in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Zaskia Gotik Curhat Soal Masa Kecil yang Nelangsa di Panggung DAA4

Kamis, 15 November 2018 16:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Zaskia Gotik © Kapanlagi/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Sebelum menjadi penyanyi dangdut kondang seperti sekarang, saat kecil Zaskia Gotik melewati masa-masa yang berat. Keadaan itu membuatnya terpacu mengubah nasib. Ia ingin membahagiakan ibu dan bapaknya.

Mendengar kisah nelangsa seorang biduan yang berjuluk Goyang Itik ini, beberapa orang penonton yang berada di studio 5 Indosiar yang menjadi penonton result show Top 24 Group 3 Dangdut Academy Asia 4 (DAA4) ikut terharu. Mereka kagum dengan perjuangan Neng, begitu dia biasa disapa, yang bisa mengubah nasib menjadi seorang biduanita kondang.

Menjadi seorang biduan membuat perempuan bernama asli Surkianih ini bisa mengangkat derajat orang tuanya. “Abah saya dulu tukang bangunan yang bikin rumah. Kalau pas ada kerjaan ya kami bisa makan, kalau abah sedang engga ada kerjaan makannya cuma nasi dengan garam saja,” kata Gotik.

1. Kurang Beruntung

Gotik menceritakan keadaan ini kepada Selfi dengan maksud untuk memberikan semangat. Nasih kurang beruntung tak harus disesali. Yang harus dilakukan adalah berbenah agar nasib itu bisa berubah.

“Saya dan keluarga kami sering banget dihina. Nanum kita engga harus diam. Saya masih ingat dengan orang yang sering menghina keluarga kami dahulu. Sekarang nasib sudah berubah malah orang yang menghina kami sekarang kami bantu,” katanya.

Gotik mengisahkan, waktu dia kecil rumah mereka adalah rumah yang paling jelek di kampungnya. Kalau hujan lebat banjir sudah menjadi langganan.

2. Langganan Banjir

“Saat banjir kami semua ngumpul di atas bale-bale untuk berlindung dari banjir. Tahu kan bale-bale? Itu tempat tidur tampa kasur yang terbuat dari bambu yang susun menyerupai meja berukuran besar,” katanya.

Unaina Arshad, presenter DAA4 asal Malaysia ikut terharu mendengarkan kisah nelangsa pemilik tembang Cukup Satu Menit itu. “Ternyata sedih sekali nasih Mbak Gotik di masa kecil. Syukurlah sekarang semuanya sudah berubah,” Yana, begitu jawara kontes Puteri Muslimah Asia 2018 itu biasa disapa.

3. Tidak Cepat Puas

Perempuan kelahiran Bekasi, 27 April 1990 ini berpesan pada Selfi dan peserta DAA4 lainnya atau siapa pun yang kini ingin menekuni profesi sebagai penyanyi, untuk tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraih kini.

“Untuk Selfi dan siapa pun yang ingin sukses, jangan cepat puas dengan apa yang sudah diraih saat ini. Terus berjuang dan menghasilkan karya yang terbaik. Yang penting harus jadi diri sendiri, engga usah jadi orang lain,” begitu Zaskia Gotik memberi saran.

(kpl/edy/frs)


REKOMENDASI
TRENDING