7 Cara Menanam Bit di Pot untuk Pemula, Tidak Rugi untuk Obati Banyak Penyakit

7 Cara Menanam Bit di Pot untuk Pemula, Tidak Rugi untuk Obati Banyak Penyakit
Pohon bit yang ditanam di pot (AI generated)

Kapanlagi.com - Cara menanam bit di pot untuk pemula dapat dilakukan di rumah meski tidak memiliki lahan kebun. Bit termasuk tanaman umbi yang dapat tumbuh dalam wadah dengan kedalaman yang sesuai, sehingga balkon, teras, atau halaman sempit dapat digunakan untuk menanamnya. Pot dengan kedalaman sekitar 25–30 sentimeter dan lubang pembuangan air dapat menjadi pilihan untuk memulai penanaman.

Bit juga memiliki kandungan nitrat yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik. Karena itu, bit dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, tetapi tidak dapat menggantikan obat atau pengobatan dari tenaga kesehatan.

Menanam sendiri membuat kamu dapat memperoleh bahan makanan dari rumah dan memanfaatkan bagian tanaman yang dapat dikonsumsi. Daun bit juga dapat dimasak, sehingga hasil tanam tidak hanya berasal dari bagian umbinya. Dengan perawatan yang teratur, menanam bit di pot dapat menjadi kegiatan rumah tangga yang menghasilkan bahan pangan untuk dikonsumsi. Mari ikuti cara menanam bit di pot bersama KapanLagi, untuk panduan berkebunmu.

1. Mengapa Menanam Bit di Pot Tidak Rugi?

Menanam bit di dalam pot (AI generated)

Menanam bit dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menyediakan bahan pangan dari rumah sekaligus memasukkan sayuran ke dalam menu. Bit mengandung nitrat yang dapat membantu proses pembentukan oksida nitrat dalam tubuh, sehingga berhubungan dengan fungsi pembuluh darah dan tekanan darah.

Penelitian dari National Library of Medicine (NLM) yang dikelola pemerintah Amerika Serikat berjudul "Nitrate Derived From Beetroot Juice Lowers Blood Pressure in Patients With Arterial Hypertension: A Systematic Review and Meta-Analysis" menemukan fakta bahwa konsumsi bit atau jus bit dapat menurunkan tekanan darah sistolik pada kelompok tertentu.

Berikut beberapa kondisi yang berkaitan dengan konsumsi bit dalam penelitian antara lain:

1. Hipertensi, karena nitrat dari bit dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik.

2. Risiko penyakit kardiovaskular, melalui kaitannya dengan tekanan darah dan fungsi pembuluh darah.

3. Gangguan tekanan darah, sebagai bagian dari pola makan, bukan pengganti obat.

3. Kebutuhan folat, karena bit dapat menjadi salah satu sumber folat dalam makanan.

2. Pilih Pot dan Media Tanam

Cara menanam bit di pot untuk pemula dimulai dengan memilih wadah yang dapat memberi ruang bagi umbi untuk berkembang. Berikut caranya:

1. Gunakan pot atau galon

Galilah dengan kedalaman minimal sekitar 25 sentimeter dan pastikan bagian bawahnya memiliki lubang untuk mengeluarkan air. Wadah dua galon juga dapat digunakan untuk menanam bit dengan beberapa tanaman setelah dilakukan penjarangan.

2. Pilih media tanam yang sesuai

Media tanam dapat menggunakan campuran tanah, kompos, dan bahan yang membantu pembuangan air. Hindari menggunakan tanah kebun secara langsung dalam jumlah banyak karena media dalam pot dapat menjadi padat dan menghambat aliran air. Media yang dapat mengalirkan air membantu mengurangi risiko akar berada dalam kondisi terlalu basah.

3. Isi pot sesuai aturan

Isi pot sampai beberapa sentimeter di bawah bibir wadah agar air tidak langsung meluber saat penyiraman. Sebelum benih ditanam, basahi media terlebih dahulu. Setelah itu, buat lubang tanam dengan jarak yang cukup agar bibit dapat dipisahkan ketika mulai tumbuh.

3. Pilih Benih Bit dan Mulai Menanam

Benih bit dapat langsung ditanam ke dalam pot tanpa harus dipindahkan dari tempat semai. Cara ini membantu mengurangi pekerjaan karena tanaman berkembang pada wadah yang sama sejak awal. Perhatikan hal ini:

1. Masukkan benih ke media tanam

Masukkan benih ke media tanam dengan kedalaman yang mengikuti petunjuk pada kemasan benih, kemudian tutup menggunakan media secara tipis.

2. Siram secara terukur

Setelah benih masuk ke media, siram menggunakan air secukupnya agar permukaan tetap lembap. Jangan membuat media tergenang karena kondisi tersebut dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Benih bit umumnya mulai berkecambah dalam sekitar 10–15 hari jika kelembapan media terjaga.

3. Sisakan ruang di area menanam bit

Saat beberapa tanaman tumbuh berdekatan, lakukan penjarangan dengan menyisakan ruang bagi setiap tanaman. Penjarangan penting karena satu benih bit dapat menghasilkan lebih dari satu kecambah. Daun hasil penjarangan dapat digunakan sebagai bahan makanan selama kondisinya masih layak dikonsumsi.

4. Letakkan Pot di Tempat yang Mendapat Cahaya

Pohon bit yang ditanam di pot (AI generated)

Bit dapat tumbuh pada lokasi yang mendapat cahaya matahari dan masih dapat bertahan pada kondisi dengan sedikit naungan. Untuk penanaman di rumah, letakkan pot di teras atau halaman yang memperoleh cahaya selama beberapa jam setiap hari.

Perhatikan perubahan kondisi tanaman setelah pot ditempatkan. Jika media terlalu cepat kering, penyiraman perlu disesuaikan dengan keadaan media. Sebaliknya, jika air bertahan terlalu lama di dalam pot, periksa lubang pembuangan dan kondisi media tanam.

Pot juga sebaiknya tidak diletakkan langsung di tempat yang membuat bagian bawahnya tertutup. Beri ruang agar air dapat keluar dari lubang pot. Langkah ini membantu menjaga media tidak menyimpan air dalam jumlah berlebihan.

5. Siram Bit Secara Teratur

Penyiraman menjadi bagian penting dalam cara menanam bit di pot untuk pemula karena media dalam wadah memiliki ruang yang terbatas. Periksa permukaan media sebelum menyiram. Jika bagian atas mulai mengering, berikan air sampai media kembali lembap dan sebagian air keluar dari bagian bawah pot.

Jangan menentukan jadwal penyiraman hanya berdasarkan jumlah hari. Kondisi cuaca, ukuran pot, paparan cahaya, dan jenis media dapat membuat kebutuhan air berbeda. Pada hari dengan suhu tinggi, media dapat kehilangan air lebih cepat sehingga perlu diperiksa lebih sering.

Ketika tanaman mulai memiliki beberapa daun, penyiraman tetap dilakukan dengan melihat kondisi media. Hindari menyiram sedikit tetapi terlalu sering hingga bagian bawah pot selalu basah. Tujuannya adalah menjaga kelembapan tanpa membuat akar terus berada dalam genangan.

6. Berikan Nutrisi dan Jaga Pot Tetap Bersih

Bit membutuhkan unsur hara untuk membentuk daun dan umbi. Kompos yang sudah matang dapat dicampurkan ke media sejak awal. Jika pertumbuhan tanaman berjalan lambat, pupuk untuk sayuran dapat diberikan mengikuti petunjuk pada kemasan agar jumlah yang digunakan tidak berlebihan.

Periksa pot secara rutin untuk melihat rumput atau tanaman lain yang tumbuh di sekitar bit. Tanaman pengganggu dapat mengambil air dan unsur hara dari media yang jumlahnya terbatas. Cabut tanaman tersebut secara perlahan agar akar bit tidak ikut terganggu.

Daun juga perlu diperiksa dari waktu ke waktu. Jika terdapat bagian daun yang rusak atau terdapat serangga, segera pisahkan bagian yang terkena. Pemeriksaan rutin membuat masalah pada tanaman dapat diketahui sebelum menyebar ke bagian lain.

7. Kenali Waktu Panen Bit

Menanam bit di pot (AI generated)

Bit dapat dipanen ketika bagian atas umbi mulai terlihat di permukaan media. Waktu panen dapat berbeda berdasarkan varietas dan kondisi pertumbuhan. Sebagai gambaran, beberapa panduan budidaya menyebut bit dapat dipanen sekitar 50–60 hari setelah tanam.

Jangan membiarkan umbi terus membesar tanpa memperhatikan kondisinya. Umbi yang terlalu lama berada di media dapat mengalami perubahan tekstur. Untuk mengetahui kondisi umbi, kamu dapat melihat bagian yang muncul di permukaan sebelum mencabut tanaman.

Saat panen, basahi media terlebih dahulu jika terlalu kering, kemudian angkat umbi secara perlahan. Hindari menarik daun dengan tenaga besar karena bagian tanaman dapat terlepas tanpa membawa umbinya.

8. Simpan dan Konsumsi Bit dari Hasil Tanam

Setelah dipanen, pisahkan daun dan bagian umbi. Daun bit dapat dimasak sebagai sayuran, sedangkan umbinya dapat digunakan untuk berbagai menu. Bit dapat dikonsumsi setelah dicuci dan dimasak dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau diolah menjadi makanan lain.

Jika belum ingin mengolahnya, simpan bit dalam kondisi yang sesuai agar kualitasnya tetap terjaga. Daun sebaiknya dipisahkan dari umbi sebelum penyimpanan karena daun dapat mengambil air dari bagian umbi. Simpan hasil panen sesuai kebutuhan dan gunakan dalam beberapa hari untuk konsumsi rumah tangga.

Perlu diingat, manfaat bit tidak berarti tanaman ini dapat menggantikan pengobatan. Jika kamu memiliki hipertensi atau penyakit lain dan sedang menjalani pengobatan, konsumsi bit sebaiknya tetap ditempatkan sebagai bagian dari pola makan. Pengobatan tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

9. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Bit di Pot

1. Apakah bit bisa ditanam di pot?

Bisa. Bit dapat ditanam dalam pot dengan kedalaman sekitar 25–30 sentimeter dan lubang pembuangan air.

2. Berapa lama bit bisa dipanen?

Beberapa panduan menyebut bit dapat dipanen sekitar 50–60 hari setelah tanam, tetapi waktunya bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan.

3. Apakah bit bisa menurunkan tekanan darah?

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi bit atau jus bit dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik pada kelompok tertentu. Namun, bit bukan pengganti obat hipertensi.

4. Apakah daun bit bisa dimakan?

Bisa. Daun dan batang bit dapat digunakan sebagai bahan makanan setelah dibersihkan dan diolah.

5. Apakah bit bisa menyembuhkan penyakit?

Tidak. Bit merupakan bahan pangan yang dapat mendukung pola makan, tetapi tidak dapat dinyatakan sebagai obat yang menyembuhkan penyakit tertentu.

(kpl/rul)

Rekomendasi

Trending