Cara Menanam Daun Bawang di Rumah dari Batang, Biji, hingga Panen Melimpah
cara menanam daun bawang (h)
Kapanlagi.com - Cara menanam daun bawang termasuk salah satu proyek berkebun paling mudah bagi pemula. Anda bisa memulainya dari batang sisa dapur, biji, maupun anakan tanaman.
Kuncinya terletak pada media tanam yang subur, penyiraman teratur, serta sinar matahari yang cukup. Dengan perawatan sederhana, cara menanam daun bawang mampu memberikan panen segar hanya dalam hitungan minggu.
Sebagaimana dilaporkan The Washington Post, para ahli menyebut daun bawang sebagai salah satu sayuran yang paling mudah ditumbuhkan ulang, sementara sejumlah sayuran lain justru lebih menantang untuk diperbanyak di rumah. Tidak heran bila banyak orang menjadikan menanam daun bawang dari batang sebagai langkah awal berkebun.
Advertisement
1. Cara Menanam Daun Bawang dari Batang Sisa Dapur
Metode tercepat dan paling hemat dalam cara menanam daun bawang adalah memanfaatkan pangkal batang berakar yang biasanya dibuang usai memasak. Cukup sisakan bagian putih beserta akarnya, dan tanaman akan menumbuhkan tunas hijau baru dalam waktu singkat. Cara ini cocok dipraktikkan dari sisa dapur yang mudah dan anti gagal, bahkan bisa diatur agar cepat tumbuh dan tidak busuk.
Pilih batang berkualitas: Gunakan daun bawang segar dengan pangkal putih dan akar yang masih utuh, lalu sisakan sekitar 3-5 cm bagian bawah beserta akarnya.
Rendam akar dalam air: Masukkan pangkal ke dalam gelas atau toples berisi air bersih hingga akar terendam, tetapi biarkan ujung batang tetap berada di atas permukaan air.
Letakkan di tempat terang: Simpan wadah di dekat jendela yang terkena cahaya matahari dan ganti airnya setiap satu hingga dua hari agar tidak keruh maupun berbau.
Amati munculnya tunas: Tunas hijau umumnya muncul dalam 1-3 hari, dan daun bisa dipetik sebagian dalam waktu sekitar 7-14 hari tergantung cahaya dan suhu.
Pindahkan ke tanah: Setelah berakar kuat, pindahkan ke pot berisi media tanam agar batang tumbuh lebih tebal, tahan lama, dan dapat dipanen berulang.
Di dalam air, satu pangkal biasanya bisa ditumbuhkan ulang dua sampai tiga kali sebelum akarnya melemah, sehingga sebaiknya dipindahkan ke tanah untuk hasil yang lebih maksimal. Sara Rubens, pelatih kebun bersertifikat sekaligus pendiri Seed to Sanctuary, dikutip dari AOL, mengatakan, "Lalu, letakkan di ambang jendela yang cerah, dan bawang akan terus tumbuh."
2. Cara Menanam Daun Bawang dari Biji
Bagi yang ingin hasil dalam jumlah banyak, cara menanam daun bawang dari biji menawarkan pilihan varietas yang lebih beragam meski membutuhkan sedikit kesabaran. Biji disemai lebih dulu hingga menjadi bibit sebelum dipindahkan ke lahan atau pot.
Berdasarkan panduan The Old Farmer's Almanac, biji daun bawang dapat disemai secara bertahap setiap tiga hingga empat minggu agar pasokan batang segar selalu tersedia, dan panen pertama bisa dinikmati dalam waktu sekitar delapan minggu.
Siapkan media semai: Campur tanah gembur dengan pupuk kandang atau kompos, lalu masukkan ke tray semai, pot, atau polybag yang memiliki lubang drainase.
Semai biji: Tanam biji sedalam sekitar 0,5-1 cm, tutup tipis dengan tanah, kemudian siram halus agar media tetap lembap.
Jaga kelembapan: Tutup permukaan media dengan plastik atau daun pisang untuk mempertahankan kelembapan hingga biji berkecambah dalam satu hingga dua minggu.
Tipiskan bibit: Setelah bibit setinggi beberapa sentimeter, jarangkan (thinning) agar tiap tanaman punya ruang tumbuh; bibit yang dicabut tetap bisa dimakan.
Tanam berumpun: Menanam beberapa bibit muda secara bergerombol membantu batang saling menopang sehingga tidak mudah roboh.
Pindah tanam: Ketika bibit berumur sekitar dua bulan atau memiliki 2-3 helai daun, pindahkan ke pot permanen atau bedengan dengan jarak tanam sekitar 15-25 cm.
Menanam di wadah menjadi solusi bagi pekarangan sempit. Lindsey Chastain, seorang homesteader sekaligus pendiri blog The Waddle and Cluck, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Anda bisa menanam daun bawang di wadah kecil apa pun yang kedalamannya minimal sekitar sepuluh sentimeter."
Prinsip persiapan media ini sebenarnya mirip dengan cara menanam sayur organik di rumah maupun teknik menanam cabai dari biji. Bila ingin tanpa tanah sama sekali, Anda juga bisa menempuh cara menanam hidroponik untuk pemula.
3. Cara Merawat Daun Bawang agar Tumbuh Subur dan Cepat Panen
Perawatan yang konsisten menentukan hasil akhir; cara menanam daun bawang yang baik selalu diikuti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama secara teratur. Langkah-langkah berikut membantu tanaman tumbuh subur hingga siap panen.
Mengutip Savvy Gardening, daun bawang memiliki sistem akar yang dangkal sehingga cepat kering; media tanam perlu dijaga tetap lembap, dan pemberian mulsa jerami di sekitar tanaman membantu mengurangi frekuensi penyiraman sekaligus menekan pertumbuhan gulma.
Penyiraman teratur: Siram pada pagi dan sore hari agar media tetap lembap, tetapi hindari genangan air karena dapat memicu busuk akar.
Cukupi sinar matahari: Tempatkan tanaman di lokasi yang menerima minimal enam jam cahaya setiap hari. Lindsey Chastain, dikutip dari Homes & Gardens, menambahkan, "Daun bawang membutuhkan banyak cahaya, jadi letakkan di dekat jendela yang cerah bila memungkinkan."
Pemupukan berkala: Berikan pupuk kaya nitrogen atau pupuk organik cair mulai minggu ketiga dan ulangi secara berkala, sebab bagian yang dipanen adalah daunnya.
Penyiangan dan pembumbunan: Bersihkan gulma di sekitar tanaman dan timbun pangkal batang agar perakaran menguat serta bagian putih tumbuh lebih panjang.
Pengendalian hama: Waspadai ulat tanah, lalat bawang, dan thrips, serta penyakit seperti embun tepung dan karat; pindahkan lokasi tanam pada musim berikutnya bila muncul gejala.
Panen bertahap: Gunting daun dari bagian luar dan sisakan pangkalnya supaya tanaman terus bertunas, atau cabut seluruh rumpun saat sudah rimbun.
Teknik penyiraman dan pengendalian hama ini serupa dengan perawatan tanaman bumbu lain, seperti saat merawat cabai di polybag maupun meracik pestisida nabati dari bahan alami di rumah.
4. Tips dan Fakta Penting Seputar Budidaya Daun Bawang
Selain langkah dasar, ada sejumlah fakta dan tips yang membuat hasil panen lebih maksimal sekaligus memperkaya wawasan berkebun Anda.
Dilansir dari Healthline, scallion, green onion, dan spring onion sebenarnya tanaman serupa yang dibedakan terutama oleh usia saat dipanen, dengan spring onion memiliki umbi kecil membulat serta rasa yang sedikit lebih kuat.
Kenali jenis dan namanya: Mengacu pada University of Minnesota Extension, bawang daun (Allium fistulosum) tidak membentuk umbi dan memiliki batang hijau serta putih yang bisa dikonsumsi mentah maupun dimasak. Nathan Lyon, koki sekaligus penulis buku masak, dikutip dari AOL, menuturkan, "Tidak ada perbedaan antara scallion dan green onion."
Manfaatkan untuk beragam masakan: Daun bawang cocok untuk tumisan, sup, hingga olahan telur seperti resep tempe kukus telur dan daun bawang atau telur gulung isi jamur dan daun bawang. Olivia Roszkowski, koki-instruktur seni kuliner nabati, dikutip dari AOL, menjelaskan, "Profil rasa scallion cukup tajam untuk membumbui makanan, tetapi cukup lembut untuk disajikan mentah."
Terapkan tanam pendamping: Aroma tajam bawang dipercaya para pekebun mampu mengusir hama pada tanaman seperti tomat dan kubis, sehingga daun bawang menjadi tetangga yang baik di kebun. Sebaliknya, hindari menanamnya berdekatan dengan kacang-kacangan, buncis, dan sage.
Lakukan rotasi tanam: Jangan menanam bawang pada lokasi yang sama secara terus-menerus untuk menekan penumpukan hama dan penyakit tular tanah.
Perpanjang bagian putih: Menanam sedikit lebih dalam atau menimbun tanah di sekitar batang (teknik blanching) membuat bagian putih tumbuh lebih panjang, lembut, dan bernilai jual lebih baik.
Simpan hasil panen dengan benar: Agar tidak cepat layu, terapkan cara menyimpan daun bawang agar awet, termasuk trik menyimpan daun bawang dan seledri supaya tetap segar dan tidak berlendir.
Kombinasikan dengan tanaman lain: Lengkapi kebun mini Anda dengan cara menanam bawang merah, bawang putih di rumah, hingga cabai di polybag dan bayam di polybag.
Perkaya wawasan berkebun: Bila ingin variasi tanpa tanah, tekuni cara menanam sawi hidroponik; pelajari pula manfaat bawang dayak sebagai tambahan referensi tanaman bawang.
Dengan memahami tiga metode utama beserta perawatannya, cara menanam daun bawang bisa disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan waktu Anda. Mulailah dari satu pot kecil, lalu kembangkan menjadi kebun bumbu dapur yang produktif dan hemat biaya.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Daun Bawang
Berapa lama daun bawang bisa dipanen?
Daun bawang dari bibit umumnya siap dipanen sekitar dua hingga dua setengah bulan setelah tanam, ditandai dengan rumpun yang mulai banyak dan sebagian daun menguning. Jika ditumbuhkan ulang dari batang di air, sebagian daunnya bahkan bisa dipetik dalam satu hingga dua minggu.
Apakah daun bawang bisa ditanam hanya dengan air?
Bisa. Cukup rendam pangkal berakar dalam sedikit air bersih, letakkan di tempat terang, lalu ganti air secara berkala hingga tunas tumbuh. Namun, untuk hasil yang lebih tebal dan tahan lama, sebaiknya tanaman dipindahkan ke media tanah karena air biasa minim nutrisi.
Kenapa daun bawang cepat busuk atau menguning?
Penyebab paling umum adalah media yang terlalu basah atau tergenang sehingga akar membusuk, serta kekurangan nutrisi. Pastikan wadah memiliki drainase baik, kurangi frekuensi penyiraman bila media masih lembap, dan berikan pupuk ringan secara berkala.
Daftar Referensi
- The Old Farmer's Almanac. Planting and Growing Green Onions (Scallions). Diakses pada 8 September 2026, dari https://www.almanac.com/plant/scallions-green-onions
- University of Minnesota Extension. Growing scallions in home gardens. Diakses pada 8 September 2026, dari https://extension.umn.edu/vegetables/growing-scallions-home-gardens
- Savvy Gardening. How to Grow Green Onions: The Ultimate Seed to Harvest Guide. Diakses pada 8 September 2026, dari https://savvygardening.com/how-to-grow-green-onions/
- The Washington Post. How to Start Regrowing Green Onions and Other Vegetables on Your Windowsill. Diakses pada 8 September 2026, dari https://www.washingtonpost.com/news/voraciously/wp/2020/04/22/how-to-start-regrowing-green-onions-and-other-vegetables-on-your-windowsill/
- Healthline. Scallions vs. Green Onions vs. Spring Onions. Diakses pada 8 September 2026, dari https://www.healthline.com/nutrition/scallion-vs-green-onion
(kpl/rsp)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
