10 Negara dengan Cyber Security Terbaik di Dunia, Indonesia Masuk Daftar?

10 Negara dengan Cyber Security Terbaik di Dunia, Indonesia Masuk Daftar?
Negara dengan Cyber Security Terbaik di Dunia

Kapanlagi.com - Keamanan siber atau cyber security semakin menjadi bagian penting dari ketahanan sebuah negara. Perkembangan layanan digital, transaksi daring, pemerintahan elektronik, hingga penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari membuat negara harus memiliki kemampuan untuk melindungi sistem dan infrastrukturnya dari berbagai ancaman digital. Untuk melihat kesiapan tersebut, salah satu indeks yang dapat dijadikan rujukan adalah National Cyber Security Index (NCSI) yang dikembangkan oleh e- Governance Academy. NCSI menyediakan pemeringkatan negara berdasarkan tingkat kesiapan mereka dalam menghadapi ancaman siber.

Berdasarkan ranking NCSI terbaru, Albania menempati posisi pertama dengan skor 98,33, disusul Czechia yang juga memperoleh skor 98,33. Kanada dan Estonia berada di posisi berikutnya dengan skor masing-masing 96,67, sedangkan Finlandia berada di peringkat kelima dengan skor 95,83. Dengan demikian, daftar negara dengan cyber security terbaik tidak semata-mata didominasi negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia, tetapi juga mencakup negara yang berhasil membangun kapasitas keamanan siber nasional yang kuat.

Lantas mana saja negara dengan cyber security terbaik di dunia? Di mana posisi Indonesia dalam daftar tersebut? Melansir dari National Cyber Security Index (NCSI), Kamis (13/8/2026), simak ulasan informasi KapanLagi.com berikut ini.

1. Albania

Albania menempati peringkat pertama negara dengan cyber security terbaik berdasarkan NCSI dengan skor 98,33. Angka tersebut menjadikan Albania sebagai negara dengan skor NCSI tertinggi dalam ranking terbaru. Albania tercatat memiliki Digital Development Level sebesar 62,34, sehingga terdapat selisih positif 35,99 poin antara skor NCSI dan DDL. Data tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan indikator NCSI, kapasitas keamanan siber Albania dinilai sangat tinggi dibandingkan tingkat perkembangan digital yang tercatat dalam indeks.

Posisi Albania cukup menarik karena negara ini mungkin tidak selalu menjadi nama pertama yang muncul ketika membicarakan negara dengan teknologi dan keamanan digital paling maju. Namun, pemeringkatan NCSI menunjukkan bahwa kemampuan keamanan siber nasional tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar ekonomi atau seberapa tinggi tingkat digitalisasi sebuah negara. Kapasitas dalam membangun kebijakan, kelembagaan, kesiapan, dan kemampuan menghadapi berbagai ancaman siber juga menjadi bagian penting dari penilaian.

Dengan skor 98,33, Albania bahkan berada di posisi teratas meskipun memiliki DDL 62,34. Hal ini memperlihatkan adanya fokus yang kuat terhadap pembangunan kapasitas keamanan siber nasional. Karena itu, Albania menjadi contoh menarik bahwa peningkatan keamanan siber dapat menjadi agenda strategis tersendiri, terutama ketika sebuah negara terus memperluas penggunaan teknologi digital.

2. Czechia

Czechia berada di peringkat kedua dengan skor NCSI 98,33, sama persis dengan Albania. Czechia tercatat memiliki Digital Development Level sebesar 72,93, sehingga selisih antara skor NCSI dan DDL mencapai 25,40 poin. Dengan skor hampir sempurna tersebut, Czechia termasuk negara dengan kapasitas keamanan siber nasional paling tinggi dalam pemeringkatan NCSI terbaru.

Posisi Czechia memperlihatkan kuatnya kapasitas keamanan siber negara tersebut berdasarkan indikator NCSI. Dalam menghadapi ancaman digital, negara membutuhkan lebih dari sekadar teknologi keamanan. Kerangka kebijakan, kelembagaan, kesiapan nasional, serta kemampuan untuk merespons insiden menjadi bagian penting dari ekosistem keamanan siber. Karena itu, skor tinggi Czechia menunjukkan bahwa keamanan digital telah menjadi bagian penting dari kapasitas nasional yang dinilai NCSI.

Menariknya, meskipun Albania dan Czechia sama-sama memperoleh skor 98,33, NCSI mencatat Albania di peringkat pertama dan Czechia di peringkat kedua. Jadi, untuk penulisan artikel sebaiknya jangan menyebut Albania dan Czechia sebagai dua negara yang sama-sama berada di peringkat pertama. Berdasarkan tabel resmi NCSI, Albania tetap tercantum di nomor 1, sedangkan Czechia di nomor 2.

3. Kanada

Kanada berada di peringkat ketiga dengan skor NCSI 96,67. Negara ini memiliki Digital Development Level sebesar 78,14, dengan selisih antara NCSI dan DDL sebesar 18,53 poin. Kanada menjadi salah satu negara dengan skor keamanan siber tertinggi dan berada tepat di bawah Albania serta Czechia dalam ranking terbaru.

Sebagai negara dengan ekosistem digital yang berkembang, keamanan siber menjadi aspek penting untuk menjaga berbagai layanan yang bergantung pada teknologi. Ketika semakin banyak aktivitas pemerintahan, bisnis, komunikasi, dan layanan masyarakat menggunakan sistem digital, risiko yang muncul juga semakin beragam. Karena itu, kapasitas keamanan siber nasional menjadi bagian penting dari ketahanan negara.

Skor 96,67 menunjukkan bahwa Kanada berada dalam kelompok teratas NCSI. Posisi ini sekaligus menunjukkan bahwa negara dengan tingkat perkembangan digital yang tinggi perlu memastikan keamanan berkembang sejalan dengan digitalisasi. Semakin besar ketergantungan terhadap teknologi, semakin penting pula kemampuan nasional dalam mencegah dan menghadapi ancaman siber.

4. Estonia

Estonia berada di peringkat keempat dengan skor 96,67, sama dengan Kanada. Estonia memiliki Digital Development Level sebesar 82,56, dengan selisih NCSI dan DDL sebesar 14,11 poin. Tingginya skor tersebut membuat Estonia termasuk negara dengan kapasitas keamanan siber nasional paling kuat dalam ranking NCSI.

Estonia merupakan salah satu negara yang menarik dalam pembahasan keamanan digital karena perkembangan layanan digitalnya sangat kuat. Kondisi tersebut membuat keamanan siber menjadi semakin penting untuk memastikan berbagai sistem digital dapat berjalan dengan aman. Dalam konteks NCSI, tingginya skor Estonia menunjukkan bahwa kapasitas keamanan sibernya juga dinilai kuat.

Kombinasi antara skor NCSI 96,67 dan DDL 82,56 memperlihatkan bahwa Estonia memiliki perkembangan digital yang tinggi sekaligus skor keamanan siber yang sangat kuat. Negara ini menjadi salah satu contoh bahwa transformasi digital perlu disertai dengan pembangunan kapasitas keamanan yang memadai agar peningkatan penggunaan teknologi tidak memperbesar kerentanan terhadap ancaman siber.

5. Finlandia

Finlandia menempati peringkat kelima dengan skor NCSI 95,83. Negara ini memiliki Digital Development Level sebesar 85,76, sedangkan selisih antara NCSI dan DDL tercatat 10,07 poin. Finlandia menjadi negara dengan DDL tertinggi di antara lima negara teratas pada ranking tersebut.

Tingginya skor Finlandia menunjukkan bahwa perkembangan digital dan kapasitas keamanan siber dapat berjalan secara bersamaan. Negara yang semakin mengandalkan teknologi digital perlu memperhatikan perlindungan terhadap sistem dan infrastruktur yang digunakan. Keamanan siber dengan demikian bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ekosistem digital yang aman.

Dengan skor NCSI mendekati 96, Finlandia termasuk kelompok negara yang memiliki kapasitas keamanan siber sangat tinggi menurut indeks tersebut. Posisi ini juga memperlihatkan bahwa keamanan digital perlu dibangun secara berkelanjutan seiring meningkatnya penggunaan teknologi.

6. Lithuania

Lithuania berada di peringkat keenam dengan skor NCSI 95,00. Digital Development Level Lithuania tercatat sebesar 75,53, sedangkan selisih antara kedua indikator tersebut mencapai 19,47 poin. Skor tersebut menempatkan Lithuania di antara negara-negara dengan keamanan siber nasional terbaik dalam ranking NCSI.

Capaian Lithuania menunjukkan bahwa kapasitas keamanan siber yang tinggi dapat dibangun tanpa harus menjadi negara dengan ukuran ekonomi terbesar di dunia. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana negara membangun kemampuan nasional untuk menghadapi ancaman digital melalui berbagai aspek yang menjadi bagian dari penilaian NCSI.

Posisi keenam dengan skor 95,00 membuat Lithuania hanya terpaut beberapa poin dari negara-negara yang berada di atasnya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa persaingan di kelompok teratas cukup ketat. Negara-negara dengan skor tinggi tersebut dapat menjadi contoh penting bagi negara lain yang sedang memperkuat ketahanan digitalnya.

7. Moldova

Moldova menempati peringkat ketujuh dengan skor NCSI 94,17. Negara ini memiliki Digital Development Level sebesar 62,66, dengan selisih positif 31,51 poin. Skor NCSI tersebut membuat Moldova menjadi salah satu negara dengan kapasitas keamanan siber nasional tertinggi dalam ranking terbaru.

Hal menarik dari Moldova adalah perbedaan cukup besar antara skor NCSI dan DDL. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat perkembangan digital dan kapasitas keamanan siber tidak selalu bergerak dengan besaran yang sama. Sebuah negara dapat memiliki kapasitas keamanan siber yang relatif tinggi meskipun tingkat perkembangan digitalnya tidak berada pada posisi paling tinggi.

Bagi negara yang sedang memperkuat ekosistem digital, Moldova dapat menjadi contoh bahwa pembangunan keamanan siber perlu menjadi prioritas tersendiri. Penguatan kapasitas keamanan tidak harus menunggu seluruh aspek digitalisasi berkembang terlebih dahulu, tetapi dapat dilakukan secara paralel untuk menciptakan fondasi digital yang lebih aman.

8. Belgia

Belgia berada di peringkat kedelapan dengan skor NCSI 94,17. Digital Development Level Belgia tercatat sebesar 73,55, sedangkan selisih antara skor NCSI dan DDL mencapai 20,62 poin. Belgia menjadi salah satu negara Eropa yang masuk jajaran 10 besar keamanan siber berdasarkan ranking NCSI terbaru.

Keamanan siber menjadi semakin penting bagi negara yang memiliki aktivitas pemerintahan dan ekonomi berbasis digital. Gangguan terhadap sistem digital dapat berdampak pada berbagai sektor, sehingga kemampuan nasional untuk mencegah, merespons, dan mengelola ancaman siber menjadi bagian penting dari ketahanan negara.

Dengan skor 94,17, Belgia berada cukup dekat dengan Moldova dan negara-negara lain di posisi teratas. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Belgia memiliki kapasitas keamanan siber nasional yang dinilai sangat kuat berdasarkan indikator NCSI.

9. Yordania

Yordania menempati peringkat kesembilan dengan skor NCSI 93,33. Negara ini memiliki Digital Development Level sebesar 57,77, sehingga terdapat selisih positif 35,56 poin antara skor NCSI dan DDL. Yordania menjadi salah satu negara non-Eropa yang berhasil masuk 10 besar ranking NCSI.

Posisi tersebut menarik karena menunjukkan bahwa daftar negara dengan kapasitas keamanan siber tinggi tidak sepenuhnya hanya diisi negara-negara Eropa. Yordania berhasil mencatat skor yang sangat tinggi berdasarkan indikator NCSI, meskipun DDL-nya berada di bawah sebagian besar negara lain di kelompok teratas.

Hal tersebut kembali memperlihatkan bahwa tingkat perkembangan digital dan kapasitas keamanan siber merupakan dua indikator yang berbeda. Negara dapat memiliki strategi dan kapasitas keamanan siber yang kuat sebagai bagian dari kebijakan nasional meskipun tingkat perkembangan digitalnya belum setinggi negara-negara lainnya.

10. Hungaria

Hungaria melengkapi 10 besar dengan skor NCSI 93,33. Negara tersebut memiliki Digital Development Level sebesar 67,88, dengan selisih NCSI dan DDL sebesar 25,45 poin. Dengan skor di atas 93, Hungaria termasuk kelompok negara yang dinilai memiliki kapasitas keamanan siber nasional sangat kuat.

Masuknya Hungaria ke 10 besar semakin menunjukkan dominasi negara-negara Eropa dalam jajaran teratas NCSI. Dari 10 negara dengan peringkat tertinggi, sebagian besar berasal dari Eropa, sementara Kanada dan Yordania menjadi dua negara di luar kawasan tersebut.

Posisi Hungaria juga memperlihatkan bahwa keamanan siber nasional membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Perlindungan terhadap ruang digital bukan hanya soal penggunaan teknologi tertentu, tetapi juga membutuhkan kesiapan nasional yang dibangun melalui berbagai aspek yang dinilai dalam NCSI.

11. Indonesia

Indonesia berada di peringkat 93 dalam ranking NCSI terbaru dengan skor 47,50. Digital Development Level Indonesia tercatat sebesar 66,88, sehingga terdapat selisih -19,38 poin antara skor NCSI dan DDL. Dengan demikian, Indonesia memang masuk dalam pemeringkatan NCSI, tetapi belum masuk dalam jajaran negara dengan skor keamanan siber tertinggi.

Jika dibandingkan dengan 10 besar, jarak skor Indonesia memang cukup besar. Albania dan Czechia sama-sama memperoleh 98,33, sedangkan Indonesia memperoleh 47,50. Bahkan beberapa negara Asia berada jauh di atas Indonesia, seperti India di peringkat 52 dengan skor 75,83, Malaysia di peringkat 54 dengan skor 72,50, Korea Selatan di peringkat 34 dengan skor 83,33, dan Jepang di peringkat 36 dengan skor 82,50.

Namun, peringkat NCSI tidak seharusnya diartikan sebagai penilaian bahwa Indonesia tidak memiliki keamanan siber atau tidak melakukan upaya penguatan keamanan digital. NCSI merupakan indeks yang mengukur kapasitas keamanan siber nasional berdasarkan indikator dan metodologi tertentu. Data Indonesia justru dapat menjadi gambaran mengenai masih adanya ruang untuk memperkuat kapasitas keamanan siber agar perkembangan digital nasional dapat diimbangi dengan kesiapan menghadapi ancaman di dunia maya.

12. Pertanyaan & Jawaban Seputar Negara dengan Cyber Security Terbaik di Dunia

1. Negara mana yang memiliki cyber security terbaik di dunia?

Berdasarkan National Cyber Security Index (NCSI) terbaru, Albania berada di peringkat pertama dengan skor 98,33. Czechia berada di posisi kedua dengan skor yang sama, yakni 98,33. Selanjutnya ada Kanada, Estonia, dan Finlandia yang melengkapi lima besar.

2. Apakah Indonesia masuk dalam daftar negara dengan cyber security terbaik?

Indonesia masuk dalam pemeringkatan NCSI, tetapi belum masuk 10 besar. Berdasarkan ranking NCSI terbaru, Indonesia berada di peringkat 93 dengan skor 47,50. Sementara itu, Digital Development Level (DDL) Indonesia tercatat sebesar 66,88.

3. Berapa peringkat Indonesia dalam NCSI?

Indonesia berada di peringkat 93 dalam ranking National Cyber Security Index terbaru yang menjadi acuan artikel ini. Indonesia memperoleh skor NCSI 47,50, sehingga masih memiliki jarak yang cukup jauh dari negara-negara yang berada di posisi teratas.

4. Mengapa Albania menjadi negara dengan cyber security terbaik?

Albania memperoleh skor 98,33, tertinggi dalam ranking NCSI terbaru. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Albania memiliki kapasitas keamanan siber nasional yang sangat tinggi berdasarkan indikator yang digunakan NCSI, termasuk berbagai aspek kesiapan negara dalam menghadapi ancaman siber.

5. Apakah skor Albania dan Czechia sama?

Ya. Albania dan Czechia sama-sama memperoleh skor NCSI 98,33. Namun, dalam tabel pemeringkatan NCSI, Albania tercatat berada di peringkat pertama, sedangkan Czechia berada di peringkat kedua.

(kpl/iya)

Rekomendasi

Trending