Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Dapur yang Mudah dan Anti Gagal
2. Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Dapur di Pot dengan Media Tanah (h)
Kapanlagi.com - Cara menanam daun bawang dari sisa dapur sebenarnya sangat mudah dan bisa dipraktikkan siapa saja, bahkan tanpa pengalaman berkebun sekalipun. Cukup sisakan bonggol beserta akar daun bawang sepanjang 2-3 cm setelah memasak, lalu tumbuhkan kembali menggunakan media air atau tanah di pot kecil.
Teknik sederhana ini memungkinkan daun bawang tumbuh kembali dalam hitungan hari tanpa perlu membeli bibit baru. Menerapkan cara menanam daun bawang dari sisa dapur adalah langkah hemat yang sekaligus mengurangi limbah organik rumah tangga secara nyata.
Daun bawang, yang juga dikenal sebagai scallion atau spring onion, termasuk sayuran paling serbaguna dan mudah ditumbuhkan kembali langsung dari sisa potongan dapur. Tanaman dengan nama ilmiah Allium fistulosum ini termasuk anggota keluarga Amaryllidaceae yang memiliki cita rasa khas dan sangat populer dalam berbagai masakan Asia. Selain kaya akan vitamin K, vitamin C, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan, menanam daun bawang di rumah juga memastikan hasil panen yang lebih segar dan bebas residu pestisida.
Advertisement
1. 1. Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Dapur dengan Media Air
Metode paling populer dan cepat untuk menumbuhkan kembali daun bawang adalah menggunakan media air. Cara menanam daun bawang dari sisa dapur dengan metode ini sangat cocok bagi pemula karena tidak memerlukan tanah, pupuk, maupun peralatan khusus. Dilansir dari Food Network, menumbuhkan kembali sisa potongan daun bawang dalam air adalah salah satu trik anti mubazir yang paling mudah dilakukan.
Tunas hijau biasanya sudah mulai terlihat dalam 24 jam pertama setelah bonggol direndam. Teknik ini serupa dengan prinsip dasar hidroponik sederhana yang memanfaatkan air sebagai media tumbuh pengganti tanah, menjadikannya solusi ideal untuk ruang dapur yang terbatas.
Pilih bonggol daun bawang yang segar: Setelah menggunakan bagian hijau daun bawang untuk memasak, sisakan bagian putih beserta akarnya sepanjang 2-3 cm. Pastikan bagian akar atau root plate di bagian paling bawah tetap utuh karena dari situlah akar baru akan tumbuh.
Bersihkan bonggol dengan lembut: Cuci bonggol dan akar secara perlahan di bawah air mengalir untuk membersihkan sisa kotoran yang menempel agar air tetap bersih selama proses perendaman.
Siapkan gelas atau toples kecil: Gunakan gelas bening atau toples kecil agar Anda bisa memantau pertumbuhan akar secara langsung. Anda bisa menambahkan kerikil kecil atau kelereng di dasar gelas untuk menjaga bonggol tetap berdiri tegak dan stabil.
Isi air secukupnya: Tuangkan air bersih hingga hanya menutupi bagian akar, tetapi jangan merendam bagian atas bonggol. Bagian yang terendam terlalu dalam berpotensi membusuk dan menghambat pertumbuhan tunas baru.
Letakkan di dekat jendela yang terang: Tempatkan gelas di ambang jendela yang cerah karena daun bawang menyukai cahaya dan akan tumbuh subur dengan sedikit sinar matahari harian. Hindari paparan sinar matahari langsung berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan alga di dalam air.
Ganti air secara rutin: Ganti air setiap 2-3 hari sekali untuk mencegah timbulnya lendir atau bau tidak sedap. Menjaga kebersihan air adalah kunci utama agar bonggol tidak membusuk selama proses penumbuhan.
Panen tunas hijau baru: Tunggu hingga tunas hijau mencapai tinggi sekitar 10-15 cm, yang biasanya terjadi dalam 7-10 hari tergantung musim dan kondisi cahaya. Gunakan gunting bersih dan sisakan sekitar 2-3 cm dari bonggol agar bisa tumbuh kembali untuk panen berikutnya.
Baca juga: Cara Menanam Pandan di Pot dan di Air untuk Pemula
2. 2. Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Dapur di Pot dengan Media Tanah
Jika menginginkan hasil panen yang lebih besar, tebal, dan tahan lama, menanam daun bawang langsung di pot berisi tanah adalah pilihan terbaik. Berdasarkan MasterClass, daun bawang memang bisa tumbuh di air, namun pertumbuhannya lebih besar dan bertahan lebih lama ketika ditanam di tanah, terutama jika diberi sedikit pupuk atau kompos bernitrogen tinggi secara berkala. Menerapkan cara menanam daun bawang dari sisa dapur menggunakan pot memungkinkan tanaman memperoleh nutrisi alami dari media tanam.
Bawang daun yang ditanam di tanah mengembangkan sistem perakaran yang jauh lebih kuat, menghasilkan daun yang lebih tebal dan beraroma lebih kuat dibandingkan yang hanya ditanam di media air. Metode ini ideal bagi Anda yang ingin memanen daun bawang secara berulang dari satu bonggol dalam jangka panjang.
Siapkan pot dengan lubang drainase: Pilih wadah tanam yang memiliki lubang pembuangan air agar air bisa mengalir cepat dan mencegah pembusukan akar. Pot berdiameter minimal 15-20 cm sudah cukup untuk menampung beberapa bonggol sekaligus.
Buat media tanam yang gembur: Gunakan campuran tanah gembur, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Komposisi ini menjamin aerasi baik sekaligus menyediakan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan awal daun bawang.
Siapkan bonggol daun bawang sisa dapur: Sama seperti metode air, sisakan bonggol dengan akar utuh sepanjang 2-3 cm. Pilih bonggol yang masih segar, keras, dan berwarna putih cerah tanpa tanda-tanda busuk atau berlendir.
Buat lubang tanam: Buat lubang di media tanam sedalam sekitar 1-2 cm, dengan jarak antar-lubang sekitar 2-3 cm. Jangan menanam terlalu dalam karena bonggol bisa membusuk sebelum sempat bertunas; daun bawang tumbuh paling baik ketika akar tertanam di tanah namun bagian tunasnya tetap di atas permukaan.
Tanam bonggol dengan posisi tegak: Masukkan ujung akar ke dalam lubang tanam, lalu padatkan tanah di sekitarnya secara lembut untuk menjaga potongan tetap berdiri tegak. Pastikan ujung atas bonggol yang terpotong tetap terlihat sedikit di atas permukaan tanah.
Siram hingga lembap: Daun bawang membutuhkan kelembapan dan sirkulasi udara yang cukup; jaga tanah tetap lembap, tetapi pastikan drainase baik untuk menghilangkan risiko busuk akar.
Rawat dan pupuk secara rutin: Letakkan pot di ambang jendela yang cerah dan siram seminggu sekali atau saat tanah terasa kering. Anda bisa menambahkan pupuk cair bernitrogen tinggi setiap 2-3 minggu untuk mendorong pertumbuhan daun yang lebih tebal dan lebat.
Baca juga: Panduan Lengkap Menanam Kucai di Rumah untuk Pemula
3. 3. Cara Memindahkan Daun Bawang dari Air ke Tanah agar Panen Lebih Lama
Banyak orang memulai dengan menumbuhkan daun bawang di air, tetapi tidak menyadari bahwa hasilnya akan jauh lebih baik jika bonggol kemudian dipindahkan ke tanah. Sebagaimana dikutip dari A Piece of Rainbow, sisa potongan daun bawang yang ditanam di tanah bisa tumbuh hingga ukuran besar dan memberikan banyak kali panen karena tanaman terus tumbuh kembali setelah dipotong. Langkah ini menyempurnakan cara menanam daun bawang dari sisa dapur agar hasilnya lebih berkelanjutan.
Prinsipnya mirip dengan teknik memanfaatkan sisa bawang dapur untuk ditanam ulang, yaitu memaksimalkan potensi tumbuh dari bagian tanaman yang biasanya terbuang begitu saja.
Tunggu hingga akar berkembang di air: Sebelum dipindahkan, pastikan bonggol sudah mengembangkan akar baru yang cukup panjang, minimal 2-3 cm, dan tunas hijau sudah tumbuh sekitar 10-12 cm. Proses ini penting karena daun bawang tidak bisa ditumbuhkan di air selamanya; tanaman pada akhirnya akan melemah dan berhenti berproduksi jika tidak dipindahkan ke tanah.
Siapkan pot dan media tanam: Isi pot yang memiliki lubang drainase dengan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar. Pastikan media tanam sudah disiram terlebih dahulu hingga lembap agar akar tidak mengalami stres saat dipindahkan.
Pindahkan bonggol dengan hati-hati: Angkat bonggol dari air dan segera tanam di lubang yang sudah disiapkan. Tanam semua bagian bonggol beserta akar ke dalam tanah, kecuali ujung paling atas dari potongan bonggol yang tetap terlihat di permukaan.
Siram dan tempatkan di area bercahaya: Siram ringan setelah penanaman dan letakkan pot di tempat yang mendapat cahaya matahari pagi selama 6-8 jam. Hindari memindah-mindahkan pot terlalu sering karena daun bawang lebih menyukai posisi yang stabil agar akarnya tidak terganggu.
Panen secara bertahap: Setelah tunas baru tumbuh cukup besar, panen menggunakan gunting dengan memotong daun dekat permukaan tanah. Sisakan sekitar 2-3 cm dari pangkal agar tanaman terus berproduksi untuk beberapa kali panen ke depan.
Baca juga: Tips Bertani Sayur Vertikal di Tembok Rumah agar Panen Rutin
4. Tips Merawat dan Memanen Daun Bawang agar Tumbuh Subur dan Panen Berulang
Keberhasilan menanam daun bawang dari sisa dapur tidak hanya bergantung pada langkah awal penanaman, tetapi juga pada perawatan yang konsisten setelahnya. Merujuk House Digest, menanam ulang daun bawang di tanah memberikan lingkungan yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk pertumbuhan jangka panjang, menghasilkan tunas yang lebih kokoh dan rasa yang lebih kuat. Dengan menerapkan beberapa tips perawatan berikut, Anda bisa memaksimalkan hasil panen dari setiap bonggol daun bawang yang ditanam di rumah.
Sara Rubens, seorang garden coach bersertifikat dan pendiri Seed to Sanctuary, dikutip dari Real Simple menyatakan, "Letakkan di ambang jendela yang terkena sinar matahari, dan daun bawang akan terus tumbuh." Selain bermanfaat untuk menghemat belanja dapur, kebiasaan berkebun di rumah juga terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental, karena aktivitas merawat tanaman menciptakan ritme harian yang menenangkan pikiran.
Jaga kelembapan tanah secara konsisten: Daun bawang membutuhkan tanah yang lembap tetapi tidak tergenang. Siram di pagi atau sore hari, dan pastikan pot memiliki drainase yang baik untuk mencegah akar membusuk. Tanah yang terlalu becek bisa memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan busuk akar, jadi jangan biarkan pot terendam air lebih dari sehari.
Berikan pupuk nitrogen tinggi secara berkala: Daun bawang tumbuh lebih besar dan lebat di tanah, terutama jika Anda menaburkan sedikit pupuk bernitrogen tinggi atau kompos di sekitar tanaman dari waktu ke waktu. Langkah ini serupa dengan perawatan saat menanam sayuran lain di polybag seperti cabai atau kangkung.
Pastikan pencahayaan cukup: Daun bawang membutuhkan setidaknya 6-8 jam sinar matahari langsung atau ambang jendela yang cerah untuk pertumbuhan optimal. Jika menanam di dalam ruangan dengan cahaya terbatas, sistem hidroponik rumahan dengan lampu tumbuh bisa menjadi alternatif yang efektif.
Hindari menanam terlalu dalam atau terlalu rapat: Kesalahan paling umum saat menumbuhkan daun bawang adalah menanam bonggol terlalu dalam atau terlalu berdekatan; bonggol yang tertanam terlalu dalam bisa membusuk sebelum sempat bertunas. Solusinya sederhana: tanam setiap bonggol dengan jarak minimal 3-4 cm dan tutup hanya bagian akarnya saja.
Panen dengan teknik yang tepat: Gunting daun dari bagian luar terlebih dahulu, potong hingga dekat permukaan tanah, dan sisakan pangkal agar daun bawang terus bertunas. Satu bonggol bisa menghasilkan beberapa kali panen sebelum akhirnya perlu diganti. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran hasil panen.
Manfaatkan pupuk organik alami: Larutan bawang merah yang dicampur air cucian beras bisa menjadi pupuk organik tambahan yang mempercepat pertumbuhan akar dan daun bawang secara alami tanpa bahan kimia.
Waspadai tanda-tanda masalah sejak dini: Jika bagian atas bonggol mulai berlendir atau berubah warna, segera ganti air dan potong bagian yang rusak. Daun yang menguning bisa menandakan kekurangan nutrisi atau terlalu banyak air. Segera kurangi frekuensi penyiraman dan berikan pupuk ringan.
Kombinasikan dengan tanaman lain: Daun bawang bisa ditanam berdampingan dengan tanaman herba atau sayuran lain di pekarangan rumah. Aroma belerang kuat dari keluarga Allium bahkan bisa membantu mengusir hama tertentu. Teknik perawatan serupa juga berlaku untuk sayuran seperti caisim atau kangkung yang ditanam di pot.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Menanam Bayam di Pot dan Polybag
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Daun Bawang
Berapa lama daun bawang dari sisa dapur bisa tumbuh kembali?
Daun bawang yang ditanam dari sisa dapur biasanya menunjukkan pertumbuhan yang terlihat hanya dalam beberapa hari, dan dalam waktu kurang dari seminggu tunas hijau sudah siap untuk dipangkas ringan. Jika ditanam di tanah, hasil panen pertama dengan ukuran daun yang lebih besar bisa diperoleh setelah sekitar 2-3 minggu. Teknik regrow ini juga bisa menginspirasi Anda untuk mencoba menanam tanaman herbal lainnya di rumah sebagai apotek hidup keluarga.
Apakah daun bawang bisa terus tumbuh tanpa henti dari satu bonggol?
Daun bawang yang hanya ditanam di air memang bisa menumbuhkan tunas baru, namun air hanya mampu mendukung pertumbuhan awal; untuk jangka panjang, memindahkan bonggol ke tanah memberikan lingkungan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Di media tanah, satu bonggol bisa menghasilkan panen berulang selama beberapa bulan asalkan mendapat perawatan berupa penyiraman dan pemupukan rutin. Selain daun bawang, Anda juga bisa mencoba menanam kacang panjang atau sayuran lain di pekarangan rumah untuk melengkapi kebutuhan dapur.
Mengapa daun bawang yang ditanam dari sisa dapur sering cepat busuk?
Sebagian besar kegagalan terjadi bukan karena metodenya tidak berhasil, melainkan karena bonggol terendam terlalu dalam, kurangnya paparan cahaya, atau terlambat memindahkan tanaman dari air ke tanah. Pastikan hanya bagian akar yang terendam air, bukan seluruh bonggol. Ganti air setiap 2-3 hari dan gunakan wadah yang bersih. Jika menanam di tanah, hindari menyiram berlebihan dan pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai agar air tidak menggenang di sekitar akar.
Daftar Referensi
- Food Network. How to Regrow Green Onions. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.foodnetwork.com/how-to/packages/food-network-essentials/how-to-grow-green-onioms
- MasterClass. How to Regrow Green Onions in Soil or a Glass of Water. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.masterclass.com/articles/how-to-regrow-green-onions
- House Digest. Water Vs. Soil: Which Method Is Better To Regrow Green Onions? Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.housedigest.com/1326654/better-regrow-green-onions-water-soil-plants/
- A Piece of Rainbow. Regrow Green Onions / Scallions from Kitchen Scraps. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.apieceofrainbow.com/regrow-green-onions-scallions/
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
-
Dangdut Academy Dangdut Academy 8 Top 21 Dimulai, Simak Beberapa Aturan Baru