7 Kesalahan Pencahayaan Ruang Tamu, Bikin Suasana Ruangan Jadi Muram

7 Kesalahan Pencahayaan Ruang Tamu, Bikin Suasana Ruangan Jadi Muram
Kesalahan Pencahayaan Ruang Tamu - AI generated

Kapanlagi.com - Terdapat kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari terkait penataan cahaya di ruang tamu. Akibatnya, suasana di sana jadi gelap bahkan tampak muram sehingga tidak membuat nyaman.

Menambah lampu juga tidak selalu menjadi solusi, sebab, kuncinya ada arah pancaran, ukuran ruangan, hingga kebiasaan menutup jendela yang bisa membuat penerangan tidak menjangkau bagian yang dibutuhkan.

Jadi, apa sebenarnya kesalahan yang tak sadar dilakukan sehingga membuat pencahayaan di ruang tamu jadi muram? Berikut KapanLagi hadirkan 7 hal yang seharusnya dihindari agar suasana di sana jadi nyaman, Senin (21/9).

1. Hanya Mengandalkan Satu Lampu

Ruang tamu dengan satu lampu - AI generated

Menggunakan satu lampu sebagai sumber penerangan utama menjadi salah satu kesalahan pencahayaan ruang tamu yang sering dilakukan. Cahaya dari satu titik bisa membuat area tertentu terang, sementara sudut lain tidak mendapatkan penerangan yang cukup.

Kondisi tersebut semakin terasa ketika ukuran ruang tamu cukup luas atau memiliki banyak perabot. Cahaya tidak selalu menjangkau bagian belakang sofa, sudut ruangan, atau area dekat dinding.

Solusinya bisa dimulai dengan membagi kebutuhan cahaya berdasarkan area. Lampu utama tetap digunakan, lalu penerangan tambahan ditempatkan pada bagian yang sering digunakan.

2. Posisi Lampu Tidak Sesuai Kebutuhan

Lampu yang dipasang tanpa mempertimbangkan aktivitas di bawahnya bisa membuat penerangan tidak merata. Cahaya mungkin berada di tengah ruangan, tetapi area yang digunakan untuk membaca atau bekerja tetap kurang mendapat penerangan.

Posisi lampu perlu disesuaikan dengan fungsi ruang. Area duduk, meja, rak, atau sudut tertentu bisa membutuhkan sumber cahaya tambahan.

Sebelum memindahkan lampu, perhatikan bagian mana yang sering terasa gelap ketika ruang tamu digunakan. Dari sana, penempatan penerangan bisa disesuaikan tanpa harus menambah banyak lampu.

Jendela menjadi salah satu sumber cahaya yang bisa dimanfaatkan pada siang hari. Namun, tirai atau gorden yang terus tertutup membuat cahaya dari luar tidak masuk ke ruang tamu.

Kebiasaan ini bisa membuat penghuni lebih sering menyalakan lampu meski kondisi di luar masih terang. Ruangan pun kehilangan penerangan alami yang sebenarnya tersedia.

Jika privasi menjadi pertimbangan, tirai bisa dibuka pada waktu tertentu atau digunakan dengan posisi yang tetap memungkinkan cahaya masuk. Cara ini membantu mengurangi ketergantungan pada lampu pada siang hari.

4. Menggunakan Lampu dengan Jumlah Cahaya yang Tidak Sesuai

Ruang tamu gelap - AI generated

Pemilihan lampu tanpa mempertimbangkan ukuran ruang dapat membuat hasil penerangan tidak sesuai kebutuhan. Lampu dengan jumlah cahaya yang kurang membuat beberapa bagian ruangan tetap gelap.

Sebaliknya, menambah lampu secara berlebihan juga tidak selalu menyelesaikan masalah. Yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan ruang dan area yang digunakan.

Periksa kondisi ruang tamu setelah lampu dinyalakan. Jika masih ada bagian yang sulit digunakan karena kurang cahaya, tambahkan penerangan pada area tersebut daripada memenuhi seluruh ruangan dengan lampu.

5. Membiarkan Sudut Ruangan Tanpa Penerangan

Sudut ruang tamu sering luput dari perhatian karena aktivitas utama biasanya berlangsung di tengah ruangan. Akibatnya, bagian dekat dinding atau di belakang perabot bisa terlihat gelap.

Kesalahan pencahayaan ruang tamu seperti ini bisa membuat cahaya terasa berhenti pada satu bagian. Ruangan pun tidak mendapat penerangan yang menyebar ke seluruh area.

Penerangan tambahan bisa ditempatkan di sudut yang sering digunakan atau area yang membutuhkan cahaya. Tidak perlu semua sudut diberi lampu karena kebutuhan setiap bagian bisa berbeda.

6. Meletakkan Perabot di Depan Sumber Cahaya

Ruang tamu jadi gelap karena meletakkan perabot di depan sumber cahaya - AI generated

Penempatan sofa, lemari, rak, atau perabot lain di depan jendela dapat menghalangi cahaya masuk. Akibatnya, sumber cahaya alami yang tersedia tidak bisa digunakan secara maksimal.

Hal yang sama bisa terjadi pada lampu lantai atau lampu meja ketika tertutup benda di sekitarnya. Cahaya akhirnya hanya menerangi bagian tertentu.

Sebelum mengubah posisi lampu, perhatikan hubungan antara sumber cahaya dan perabot. Menggeser benda beberapa langkah saja bisa membuka jalur cahaya tanpa perlu membeli perlengkapan baru.

7. Mengabaikan Warna dan Permukaan Ruangan

Permukaan dinding, lantai, dan perabot ikut memengaruhi penyebaran cahaya. Ruangan dengan banyak permukaan yang menyerap cahaya bisa membuat penerangan terasa berhenti di area tertentu.

Karena itu, perhatikan bagaimana cahaya terlihat setelah mengenai dinding atau benda di dalam ruang tamu. Jangan hanya melihat sumber lampunya.

Jika ruangan terasa kurang mendapat cahaya, manfaatkan permukaan yang bisa membantu memantulkan cahaya. Penataan perabot juga bisa diubah agar jalur cahaya tidak tertutup.

8. Menyalakan Lampu Tanpa Melihat Kondisi Ruangan

Menyalakan semua lampu sekaligus sering dianggap sebagai cara paling mudah untuk mengatasi ruang tamu yang terasa gelap. Padahal, setiap waktu bisa membutuhkan penerangan yang berbeda.

Pada pagi dan siang hari, cahaya dari jendela mungkin sudah mencukupi sebagian ruangan. Ketika sore atau malam tiba, kebutuhan lampu bisa berubah.

Kebiasaan menyesuaikan lampu dengan kondisi ruang membantu penggunaan cahaya menjadi lebih terarah. Perhatikan bagian yang membutuhkan penerangan, lalu gunakan lampu sesuai fungsi dan waktunya.

9. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesalahan Pencahayaan Ruang Tamu

Apa saja kesalahan pencahayaan ruang tamu yang sering terjadi?

Kesalahan yang sering terjadi antara lain hanya menggunakan satu lampu, menutup jendela sepanjang hari, salah menempatkan lampu, dan membiarkan sudut ruangan tanpa penerangan.

Bagaimana cara membuat ruang tamu tidak terlihat gelap?

Manfaatkan cahaya dari jendela, periksa posisi lampu, pindahkan benda yang menghalangi cahaya, dan tambahkan penerangan pada area yang memang membutuhkan.

Apakah ruang tamu membutuhkan lebih dari satu lampu?

Kebutuhannya bergantung pada ukuran dan penggunaan ruangan. Satu lampu bisa cukup untuk ruang tertentu, sedangkan ruang lain membutuhkan penerangan pada beberapa area.

Mengapa ruang tamu tetap gelap meski lampu menyala?

Penyebabnya bisa berasal dari posisi lampu, jumlah cahaya yang tidak sesuai, sudut ruangan yang tidak mendapat penerangan, atau perabot yang menghalangi penyebaran cahaya.

Apakah cahaya alami penting untuk ruang tamu?

Cahaya alami bisa membantu menerangi ruang tamu pada siang hari sehingga penggunaan lampu bisa dikurangi. Jendela perlu dimanfaatkan dengan memperhatikan kebutuhan privasi penghuni.

(kpl/rul)

Rekomendasi

Trending