Cara Menggunakan Pupuk NPK untuk Hasil Panen Maksimal
Manfaat Pupuk NPK untuk Tanaman
Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk yang paling banyak digunakan dalam budidaya pertanian modern. Pupuk ini mengandung tiga unsur hara makro primer yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal. Namun, penggunaan yang tidak tepat justru dapat merugikan tanaman dan menghambat pertumbuhan.
Pemupukan berimbang dengan pupuk NPK dapat menghasilkan keuntungan lebih tinggi pada budidaya pertanian. Salah satu strategi efisiensi dalam penanaman adalah menekan biaya dengan menggunakan pupuk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan optimal. Cara menggunakan pupuk NPK yang benar akan menentukan keberhasilan panen Anda.
Melansir dari Pengantar Nutrisi Tanaman oleh Danner Sagala, dkk., pupuk NPK termasuk kategori pupuk majemuk yang mengandung lebih dari satu macam unsur hara. Di pasaran, pupuk NPK telah dibuat dengan kadar dan kombinasi unsur hara yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis tanaman.
Advertisement
1. Pengertian dan Kandungan Pupuk NPK
Pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung tiga unsur hara makro primer, yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Pupuk ini berbentuk granular atau butiran dengan berbagai formulasi kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Bentuk pupuk NPK cukup bervariasi, ada yang berbentuk tablet, briket, granul, bubuk, serta cair dengan persentase kelarutan yang berbeda.
Unsur Nitrogen (N) berfungsi sebagai penyusun asam amino, protein, asam nukleat, nukleotida serta klorofil. Hal ini menjadikan tanaman lebih hijau, pertumbuhan tanaman secara keseluruhan menjadi lebih cepat serta meningkatkan kandungan protein pada hasil panen. Unsur Fosfor (P) berperan dalam penyimpanan dan penyaluran energi untuk semua aktivitas metabolisme tanaman, memacu pertumbuhan akar, merangsang pembentukan bunga dan pematangan buah, serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
Unsur Kalium (K) berfungsi sebagai aktivator enzim yang berpartisipasi dalam proses metabolisme tanaman. Selain itu juga membantu proses penyerapan air dan hara dalam tanah, serta menyalurkan hasil asimilasi dari daun ke seluruh jaringan tanaman. Ketiga unsur ini harus tersedia dalam jumlah seimbang agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.
Salah satu produk pupuk NPK yang populer adalah NPK Mutiara 16-16-16 yang memiliki kandungan seimbang dengan persentase masing-masing unsur sebesar 16%. Selain unsur hara utama tersebut, beberapa produsen sering menambahkan unsur hara makro lainnya seperti kalsium (CaO) dan magnesium (MgO) yang kemudian diformulasikan sesuai kebutuhannya.
2. Manfaat Pupuk NPK untuk Tanaman
Secara umum manfaat pupuk NPK adalah membantu pertumbuhan tanaman agar berkembang secara maksimal. Setiap unsur hara di dalam pupuk NPK memiliki peran yang berbeda dalam membantu pertumbuhan tanaman. Ketiganya merupakan unsur hara makro primer karena paling banyak dibutuhkan oleh tanaman.
Pemberian pupuk NPK bermanfaat untuk menggantikan hilangnya unsur hara di dalam tanah dan memenuhi kebutuhan mineral sehingga produktivitas tanaman dapat meningkat. Tersedianya unsur hara N, P, dan K dalam tanah yang tidak seimbang baik kekurangan maupun kelebihan akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman.
Para petani percaya bahwa jika mengaplikasikan pupuk NPK pada tanaman budidayanya, hasil panen akan berlimpah. Bukan hanya itu, kualitas dari hasil panen juga akan lebih baik daripada yang tidak menggunakannya. Pupuk NPK juga membantu tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit karena sistem pertahanan tanaman yang lebih kuat.
Pupuk NPK dapat digunakan pada semua jenis tanaman, baik tanaman sayuran buah, sayuran daun (hortikultura), tanaman buah maupun tanaman perkebunan seperti karet, kelapa sawit, dan kakao. Fleksibilitas penggunaan ini menjadikan pupuk NPK sebagai pilihan utama para petani dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman mereka.
3. Cara Menggunakan Pupuk NPK dengan Sistem Tabur
Sistem tabur adalah cara menggunakan pupuk NPK dengan menaburkan butiran pupuk secara langsung ke media tanam. Metode ini efektif untuk tanaman yang memiliki jarak tanam cukup lebar seperti cabai, tomat, terung, kubis, dan brokoli. Sebelum melakukan penaburan, pastikan media tanam dalam keadaan lembab atau basah agar pupuk lebih mudah diserap oleh akar tanaman.
Langkah pertama dalam sistem tabur adalah menyiapkan pupuk NPK sesuai dosis yang dibutuhkan, biasanya sekitar satu sendok makan per tanaman atau disesuaikan dengan ukuran tanaman. Buat lubang atau parit kecil di sekitar tanaman dengan jarak minimal 10 cm dari pangkal batang untuk menghindari kerusakan akar. Jarak ini sangat penting karena jika pupuk terlalu dekat dengan batang, dapat menyebabkan tanaman keracunan dan menghambat pertumbuhan.
Taburkan pupuk NPK secara merata ke dalam lubang atau parit yang telah disiapkan. Pastikan pupuk tidak mengenai batang maupun daun tanaman karena dapat menyebabkan luka bakar pada jaringan tanaman. Setelah penaburan selesai, tutup kembali lubang dengan tanah tipis setebal 3-5 cm atau aduk agar pupuk menyatu dengan tanah. Cara ini dilakukan supaya pupuk tidak hanyut tersiram air hujan atau menguap saat matahari terik.
Setelah pemupukan, segera siram tanaman dengan air secukupnya agar pupuk dapat larut dan diserap oleh akar. Jika menggunakan sistem bedengan tanpa mulsa, lakukan pendangiran untuk menutup pupuk dengan tanah sekaligus menghambat pertumbuhan gulma. Pemupukan dengan sistem tabur sebaiknya dilakukan setiap 20-30 hari sekali, tergantung jenis tanaman dan kondisi pertumbuhan.
4. Cara Menggunakan Pupuk NPK dengan Sistem Kocor
Sistem kocor atau siram adalah metode cara menggunakan pupuk NPK dengan melarutkan butiran pupuk terlebih dahulu dalam air, kemudian larutan tersebut disiramkan ke media tanam. Metode ini lebih efisien karena pupuk yang sudah larut lebih mudah dan cepat diserap oleh akar tanaman. Sistem kocor sangat cocok untuk tanaman dalam pot, polybag, atau tanaman dengan jarak tanam yang rapat.
Untuk membuat larutan pupuk NPK, larutkan seperempat sendok makan pupuk ke dalam 1,5 liter air dalam wadah seperti botol plastik bekas atau ember. Aduk atau kocok hingga merata dan pastikan pada bagian bawah wadah sudah tidak ada lagi butiran pupuk yang belum larut. Untuk pemupukan susulan pertama pada tanaman sayuran, dosis yang umum digunakan adalah 1 kg pupuk NPK dilarutkan dalam 100 liter air.
Setelah pupuk larut sempurna, siramkan larutan secukupnya ke media tanam secara merata dengan cara mengelilingi bagian pinggiran media tanam. Untuk tanaman dewasa, takaran pemberian sekitar 250 ml per batang tanaman, namun dosis ini dapat disesuaikan dengan ukuran dan umur tanaman. Lakukan penyiraman dengan hati-hati agar larutan pupuk tidak mengenai daun atau batang tanaman.
Jika larutan pupuk tidak sengaja mengenai daun tanaman, segera bilas dengan air bersih untuk mencegah daun layu atau gosong. Dosis pupuk NPK yang diaplikasikan dengan pengocoran dapat dinaikkan sedikit demi sedikit sesuai dengan pertumbuhan dan umur tanaman. Aplikasi pupuk dengan sistem kocor dilakukan lebih sering, yaitu setiap 7-10 hari sekali, karena pupuk cair lebih cepat habis diserap oleh tanaman.
5. Penggunaan Pupuk NPK sebagai Pupuk Dasar dan Susulan
Pupuk NPK dapat digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan tergantung fase pertumbuhan tanaman. Sebagai pupuk dasar, aplikasi dilakukan sebelum penanaman dengan cara menaburkan pupuk secara merata pada bedengan atau lubang tanam. Bedengan kemudian ditutup dengan tanah tipis atau diaduk agar pupuk menyatu dengan tanah. Penanaman bibit dilakukan 10-15 hari setelah penaburan supaya pupuk menyatu terlebih dahulu dengan tanah dan tidak meracuni tanaman.
Pupuk susulan adalah pemberian pupuk yang dilakukan pasca tanam hingga tanaman berproduksi. Pada tanaman sayuran buah seperti cabai, tomat, dan terung, pupuk susulan pertama kali diberikan pada umur 10-15 hari setelah tanam. Kemudian dilakukan secara berkala setiap 7-30 hari sekali tergantung metode aplikasi yang digunakan. Aplikasi pupuk susulan bisa dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman.
Untuk tanaman sayuran daun seperti kubis, sawi, dan brokoli, pemupukan susulan dengan sistem tabur lebih efektif karena tanaman ini biasanya ditanam dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Pupuk ditabur di sekeliling batang tanaman dengan jarak yang cukup agar tidak meracuni tanaman. Sedangkan untuk sayuran daun seperti bayam dan kangkung yang ditanam lebih rapat, sistem kocor lebih praktis dan efisien.
Dosis pemupukan harus disesuaikan dengan jenis tanaman, umur tanaman, dan tingkat kesuburan tanah. Semakin bertambah umur tanaman, jarak pemupukan dari batang semakin diperlebar supaya tanaman tidak keracunan dan akar tanaman tidak membusuk. Pemupukan yang tepat waktu dan dengan dosis yang sesuai akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal dan hasil panen yang maksimal.
6. Tips Penting dalam Menggunakan Pupuk NPK
Penggunaan pupuk NPK harus dilakukan secara bijak karena termasuk pupuk kimia yang dapat merusak tanaman dan lingkungan jika aplikasinya salah. Hindari pemberian pupuk NPK yang berlebihan karena dapat menyebabkan keracunan pada tanaman, sistem perakaran busuk, bahkan kematian tanaman. Pupuk yang diberikan secara berlebihan juga akan terbuang percuma dan mencemari lingkungan.
Waktu pemupukan yang tepat sangat mempengaruhi efektivitas penyerapan nutrisi oleh tanaman. Pemupukan dengan sistem tabur sebaiknya dilakukan ketika tanah dalam keadaan basah atau setelah turun hujan agar pupuk lebih mudah larut dan diserap akar. Untuk sistem kocor, pemupukan dapat dilakukan pada pagi hari atau sore hari ketika suhu tidak terlalu panas untuk menghindari penguapan yang berlebihan.
Pastikan pupuk NPK tidak mengenai tubuh tanaman, terutama daun dan batang. Jika daun terkena pupuk NPK, akan terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning atau kecoklatan (hangus), tubuh tanaman menjadi kering, layu, hingga mati. Ketika mengaplikasikan dengan cara menyemprot, semprotkan larutan ke tanah, bukan ke bagian atas tanaman. Jika menggunakan sistem tabur, letakkan pupuk dengan jarak aman dari batang tanaman.
Penyimpanan pupuk NPK juga perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga. Simpan pupuk di tempat yang kering, sejuk, dan terlindung dari sinar matahari langsung serta air hujan. Tutup kemasan pupuk dengan rapat setelah digunakan untuk mencegah kelembaban masuk yang dapat menyebabkan pupuk menggumpal. Pupuk yang disimpan dengan baik akan mempertahankan kandungan nutrisinya dan tetap efektif saat diaplikasikan.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa itu pupuk NPK?
Pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung tiga unsur hara makro primer yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Pupuk ini berbentuk granular atau butiran dan tersedia dalam berbagai formulasi kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pupuk NPK dapat digunakan untuk semua jenis tanaman baik sayuran, buah-buahan, maupun tanaman perkebunan.
Berapa dosis pupuk NPK yang tepat untuk tanaman?
Dosis pupuk NPK bervariasi tergantung jenis tanaman, umur tanaman, dan tingkat kesuburan tanah. Untuk sistem tabur, umumnya digunakan 1 sendok makan per tanaman. Untuk sistem kocor, larutkan seperempat sendok makan pupuk dalam 1,5 liter air atau 1 kg pupuk dalam 100 liter air. Dosis dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan pertumbuhan tanaman.
Kapan waktu yang tepat untuk memberikan pupuk NPK?
Pupuk NPK dapat diberikan sebagai pupuk dasar sebelum tanam dan sebagai pupuk susulan setelah tanam. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 10-15 hari setelah tanam, kemudian diulang setiap 7-30 hari sekali tergantung metode aplikasi. Waktu terbaik untuk pemupukan adalah pagi atau sore hari ketika suhu tidak terlalu panas.
Lebih baik menggunakan sistem tabur atau kocor?
Kedua sistem memiliki kelebihan masing-masing. Sistem kocor lebih efisien karena pupuk yang sudah larut lebih cepat diserap tanaman dan cocok untuk tanaman dalam pot atau jarak tanam rapat. Sistem tabur lebih praktis untuk lahan luas dengan tanaman berjarak lebar. Pilih metode yang paling sesuai dengan kondisi dan jenis tanaman yang dibudidayakan.
Apa yang terjadi jika pupuk NPK mengenai daun tanaman?
Jika pupuk NPK mengenai daun tanaman, akan terjadi luka bakar pada jaringan daun yang ditandai dengan perubahan warna dari hijau menjadi kuning atau kecoklatan. Daun akan menjadi kering, layu, dan dapat menyebabkan kematian tanaman. Jika tidak sengaja mengenai daun, segera bilas dengan air bersih untuk meminimalkan kerusakan.
Berapa jarak aman menaburkan pupuk NPK dari batang tanaman?
Jarak aman untuk menaburkan pupuk NPK adalah minimal 10 cm dari pangkal batang tanaman. Jarak ini penting untuk menghindari keracunan pupuk dan kerusakan pada sistem perakaran. Semakin bertambah umur tanaman, jarak pemupukan harus semakin diperlebar agar tanaman tidak mengalami gangguan pertumbuhan.
Bagaimana cara menyimpan pupuk NPK yang benar?
Simpan pupuk NPK di tempat yang kering, sejuk, dan terlindung dari sinar matahari langsung serta air hujan. Tutup kemasan pupuk dengan rapat setelah digunakan untuk mencegah kelembaban masuk yang dapat menyebabkan pupuk menggumpal. Penyimpanan yang baik akan mempertahankan kualitas dan kandungan nutrisi pupuk sehingga tetap efektif saat diaplikasikan.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba