in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Anak Ditangkap Terkait Narkoba, Rita Sugiarto Mengaku Kecolongan

Senin, 24 Mei 2021 21:08

Rafie Zimah / Credit Foto: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Pedangdut Rita Sugiarto mengaku kecolongan ketika mendengar sang anak, Rafie Zimah ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Sejatinya sebagai orangtua, Ia selalu waspada dengan maraknya peredaran narkoba. Rita bahkan sering meminta anaknya untuk menjalani tes urine guna memastikan jika buah hatinya itu memang tidak terpengaruh obat-obatan terlarang.

"Namanya orang tua, setidaknya waspada, ada rasa cemas. Seperti saya ini kan single parent ya, sebagai bapak sebagai ibu juga, jadi saya kepikiran, 'Ah saya pengin tes dia ah'," ungkap Rita Sugiarto di kawasan Tendean, Jakarta, Jumat (21/5).

1. Hasil Tes Urine Selalu Negatif

Selama ini, dikatakan Rita, hasil tes urine sang anak selalu dinyatakan negatif narkoba. Oleh sebab itu, ia mengaku kecolongan saat mengetahui Rafie Zimah ditangkap.

"Dalam keadaan negatif, kemudian beberapa waktu lagi saya tes lagi negatif, jadi ini benar-benar kecolongan. Kalau dia ngaku udah lama (pakai narkoba), bagus lah, jujur faktanya memang dia sempat negatif tapi seperti ini, ini kecolongan," tuturnya.

2. Pesan untuk Sang Anak

Kini, Rita hanya berharap anaknya yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, mau bertaubat dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

"Untuk anak saya, semoga bertobat. Buat semuanya ini narkoba masalah kita semua jangan mencoba narkoba. Buat yang sudah teranjur harus tobat berhenti selamanya," tuturnya.

3. Kronologi Penangkapan Rafie Zimah

Seperti diketahui, Rafie Zimah ditangkap unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada hari Senin (17/5) sekitar pukul 16.00 WIB di Villa Sri Manganti, Ciracas, Jakarta Timur. Dari penangkapan itu, ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 0,9 gram beserta peralatan alat hisap sabu.

Rafie yang positif mengonsumsi sabu mengaku sudah 3 tahun belakangan mengonsumsi sabu, terancam hukuman penjara paling lama 4 tahun. Ia dijerat dengan Pasal 127 ayat (1) Undang Undang RI no. 35 tahun 2009.


REKOMENDASI
TRENDING