Cara Memotong Bawang Tanpa Menangis, Trik Ampuh agar Mata Bebas Perih

Cara Memotong Bawang Tanpa Menangis, Trik Ampuh agar Mata Bebas Perih
cara memotong bawang tanpa menangis (h)

Kapanlagi.com - Mengetahui cara memotong bawang tanpa menangis adalah keterampilan penting yang membuat aktivitas memasak jauh lebih nyaman. Senyawa bernama syn-propanethial-S-oxide yang terlepas saat bawang dipotong merangsang kelenjar air mata sehingga mata menjadi perih dan berair.

Kabar baiknya, ada beragam cara memotong bawang tanpa menangis yang telah diuji secara ilmiah maupun praktik dapur sehari-hari. Mulai dari teknik pendinginan, penggunaan pisau tajam, hingga pemanfaatan ventilasi udara, semua bisa diterapkan dengan mudah di rumah.

Dilansir dari RSC Education (Royal Society of Chemistry), bawang hanya memproduksi senyawa iritan ketika sel-selnya mengalami kerusakan akibat potongan, yang memicu reaksi kimia menghasilkan gas menyengat. Memahami mekanisme ini menjadi kunci untuk menentukan strategi pencegahan yang paling tepat saat memotong bawang merah di dapur.

1. Dinginkan Bawang Sebelum Dipotong agar Gas Iritan Berkurang

Dinginkan Bawang Sebelum Dipotong agar Gas Iritan Berkurang (c) Ilustrasi AI

(c)Ilustrasi AISalah satu cara memotong bawang tanpa menangis yang paling populer dan mudah dilakukan adalah mendinginkan bawang terlebih dahulu. Suhu rendah secara umum memperlambat reaksi kimia, termasuk reaksi yang terjadi saat bawang dipotong. Dengan memperlambat aktivitas enzim, jumlah gas iritan yang terlepas ke udara berkurang signifikan.

Nik Sharma, ahli biologi molekuler sekaligus koki dan penulis buku masak, dikutip dari AARP menyatakan, "Saya ingat cerita tentang koki muda di hotel dan restoran yang ditempatkan di ruang dingin untuk memotong bawang. Logikanya sama."

  1. Masukkan bawang ke freezer selama 10-15 menit: Suhu dingin memperlambat reaksi enzim yang menghasilkan gas pemicu air mata. Letakkan bawang di dalam freezer selama 10-15 menit sebelum memotong. Jangan membekukan terlalu lama karena bawang bisa menjadi sulit dipotong dan teksturnya berubah.

  2. Rendam bawang dalam air es selama 5 menit: Alternatif lain adalah merendam bawang yang sudah dikupas ke dalam wadah berisi air es. Gas iritan sebagian besar larut dalam air dingin, sehingga mengurangi paparan ke mata saat proses pemotongan dimulai.

  3. Simpan stok bawang di kulkas sebelum digunakan: Biasakan menyimpan bawang di kulkas beberapa jam sebelum akan digunakan memasak. Suhu bawang yang sudah cukup rendah membuat proses memotong menjadi lebih nyaman tanpa drama air mata.

Baca juga: Trik Cerdas Simpan Bawang Merah Cincang Awet Sebulan

2. Gunakan Pisau Tajam dan Teknik Potongan yang Tepat

Gunakan Pisau Tajam dan Teknik Potongan yang Tepat (c) Ilustrasi AI

Penelitian terbaru dari fisikawan Cornell University membuktikan bahwa menggunakan pisau tajam merupakan cara memotong bawang tanpa menangis yang paling efektif secara saintifik. Mengacu pada Smithsonian Magazine, menggunakan pisau tajam sambil membuat potongan lambat dan terkendali tampaknya menjadi cara terbaik untuk meminimalkan semprotan senyawa penghasil air mata pada bawang.

Tim peneliti Cornell University, dikutip dari Washington Times menyatakan, "Temuan kami menunjukkan bahwa bilah yang lebih tumpul meningkatkan kecepatan dan jumlah tetesan yang terlempar, memberikan validasi eksperimental untuk keyakinan umum bahwa mengasah pisau mengurangi tangisan akibat bawang."

  1. Pastikan pisau dalam kondisi tajam dan terasah: Pisau tajam menyebabkan lebih sedikit kerusakan sel dibandingkan pisau tumpul, sehingga lebih sedikit enzim yang terlepas. Asah pisau secara rutin atau gunakan chopper sebagai alternatif alat potong.

  2. Potong secara perlahan dan terkontrol: Bilah yang tumpul awalnya membengkokkan kulit bawang sehingga tekanan terbentuk di dalamnya sebelum akhirnya meledak keluar. Sebaliknya, potongan lambat dengan pisau tajam menghasilkan semprotan iritan yang jauh lebih minimal.

  3. Biarkan bagian akar tetap utuh sampai akhir: Ujung akar bawang mengandung konsentrasi senyawa sulfur tertinggi. Dengan membiarkannya tetap utuh hingga potongan terakhir, pelepasan gas ke udara bisa diminimalkan.

  4. Belah bawang dan posisikan sisi potong menghadap ke bawah: Setelah membelah bawang menjadi dua, letakkan sisi potong menghadap talenan. Posisi ini mengurangi jumlah gas yang menguap langsung ke arah wajah saat memotong.

Baca juga: Cara Memasak Steak: Panduan Lengkap untuk Hasil Sempurna di Rumah

3. Manfaatkan Air Mengalir, Ventilasi Udara, dan Pelindung Mata

Manfaatkan Air Mengalir, Ventilasi Udara, dan Pelindung Mata (c) Ilustrasi AI

Selain teknik pendinginan dan pemilihan pisau, memanfaatkan elemen di sekitar dapur juga efektif sebagai cara memotong bawang tanpa menangis. Aliran air, ventilasi udara, dan pelindung mata masing-masing memiliki mekanisme berbeda dalam menghalau senyawa iritan dari bawang.

Natasha Herz, dokter mata dan juru bicara American Academy of Ophthalmology, dikutip dari AARP menyatakan, "Meskipun senyawa ini tidak berbahaya, air mata bisa mengganggu penglihatan saat kritis ketika sedang menangani pisau dan peralatan dapur tajam lainnya."

  1. Potong bawang di bawah air mengalir atau dekat sumber air: Memotong bawang di bawah aliran air dingin yang lembut mampu menyapu senyawa iritan sebelum mencapai mata. Letakkan talenan di wastafel dan biarkan air mengalir perlahan saat memotong.

  2. Nyalakan kipas angin atau buka jendela dapur: Sebagian besar sumber sepakat bahwa ventilasi udara merupakan cara efektif menghalau gas iritan. Aliran udara mencegah senyawa kimia terbang naik ke arah mata. Arahkan kipas menyamping di dekat area pemotongan atau nyalakan exhaust fan di atas kompor.

  3. Gunakan kacamata pelindung atau kacamata renang: Lisa McManus, editor eksekutif America's Test Kitchen Reviews, dikutip dari AARP menyatakan, "Begitu melewati tampilan yang sedikit lucu, kacamata itu benar-benar berhasil." Kacamata menciptakan segel di sekitar mata sehingga gas tidak bisa masuk.

  4. Oleskan jus lemon di sepanjang mata pisau: Beberapa juru masak menyarankan mengoleskan irisan lemon di permukaan pisau sebelum memotong. Asam sitrus dipercaya membantu menetralisir sebagian senyawa iritan yang terlepas dari sel bawang.

  5. Semprotkan larutan cuka di atas talenan: Konsentrasi cuka pada permukaan talenan diyakini bisa menghentikan reaksi senyawa belerang pada bawang. Cukup semprotkan sedikit larutan cuka sebelum mulai memotong untuk mengurangi efek gas pada mata.

Baca juga: Cara Menyimpan Bumbu Halus di Kulkas dan Tanpa Kulkas

4. Alasan Ilmiah Mengapa Bawang Membuat Mata Berair

Alasan Ilmiah Mengapa Bawang Membuat Mata Berair (c) Ilustrasi AI

Memahami sains di balik fenomena menangis saat memotong bawang membantu menentukan strategi pencegahan yang paling tepat. Ketika syn-propanethial-S-oxide bersentuhan dengan permukaan mata, senyawa ini bereaksi dengan air di kornea membentuk asam yang merangsang respons saraf dan memicu air mata sebagai mekanisme pembilasan alami. Menariknya, bawang sendiri sebenarnya tidak mengandung senyawa iritan ini sama sekali.

Mirip dengan cara glow stick yang baru menyala ketika dua bahan kimia di dalamnya tercampur, bawang hanya memproduksi syn-propanethial-S-oxide saat sel-selnya rusak akibat potongan. Saat pisau menembus dinding sel, kantong biologis berisi enzim alliinase terbuka dan bereaksi dengan senyawa sulfur membentuk berbagai senyawa, salah satunya asam sulfenat yang kemudian diubah oleh enzim lachrymatory-factor synthase menjadi gas menyengat. Bawang yang termasuk dalam keluarga tanaman Allium ini mengembangkan mekanisme pertahanan kimia tersebut untuk melindungi diri dari hewan pemakan di alam liar.

Navid Hooshanginejad, fisikawan yang meneliti mekanika pemotongan bawang, dikutip dari Science News Explores menyatakan, "Ini adalah sesuatu yang dialami semua orang." Penelitian mengungkap bahwa tetesan iritan dari bawang bisa terlempar dengan kecepatan 1 hingga 40 meter per detik, dan bilah yang lebih tumpul menghasilkan hingga 40 kali lebih banyak tetesan. Temuan ini memberikan landasan ilmiah kuat bagi rekomendasi menggunakan pisau tajam sebagai cara memotong bawang tanpa menangis.

Tidak semua jenis bawang membuat mata berair dengan intensitas yang sama. Bawang kuning atau bombay memiliki rasa kuat yang menjadi manis saat dimasak, namun kandungan sulfur-nya yang tinggi berarti lebih banyak gas iritan yang diproduksi saat dipotong. Sensitivitas setiap orang juga bervariasi akibat perbedaan struktur saluran air mata dan kepekaan enzim masing-masing individu, sehingga sebagian orang secara alami memproduksi lebih sedikit air mata. Selain untuk memasak, bawang merah juga dikenal memiliki manfaat kesehatan berkat kandungan senyawa aktifnya.

Baca juga: Cara Menggunakan Bawang Merah untuk Tanaman

Baca juga: Nama-Nama Umbi-Umbian: Kekayaan Pangan Tradisional Indonesia

Baca juga: Cara Menyimpan Daun Bawang Agar Awet di Kulkas

Baca juga: Cara Memasak Sarden Kaleng agar Tidak Amis

Baca juga: Cara Memasak Daging Kambing agar Empuk dan Tidak Bau

Baca juga: Cara Memasak Nasi Menggunakan Panci

Baca juga: Cara Memasak Seblak: Panduan Lengkap

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memotong Bawang

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memotong Bawang (c) Ilustrasi AI

Apakah mengunyah permen karet benar-benar efektif mencegah air mata saat memotong bawang?

Mengunyah permen karet atau mengunyah makanan lain tidak akan mencegah senyawa sulfur dari bawang mencapai mata. Beberapa orang merasa metode ini membantu karena gerakan mengunyah mendorong pernapasan melalui mulut. Namun, para ahli menyatakan tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim ini secara konsisten.

Mengapa sebagian orang tidak menangis saat memotong bawang?

Setiap individu memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap senyawa iritan bawang akibat perbedaan struktur saluran air mata dan kepekaan enzim. Sebagian orang memang secara alami memproduksi lebih sedikit air mata sebagai respons. Paparan berulang juga bisa membangun toleransi tertentu, sehingga juru masak profesional yang terbiasa memotong bawang setiap hari umumnya melaporkan reaksi yang lebih ringan seiring waktu.

Apakah memasak bawang juga membuat mata pedih?

Proses memasak atau memanaskan bawang menetralkan mekanisme pertahanan bawang yang memicu air mata. Itulah sebabnya, meskipun aroma bawang saat ditumis atau digoreng mungkin terasa menyengat, senyawa tersebut tidak akan membuat mata berair seperti saat memotong bawang mentah. Jadi, begitu bawang sudah masuk ke dalam wajan panas, mata akan aman dari efek perih.

Daftar Referensi

  1. AARP. How to Cut Onions Without Crying. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.aarp.org/health/healthy-living/food/how-to-cut-onions-without-crying/
  2. Smithsonian Magazine. What's the Best Way to Cut Onions Without Crying? Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.smithsonianmag.com/smart-news/whats-the-best-way-to-cut-onions-without-crying-new-research-suggests-that-thin-sharp-blades-are-key-to-minimizing-tears-180986650/
  3. Library of Congress. Why Does Chopping an Onion Make You Cry? Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.loc.gov/everyday-mysteries/food-and-nutrition/item/why-does-chopping-an-onion-make-you-cry/
  4. Science News Explores. Chopping an Onion? Sharp Knives Can Keep Its Juice Out of Your Eyes. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.snexplores.org/article/slow-sharp-cuts-onion-crying
  5. Washington Times. Sharper Blades Could Help Reduce Onion-Slicing Tears, Scientists Conclude. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.washingtontimes.com/news/2025/may/21/sharper-blades-could-help-reduce-onion-slicing-tears-scientists/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending