Cara Menyimpan Bawang Merah agar Awet dan Tidak Cepat Busuk hingga Berbulan-bulan

Cara Menyimpan Bawang Merah agar Awet dan Tidak Cepat Busuk hingga Berbulan-bulan
cara menyimpan bawang merah agar awet (h)

Cara menyimpan bawang merah agar awet yang paling utama adalah menjaga umbi tetap kering dan berada di tempat sejuk dengan aliran udara yang lancar. Bawang merah utuh yang masih berkulit cukup diletakkan di keranjang berpori pada suhu ruang, jauh dari air maupun sinar matahari langsung.

Berbeda dengan bawang yang sudah dikupas atau dicincang, penyimpanannya harus berpindah ke kulkas atau freezer dalam wadah kedap udara. Dengan langkah sederhana ini, cara menyimpan bawang merah agar awet mampu memperpanjang masa simpan dari hitungan hari menjadi berbulan-bulan.

Dilansir dari Healthline, bawang merah dan jenis bawang lain paling baik disimpan di ruangan yang sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik seperti pantry, gudang, atau garasi. Bila diangin-anginkan dalam kantong jala, keranjang terbuka, atau stoking, bawang bisa bertahan hingga sekitar 30 hari, sedangkan di dalam freezer masa simpannya dapat mencapai enam bulan.

1. Cara Menyimpan Bawang Merah Utuh di Suhu Ruang

Bawang merah yang masih utuh dan berkulit justru paling awet bila dibiarkan pada suhu ruang, bukan di dalam kulkas. Prinsip cara menyimpan bawang merah agar awet pada tahap ini sederhana, yaitu menjaga umbi tetap kering dan memberi ruang bagi udara untuk bersirkulasi, sama seperti logika cara menyimpan sayuran berumbi lainnya.

Bruce L Frasier, presiden Dixondale Farms, dikutip dari Simply Recipes, menyatakan, "Simpan bawang di lokasi yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, seperti garasi atau gudang, lalu letakkan dalam kantong jala atau jaring agar udara tetap mengalir."

  1. Pilih umbi yang mulus: Utamakan bawang merah yang keras dan kering. Umbi yang lecet, teriris, atau memar sebaiknya tidak disimpan dan dipakai lebih dahulu agar tidak menulari yang lain.

  2. Jangan dicuci sebelum disimpan: Cukup bersihkan sisa tanah dengan tangan dan simpan dalam keadaan kering. Air hanya akan membuat kulit lembap dan memicu jamur.

  3. Angin-anginkan hingga kulit kering: Simpan hanya bawang yang sudah matang dan terkeringkan dengan baik, yaitu sempat diletakkan di tempat hangat dan kering sampai kulitnya mengeras. Kulit kering ini menjadi pelindung alami umbi.

  4. Gunakan wadah berpori: Tempatkan bawang di keranjang berpori, kantong jala, nampan terbuka, atau stoking bersih. Hindari kantong plastik tertutup yang menjebak uap air.

  5. Letakkan di tempat sejuk dan minim cahaya: Suhu sekitar 10-15 derajat Celsius ideal untuk bawang merah. Jauhkan dari kompor, wastafel, serta sinar matahari langsung yang dapat memancing tunas.

  6. Periksa secara berkala: Cek stok setiap beberapa hari dan singkirkan umbi yang mulai lunak agar pembusukan tidak menyebar ke bawang lain.

2. Cara Menyimpan Bawang Merah Kupas dan Potong di Kulkas

Begitu bawang merah dikupas atau dipotong, suhu ruang tidak lagi aman karena permukaannya rentan terkontaminasi. Di sinilah kulkas berperan, dan kunci cara menyimpan bawang merah agar awet setelah dikupas adalah mengunci kelembapan sekaligus baunya dalam wadah kedap udara. Terapkan juga prinsip yang sama saat mempraktikkan cara menyimpan makanan di kulkas lainnya.

  1. Masukkan ke wadah kedap udara: Setelah dikupas, bawang sebaiknya disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara pada suhu sekitar 4 derajat Celsius untuk mencegah kontaminasi bakteri.

  2. Beri alas tisu dapur: Untuk bawang yang sudah dicincang, alasi dasar wadah dengan tisu kering agar kelembapan berlebih terserap dan potongan tidak cepat berair.

  3. Jauhkan dari bahan berbau tajam: Pisahkan dari ikan asin, durian, atau kopi karena bawang merah mudah menyerap aroma di sekitarnya sehingga rasanya bisa berubah.

  4. Segarkan dengan air es jika perlu: Bila irisan mulai terlihat layu, rendam sebentar dalam air es lalu keringkan sebelum digunakan agar teksturnya kembali segar.

  5. Gunakan dalam 7-10 hari: Bawang kupas atau potong yang disimpan di kulkas paling baik dihabiskan dalam waktu sekitar satu minggu selagi kualitasnya masih prima.

Baca juga: cara menyimpan daun bawang agar awet di kulkas dan tanpa kulkas

3. Cara Menyimpan Bawang Merah Cincang di Freezer agar Lebih Tahan Lama

Untuk stok jangka panjang, freezer adalah andalan yang jarang mengecewakan. Membekukan cincangan menjadi cara menyimpan bawang merah agar awet yang bisa memperpanjang umur simpan hingga berbulan-bulan tanpa banyak menurunkan aromanya. Secara umum, membekukan bahan pada suhu sekitar -18 derajat Celsius mampu mempertahankan kualitasnya untuk waktu yang panjang, meski teksturnya akan sedikit melunak seperti bawang yang ditumis ringan setelah dicairkan.

  1. Kupas dan cincang: Kupas bawang merah, pisahkan siungnya, lalu cincang atau haluskan sesuai kebutuhan memasak.

  2. Bagi dalam porsi kecil: Kelompokkan sesuai penggunaan, misalnya untuk bumbu tumisan, sup, atau bahan gorengan, supaya mudah diambil sedikit demi sedikit.

  3. Bekukan dalam cetakan es batu: Isi cetakan es batu dengan cincangan bawang lalu tambahkan sedikit air atau minyak, sehingga siap pakai tanpa perlu mengupas ulang.

  4. Pindahkan ke wadah kedap udara: Simpan bawang yang sudah dikupas dalam kantong atau wadah kedap udara di freezer, lalu pipihkan kantong agar hemat ruang dan cepat mencair.

  5. Beri label tanggal: Tuliskan tanggal pembekuan pada wadah agar Anda tahu batas idealnya, yaitu sekitar tiga sampai enam bulan, dan gunakan untuk masakan yang dimasak, bukan sajian mentah.

Kalau stok bawang merah masih berlebih, mengolahnya juga menjadi solusi agar tidak terbuang. Anda bisa menyulapnya menjadi bawang goreng renyah yang awet, campuran kering tempe, taburan pada kacang bawang, hingga pelengkap ayam goreng bawang putih.

4. Kesalahan yang Membuat Bawang Merah Cepat Busuk

Menyimpan bawang merah tidak melulu soal wadah dan suhu, sebab sering kali umbi cepat rusak karena kebiasaan kecil yang keliru. Beberapa panduan lain membahas cara menyimpan bawang merah agar tidak cepat busuk secara ringkas, tetapi memahami sumber kesalahannya sama pentingnya.

Merujuk ulasan Michelin Guide, bawang merah tidak boleh disimpan dalam kantong plastik karena minimnya udara membuatnya lebih cepat rusak, dan sebaiknya tidak diletakkan berdekatan dengan kentang karena gas yang dilepas keduanya saling mempercepat pembusukan. Soal umbi yang mulai bertunas, Ann Ziata, chef-instructor di Institute of Culinary Education, dikutip dari AOL, mengatakan, "meski bawang putih dan bawang merah yang sudah bertunas aman dikonsumsi, rasanya akan menjadi lebih pahit dan kurang enak."

  • Menyimpan dalam kantong plastik tertutup: Wadah tanpa ventilasi seperti kantong plastik membatasi aliran udara sehingga memperpendek masa simpan.

  • Mencuci bawang sebelum disimpan: Sarah Brekke dari Better Homes & Gardens Test Kitchen, sebagaimana dikutip dari Better Homes & Gardens, menjelaskan, "kulit tipis menyerupai kertas pada bawang cukup baik melindungi dagingnya dari kotoran, bakteri, dan spora jamur." Membasuhnya lebih dulu justru membuat lapisan kulit tipis basah dan bawang cepat rusak.

  • Meletakkannya berdekatan dengan kentang: Kombinasi ini melepas gas dan uap air yang membuat kedua bahan lebih cepat bertunas dan membusuk.

  • Menaruh bawang merah utuh di kulkas: Kulkas bersifat dingin dan lembap, bukan sejuk dan kering, sehingga bawang utuh cenderung menjadi lunak lalu cepat rusak.

  • Membiarkan umbi busuk bercampur: Satu bawang yang membusuk bisa menulari yang lain, jadi segera pisahkan begitu ada tanda kerusakan.

  • Menyimpan di tempat terkena cahaya dan panas: Paparan suhu hangat, kelembapan, atau cahaya akan membangunkan umbi sehingga tumbuh tunas hijau.

Prinsip menjaga kelembapan dan sirkulasi udara ini juga berlaku ketika Anda mempelajari cara menyimpan wortel, cara menyimpan kangkung, serta cara menyimpan sawi dan selada agar tidak cepat layu.

Menguasai cara menyimpan bawang merah agar awet pada akhirnya membuat stok dapur lebih hemat dan minim terbuang. Selain untuk masakan, bawang merah punya banyak sisi menarik, mulai dari manfaat bawang merah bagi kecantikan, cara menanam bawang merah tanpa lahan luas, sampai pemanfaatan bawang merah untuk menyuburkan tanaman. Bahkan sebagian orang tua memakainya sebagai cara tradisional untuk menurunkan panas pada anak.

Baca juga: 15 pilihan asupan sehat untuk umur panjang dan 10 tanaman sehat yang bisa ditanam di dapur, serta 7 cara menyimpan daun bawang agar tidak berlendir.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menyimpan Bawang Merah

Apakah bawang merah sebaiknya disimpan di dalam kulkas?

Bawang merah utuh yang masih berkulit sebaiknya tidak disimpan di kulkas karena suhu dingin dan lembap membuatnya cepat lunak serta mudah bertunas. Kulkas hanya cocok untuk bawang yang sudah dikupas atau dipotong, itu pun harus dimasukkan ke wadah kedap udara.

Berapa lama bawang merah dapat bertahan jika disimpan dengan benar?

Bawang merah utuh bisa bertahan sekitar satu bulan di suhu ruang yang sejuk dan kering, bahkan lebih lama dengan sirkulasi udara yang baik. Sementara itu, bawang kupas atau potong hanya awet sekitar 7-10 hari di kulkas, dan cincangan beku dapat disimpan tiga sampai enam bulan di freezer.

Apa penyebab bawang merah cepat busuk?

Penyebab utamanya adalah kelembapan berlebih, sirkulasi udara yang buruk, serta paparan cahaya dan panas yang memancing tunas. Menyimpannya berdekatan dengan bahan penghasil gas seperti kentang dan membiarkan umbi rusak bercampur juga mempercepat pembusukan.

Daftar Referensi

  1. Simply Recipes. I Asked 4 Farmers How To Store Onions - They All Said the Same Thing. Diakses pada 22 September 2026, dari https://aol.com/asked-4-farmers-store-onions-113100280.html
  2. Better Homes & Gardens. How to Store Onions for Up to 3 Months, According to Our Test Kitchen. Diakses pada 22 September 2026, dari https://www.aol.com/lifestyle/store-onions-3-months-according-200319197.html
  3. AOL. The Best Way to Store Garlic and Onions (and Make Sure They Don't Sprout). Diakses pada 22 September 2026, dari https://www.aol.com/articles/best-way-store-garlic-onions-170000895.html
  4. Michelin Guide. Cooking With Shallots. Diakses pada 22 September 2026, dari https://guide.michelin.com/us/en/california/article/features/shallots-ingredient-cooking
  5. Healthline. How to Store Onions. Diakses pada 22 September 2026, dari https://www.healthline.com/nutrition/how-to-store-onions

(kpl/phi)

Rekomendasi

Trending