Apa Arti Barter: Pengertian, Sejarah, dan Sistem Tukar Menukar Barang
apa arti barter
Kapanlagi.com - Sebelum mengenal uang sebagai alat pembayaran seperti saat ini, manusia menggunakan sistem yang lebih sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sistem tersebut dikenal dengan nama barter, yang merupakan bentuk transaksi paling awal dalam sejarah peradaban manusia.
Memahami apa arti barter sangat penting untuk mengetahui bagaimana sistem ekonomi berkembang dari masa ke masa. Sistem ini tidak hanya menjadi cikal bakal perdagangan modern, tetapi juga masih digunakan dalam kondisi tertentu hingga saat ini.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), barter adalah perdagangan dengan saling bertukar barang. Melansir dari buku "Manajemen Keuangan" karya Paradisa Sukma dkk, barter merupakan proses transaksi yang dilakukan dengan cara tukar-menukar barang, dimana sistem ini menyulitkan banyak orang dalam bertransaksi seiring berjalannya waktu.
Advertisement
1. Pengertian dan Definisi Barter
Barter adalah sistem pertukaran barang atau jasa antara dua pihak tanpa menggunakan uang sebagai alat pembayaran. Dalam sistem ini, nilai suatu barang ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak yang melakukan transaksi. Apa arti barter secara sederhana dapat dipahami sebagai kegiatan tukar-menukar yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sistem barter memiliki prinsip dasar yang sederhana namun memerlukan syarat-syarat khusus agar dapat berjalan dengan baik. Kedua pihak yang terlibat harus saling membutuhkan barang atau jasa yang dimiliki oleh pihak lain. Selain itu, nilai barang yang ditukarkan harus dianggap setara oleh kedua belah pihak.
Dalam konteks ekonomi modern, barter dapat didefinisikan sebagai transaksi non-moneter yang melibatkan pertukaran langsung antara barang dengan barang, jasa dengan jasa, atau barang dengan jasa. Meskipun terlihat sederhana, sistem ini memerlukan negosiasi yang intensif untuk menentukan nilai tukar yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
Mengutip dari buku "Ekonomi Moneter Sebuah Pengantar" karya Muhammad Taufiq Abadi, sistem barter adalah kegiatan tukar menukar terhadap suatu barang atau kegiatan tertentu yang dilaksanakan atas kesepakatan bersama yang didasarkan atas kesepahaman bahwa alat penukar tersebut memiliki nilai konversi yang sama.
2. Sejarah dan Perkembangan Sistem Barter
Sejarah barter dapat ditelusuri hingga ribuan tahun yang lalu, tepatnya sekitar 6000 SM. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh suku Mesopotamia yang tinggal di antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Irak dan Suriah. Dari sana, sistem barter menyebar ke berbagai peradaban lain dan terus berkembang seiring dengan kebutuhan manusia.
- Era Mesopotamia (6000 SM) - Bangsa Mesopotamia menjadi pelopor sistem barter dengan menukarkan hasil pertanian dan kerajinan tangan
- Perkembangan di Babilonia - Sistem barter disempurnakan dengan menggunakan barang tertentu sebagai standar nilai, seperti garam dan tengkorak manusia
- Adopsi oleh Bangsa Fenisia - Orang Fenisia mengembangkan barter dalam perdagangan antar negara dan menjadi perantara perdagangan
- Era Modern (1930-an) - Sistem barter kembali populer saat terjadi kelangkaan uang dan krisis ekonomi
- Pasca Perang Dunia II - Rakyat Jerman menggunakan barter karena mata uang mengalami inflasi
Melansir dari buku "Manajemen Bank" karya Andrianto, perekonomian barter telah menimbulkan berbagai kesulitan sehingga tidak mengherankan apabila manusia primitif mulai mencari cara-cara yang lebih mudah dalam melaksanakan tukar-menukar barang, misalnya dengan menggunakan barang-barang berharga yang banyak disukai masyarakat luas.
3. Jenis-Jenis Sistem Barter
Sistem barter memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi para pelakunya. Setiap jenis memiliki karakteristik dan cara pelaksanaan yang berbeda-beda.
- Barter Langsung - Pertukaran yang dilakukan secara langsung antara dua pihak tanpa perantara. Contohnya, petani menukar beras dengan ayam dari peternak secara langsung.
- Barter Alih (Switch Barter) - Terjadi ketika barang hasil barter dialihkan kepada pihak ketiga karena tidak sesuai kebutuhan. Misalnya, seseorang menukar kain dengan gula, kemudian menukar gula tersebut dengan beras.
- Barter Imbal Beli - Sistem yang melibatkan kerjasama dalam pembelian barang atau jasa dengan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
- Barter Internasional - Pertukaran yang dilakukan antar negara, biasanya terjadi saat negara mengalami kesulitan keuangan atau untuk mengatasi defisit perdagangan.
- Barter Digital - Bentuk modern dari barter yang dilakukan melalui platform online, memungkinkan pertukaran barang atau jasa dalam skala yang lebih luas.
4. Syarat-Syarat Terjadinya Barter
Agar sistem barter dapat berjalan dengan lancar dan menguntungkan semua pihak, terdapat beberapa syarat penting yang harus dipenuhi. Syarat-syarat ini menjadi fondasi dasar dalam pelaksanaan transaksi barter yang adil dan efektif.
- Ketersediaan Pihak yang Bersedia Bertukar - Harus ada orang atau kelompok yang mau diajak untuk melakukan pertukaran barang atau jasa
- Rasa Saling Membutuhkan - Kedua pihak harus memiliki kebutuhan terhadap barang atau jasa yang dimiliki oleh pihak lain
- Nilai Barang yang Setara - Barang atau jasa yang ditukarkan harus memiliki nilai yang dianggap sama atau setara oleh kedua belah pihak
- Ketersediaan Barang yang Dibutuhkan - Masing-masing pihak harus memiliki barang atau jasa yang dibutuhkan oleh pihak lain
- Kesepakatan Waktu dan Tempat - Harus ada kesepakatan mengenai waktu dan tempat pelaksanaan pertukaran
- Kondisi Barang yang Baik - Barang yang ditukarkan harus dalam kondisi layak dan sesuai dengan yang disepakati
5. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Barter
Seperti sistem ekonomi lainnya, barter memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu dipahami. Pemahaman ini penting untuk mengetahui kapan sistem barter efektif digunakan dan kapan sebaiknya menggunakan sistem moneter.
Kelebihan Sistem Barter:
- Tidak Memerlukan Uang Tunai - Sangat berguna saat terjadi krisis keuangan atau kelangkaan uang
- Membangun Hubungan Sosial - Proses negosiasi memungkinkan kedua pihak saling mengenal dan membangun hubungan baik
- Menumbuhkan Sikap Toleransi - Mendorong sikap saling tolong-menolong dan toleransi antar sesama
- Pemanfaatan Barang Tidak Terpakai - Memungkinkan pemanfaatan barang yang tidak digunakan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan
- Solusi di Daerah Terpencil - Efektif digunakan di daerah yang sulit mengakses sistem perbankan
Kelemahan Sistem Barter:
- Sulit Menentukan Nilai Barang - Tidak ada standar nilai yang jelas, sehingga penentuan nilai bergantung pada subjektivitas
- Kesulitan Penyimpanan - Barang mudah rusak sebelum dapat ditukarkan, terutama produk pertanian
- Sulit Menemukan Pihak yang Cocok - Memerlukan waktu untuk menemukan orang yang memiliki barang yang dibutuhkan sekaligus membutuhkan barang yang dimiliki
- Barang Sulit Dipecah - Kesulitan dalam membagi barang untuk menyesuaikan nilai tukar
- Transportasi Sulit - Barang berukuran besar atau dalam jumlah banyak sulit untuk dibawa-bawa
Mengutip dari buku "Manajemen Keuangan" karya Paradisa Sukma dkk, beberapa kelemahan dalam sistem perekonomian barter antara lain memerlukan kehendak ganda yang selaras, penentuan harga sulit dilakukan, terbatas dan sulit dalam pelaksanaan, serta menyulitkan pembayaran masa depan.
6. Contoh Barter dalam Kehidupan Modern
Meskipun sistem moneter telah berkembang pesat, barter masih dapat ditemukan dalam berbagai bentuk di kehidupan modern. Beberapa contoh menunjukkan bahwa sistem ini masih relevan dalam kondisi tertentu.
- Tukar Tambah Kendaraan - Seseorang menukar mobil lama dengan mobil baru dengan menambahkan sejumlah uang
- Pertukaran Barang Koleksi - Kolektor menukar barang antik atau kartu perdagangan dengan sesama kolektor
- Barter Jasa Profesional - Dokter memberikan layanan kesehatan kepada tukang kayu sebagai imbalan renovasi rumah
- Pasar Barter Tradisional - Masih dapat ditemukan di beberapa daerah seperti Kecamatan Wulandoni, Nusa Tenggara Timur
- Platform Barter Online - Website dan aplikasi yang memfasilitasi pertukaran barang antar pengguna
- Barter Internasional - Negara-negara menukar komoditas seperti minyak dengan gandum atau teknologi
- Sistem Barter dalam Krisis - Digunakan saat terjadi hiperinflasi atau krisis ekonomi seperti yang terjadi di beberapa negara
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa yang dimaksud dengan sistem barter?
Sistem barter adalah metode pertukaran barang atau jasa antara dua pihak tanpa menggunakan uang sebagai alat pembayaran. Sistem ini mengandalkan kesepakatan nilai antara kedua belah pihak yang melakukan transaksi.
Mengapa sistem barter mulai ditinggalkan?
Sistem barter mulai ditinggalkan karena memiliki banyak kelemahan seperti kesulitan menentukan nilai barang, sulit menemukan pihak yang saling membutuhkan, dan tidak praktis untuk transaksi dalam skala besar. Kehadiran uang sebagai alat tukar memberikan solusi yang lebih efisien.
Apakah sistem barter masih digunakan saat ini?
Ya, sistem barter masih digunakan dalam kondisi tertentu seperti saat krisis ekonomi, di daerah terpencil yang sulit mengakses sistem perbankan, atau dalam bentuk tukar tambah barang. Beberapa komunitas tradisional juga masih mempertahankan sistem ini sebagai bagian dari budaya mereka.
Apa saja syarat utama terjadinya barter?
Syarat utama terjadinya barter adalah adanya pihak yang bersedia bertukar, rasa saling membutuhkan, nilai barang yang setara, dan ketersediaan barang yang dibutuhkan oleh masing-masing pihak. Tanpa syarat-syarat ini, transaksi barter tidak dapat dilakukan.
Bagaimana cara menentukan nilai dalam sistem barter?
Nilai dalam sistem barter ditentukan melalui negosiasi dan kesepakatan antara kedua belah pihak. Faktor yang mempengaruhi nilai antara lain kelangkaan barang, kebutuhan mendesak, kualitas barang, dan kondisi pasar lokal. Tidak ada standar nilai yang baku seperti dalam sistem moneter.
Apa perbedaan antara barter langsung dan barter alih?
Barter langsung adalah pertukaran yang dilakukan secara langsung antara dua pihak tanpa perantara, sedangkan barter alih terjadi ketika barang hasil barter dialihkan kepada pihak ketiga karena tidak sesuai dengan kebutuhan awal penerima barang.
Bisakah jasa ditukar dengan barang dalam sistem barter?
Ya, dalam sistem barter tidak hanya barang yang dapat ditukar dengan barang, tetapi juga jasa dengan barang, jasa dengan jasa, atau barang dengan jasa. Yang penting adalah kedua belah pihak sepakat dengan nilai tukar yang ditetapkan dan saling membutuhkan apa yang ditawarkan oleh pihak lain.
(kpl/fds)
Advertisement