kursi roda termasuk yang dipamerkan. Dan ada yang disimpan di sisi lain. Ivan tampak di sisi lain, mau nyuri kursi roda yang ga dipajang… ternyata Caca yang jadi ob dan urus-urus even itu malah liat Ivan yang mau nyolong kursi roda. Caca langsung teriakin Ivan… tapi ga ada yang dengar karena lagi ada suara sound keras lagi ada demo alat kesehatan apalah. Jreng! Ivan kaget. geram karena Caca mergokin dia. Ivan tapi tetap kabur bawa kursi roda itu. Caca kejar Ivan. Caca dan Ivan kejar kejaran. Sampai Ivan malah geram. Ivan sengaja berheti. Caca tangkap Ivan. tapi ternyata Ivan malah cengkeram Caca sampai Caca kesakitan banget. Ivan yang geram dan dendam sama Caca mau bikin perhitungan sama Caca. Ivan di sini juga geram karena dia yakin itu Yuni dan masih dendam soal Adit. Caca kaget dan panik. teriak minta tolong. Pas itu sound juga berhenti jadi teriakan Caca kedengaran. Jreng! vVno dan dimas kaget liat Ivan lagi cengkeram Caca dan mau nyakitin. Vino dan Dimas ga berani mendekat karena Ivan ancam banget. heboh. Putra dan Novi datang ke sana karena mau ketemu Vino untuk bicarakan masalah pernikahan mereka. Jreng! putra kaget banget liat Caca lagi mau dicelakain Ivan. Putra refleks langsung nolongin Caca tanpa memedulikan keselamatan sendiri tapi tetap menjaga keselamatan Caca. Putra dan Ivan sampai fight yang seru di sini. tapi lalu Imron cs juga datang dan bantu meringkus Ivan. jreng! Ivan geram banget.

Vino marahin Ivan yang nyolong di eventnya! Pake nyolong kursi roda lagi! Rudi pas ke sana juga buat kontrol event dan web penjualan alat kesehatan itu. Eudi kaget pas liat Ivan ditangkap. Nyolong kursi roda. Deg! Rudi jadi tau itu buat Diah. karena Rudi tau kemarin anak Ivan celaka sampai cacat. Vino kaget pas dengar hal itu. karena Vino juga kenal dan sayang sama Diah. Vino minta maaf ke Ivan. Rudi malah bilang kalau Ivan perlu kursi roda buat Diah ambil lah. Ga apa apa. biar Rudi yang tanggung. Tapi Ivan udah kadung geram. Ivan malah marah-marah ga mau dikasihani. Ivan malah lempar kursi roda itu sampai ringsek dan nyaris kena Caca. Putra refleks lindungin Caca lagi. deg! Novi tercekat. Putra geram dan marah ke Ivan. tapi Rudi tenangn dan minta Ivan pergi dari sana. Ivan pergi dengan geram sambil ancam Caca. sebut Caca itu Yuni. Putra dengan tegas bilang dia bukan Yuni! tapi Ivan yakin itu Yuni!! Orang yang udah bunuh anaknya! Karena hubungan laknatnya dengan Aris! jreng! Caca tertohok. Dan berkaca kaca. Agak gemetaran. Tapi berusaha biasa. Ivan pergi dengan geram. Novi tercekat liat putra tolong Caca sampai segitunya. Terlebih saat putra tanya Caca ga apa-apa, deg! Novi ga rela. Novi langsung ehem dan ambil alih. Sok perhatian ke Caca. Caca bilang dia ga apa-apa. Caca pamit permisi pergi. Caca ingat kata kata ivan soal Yuni yang udah bikin Adit meninggal karena hubungan laknat dengan Aris. Caca berkaca kaca bingung, kenapa laki laki tadi bisa bicara seperti itu? jadi hubungan yuni dan aris di masa lalu, udah bikin anak laki laki itu dan anak yuni meninggal? caca berkaca kaca bingung.

Afifah mau beli obat buat kiara. Nyetir mobil Rangga yang ga lancar banget deh karena belum lama lahiran juga. Jadi tambah ajrut ajrutan. Rudi nyetir masih kepikiran kehebohan Ivan tadi. takut Ivan akan apa-apain Afifah lagi. Tau tau. Jduk! Mobil Rudi malah ada yang nabrak. Rudi kaget. Afifah di mobil kaget pas sadar dia nabrak mobil. Afifah dan Rudi sama sama turun. Afifah dan Rudi saling kaget. Afifah minta maaf karena udah nabrak Rudi. Rudi kaget kenapa Afifah udah nyetir. Afifah cerita singkat. Harus cari obat buat Kiara dan samperin Kiara yan lagi nginep di rumah Aris. Rudi kaget. Rudi akhrnya mau nyetirin Afifah. Pake mobil Rangga aja. biar mobil rudi nanti asisten yang ambil. Afifah kaget dan ga enak. Tapi rudi ngotot. Dan bilang Afifah harus pikirin keselamatannya juga. Afifah itu baru punya dua bayi dan suami Afifah ga ada kabarnya! Deg! Afifah jadi nangis… rudi jadi serba salah. minta Afifah jangan nangis. Afifah tuh dari dulu cengeng amat sih! gampang nangis! rudi malah jadi ngomel-ngomel lucu. Afifah trus nangis.

Rudi drop Afifah ke depan rumah Aris. Udah beli obat. Afifa mau turun. Rudi bilang biar dia di mobil aja ga mau timbulin salah paham. Anggap aja dia sopir. Afifah turun. Afifah kasih obat ke Kiara. Malah dengar Kiara dan Rosy bahas soal ibu Caca tadi. Afifah kaget. Dan serba salah. Coba jelasin ke Afifah kalau Rosy juga sekarang ini udah sama Dimas. Kiara kaget tapi tetep ga mau dengar dan bilan Rossy harus sama Aris. Afifah bingung. Tapi Rosy tenangin Afifah. Dan minumin obat ke Kiara. Rosy antar Afifah ke depan. Afifah ga enak ke Rosy karena Kiara terus desak Rosy dan Aris bersama. Afifah sendiri lebih ingin Rosy yang jadi ibu sambung Kiara. Tapi Afifah ga berhak ikut Campur. Rosy tampak sedih. Afifah tatap Rosy dan tanya kalau memang Rosy lebih ingin sama Aris kenapa tetap sama Dimas? Rosy berkaca-kaca dan bilang itu pesan terakhir ibunya ke dimas. dan Rosy harus tepati. Afifah sedih. Afifah hibur Rosy. Tapi lalu Rosy liat Rudi yang lagi nunggu Afifah di depan. Rosy kaget. Afifah buru-buru jelasin dan minta Rosy jangan salah paham. Afifah bilang ke Rosy dia mana mungkin bisa berpaling dari Rangga…. Justru di saat Rangga ga ada seperti ini Afifah jadi makin sadar betapa besar cinta dia sama Rangga. deg! Rosy tercekat. menyadari betapa besar juga cinta dia ke Aris.

 

(kpl/sctv/CDP)

Editor:

Canda Permana


REKOMENDASI
TRENDING