sholawat thibbil qulub

sholawat thibbil qulub
sholawat thibbil qulub (h)

I'll research this topic thoroughly before writing the article. Let me start with multiple searches to gather authoritative sources.I have excellent sources. Let me search for more expert quotes and internal links for kapanlagi.com.I have strong international sources. Let me gather more internal links for kapanlagi.com to meet the requirement.# Sholawat Thibbil Qulub: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Sholawat Thibbil Qulub menjadi salah satu amalan yang sangat populer di kalangan umat Islam. Bacaan ini dikenal luas sebagai sholawat penyembuh hati sekaligus penenang jiwa.

Secara harfiah, thibbil qulub berarti obat bagi hati. Karena itulah sholawat thibbil qulub kerap dibaca untuk memohon kesembuhan, baik lahir maupun batin.

Dilansir dari NU Online, shalawat ini juga disebut shalawat Nurul Abshar yang berarti cahaya mata hati. Redaksinya bahkan diinstruksikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar diperbanyak saat wabah Corona menyebar di berbagai belahan dunia.

1. Pengertian Sholawat Thibbil Qulub

Sholawat Thibbil Qulub adalah doa atau pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang memohon agar beliau menjadi obat serta penyembuh bagi hati atau qalbu. Dalam bahasa Arab, kata thibb bermakna obat atau penyembuh, sedangkan qulub berarti hati, sehingga rangkaian ini dimaknai sebagai sholawat yang berfungsi menyembuhkan hati dan menghadirkan ketenangan jiwa.

Dalam tradisi keilmuan Islam dikenal dua kategori sholawat, yaitu sholawat ma'tsurah dan ghairu ma'tsurah. Sholawat ma'tsurah adalah sholawat yang lafal, waktu, dan keutamaannya berasal langsung dari Nabi, sedangkan sholawat thibbil qulub tergolong ghairu ma'tsurah karena disusun oleh para ulama dan orang-orang saleh yang tidak diragukan keilmuan serta ketakwaannya. Untuk memahami ragam bacaan pujian kepada Rasulullah, pembaca dapat menyimak bacaan sholawat nabi beserta arti dan keutamaannya.

Sholawat ini menempati posisi khusus karena diyakini mampu menyentuh sisi batin manusia. Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Buya Yahya, menyatakan, "Kecintaan kepada Rasulullah itu menjadikan obat hati." Amalan seperti ini menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk menguatkan hati ketika seseorang dilanda kegelisahan.

Cakupan makna sholawat thibbil qulub tidak berhenti pada penyembuhan rohani semata. Amalan ini juga dipercaya sebagai sarana untuk menjaga kesehatan jasmani, menyinari penglihatan, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana halnya sholawat haji, setiap lafal sholawat memiliki kekhasan dan keutamaan tersendiri sesuai penjelasan para ulama.

2. Bacaan Sholawat Thibbil Qulub Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan sholawat thibbil qulub lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan terjemahannya. Redaksi berikut merupakan versi yang paling masyhur dan umum diamalkan sehari-hari.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Latin: Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa 'afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshari wa dliya-iha wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan."

Terdapat pula redaksi yang lebih panjang dengan tambahan lafal wa quutil arwahi wa ghidza-iha (dan sebagai makanan pokok serta asupan gizi bagi ruhani), yang disisipkan sebelum kalimat wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim. Kedua redaksi ini sama-sama sahih untuk diamalkan sebagai bacaan harian. Selain sholawat, umat Islam juga dapat melengkapi ikhtiar dengan ucapan cepat sembuh dalam bahasa Arab yang bersumber dari doa-doa Nabi.

3. Asal-usul dan Nama Lain Sholawat Thibbil Qulub

Sholawat thibbil qulub memiliki akar sejarah yang menarik dan lintas kawasan. Mengutip Salawat.com, doa ini bernama asli Salat al-Tibbiyya atau Doa Pengobatan, dan disusun oleh ulama besar Mesir, Syekh Ahmad ad-Dardir, yang wafat pada 1204 H atau 1786 M. Sejak itu, sholawat ini menyebar dan diamalkan umat Islam di berbagai penjuru dunia sebagai wasilah memohon kesembuhan.

Menariknya, satu doa yang sama dikenal dengan sebutan berbeda di tiap wilayah. Di kawasan Asia Selatan, sholawat ini populer dengan nama Durood-e-Shifa, sementara di Asia Tenggara dan Asia Timur Jauh dikenal luas sebagai Sholawat Tibbil Qulub. Doa ini juga dijuluki Salat Nur al-Absar atau Doa Cahaya Penglihatan karena diyakini berkhasiat untuk penyakit dan gangguan mata.

Keistimewaan sholawat ini banyak dituturkan para ulama terdahulu. Diriwayatkan bahwa Habib Ahmad bin Hasan al-Attas, seorang ulama saleh dari Harida, Yaman, pernah didatangi lelaki yang lemah penglihatannya, lalu beliau mengusap kedua mata orang itu dan memerintahkannya memperbanyak membaca sholawat ini hingga penglihatannya pulih. Kecintaan terhadap Rasulullah semacam ini juga menjadi ruh dari tradisi peringatan Maulid Nabi yang berkembang di dunia Islam.

Di Indonesia, sholawat thibbil qulub tumbuh menjadi amalan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari majelis taklim hingga pengajian rumahan. Popularitasnya sejajar dengan sholawat lain yang kerap dilantunkan, seperti Sholawat Badar, Sholawat Nariyah, hingga sholawat yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah. Kesamaan benang merahnya adalah menjadikan sholawat sebagai bentuk cinta dan pengharapan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

4. Keutamaan dan Manfaat Sholawat Thibbil Qulub

Sholawat thibbil qulub menyimpan sejumlah keutamaan yang membuatnya rutin diamalkan banyak orang. Manfaatnya mencakup dimensi rohani sekaligus jasmani, selama diyakini bahwa kesembuhan sejati tetap datang atas izin Allah SWT.

Merujuk Studocu, para ulama menyebutkan bahwa membaca sholawat ini dalam jumlah tertentu, berkisar antara 100 hingga 2.000 kali, dapat menjadi wasilah kesembuhan dari berbagai penyakit dengan izin Allah, dan dinilai sangat efektif untuk keluhan pada mata. Selain itu, KH Muhammad bin Abdullah Faqih dalam kitab Majmu'ah Maqru'at Yaumiyah wa Usbu'iyah menyebutkan bahwa sholawat ini, "teruji untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit dzahir ataupun batin."

  1. Menyembuhkan penyakit hati. Sholawat thibbil qulub diyakini mampu mengobati penyakit batin seperti iri, dengki, dan gelisah, sehingga hati menjadi lebih lapang dan tenteram.
  2. Menjaga kesehatan jasmani. Sesuai maknanya sebagai obat badan, sholawat ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon kesehatan tubuh dan kesembuhan dari sakit fisik.
  3. Menajamkan penglihatan batin. Dalam buku Sholawat Jalan Selamat, Habib Novel Alaydrus menyebut bahwa membacanya secara istikamah dapat mempertajam kepekaan batin.
  4. Mengobati gangguan mata. Karena julukannya Salat Nur al-Absar, sholawat ini banyak diamalkan untuk memohon kesembuhan penyakit mata dan penglihatan.
  5. Menghadirkan ketenangan jiwa. Lantunannya membantu meredakan kesedihan dan kecemasan, sebuah manfaat yang serupa dengan zikir untuk menenangkan jiwa.
  6. Menjadi sarana tawasul. Sholawat ini merupakan bentuk tawasul kepada Rasulullah SAW yang diharapkan mendatangkan pertolongan dan syafaat di akhirat.
  7. Meningkatkan spiritualitas. Mengamalkannya secara rutin dinilai memperkuat dan memperbaiki kualitas spiritual seseorang.

Rangkaian keutamaan tersebut menjadikan sholawat thibbil qulub sebagai amalan yang menyeluruh. Bagi yang tengah menghadapi ujian sakit, sholawat ini bisa dipadukan dengan bacaan doa kesembuhan lainnya yang diajarkan dalam Islam. Untaian nasihat dari kata mutiara para ulama dan habaib pun kerap menegaskan bahwa hati yang selalu terhubung dengan Rasulullah akan lebih mudah menemukan ketenangan.

Baca juga: Ucapan Semoga Lekas Sembuh Bahasa Arab beserta Artinya

5. Cara Mengamalkan Sholawat Thibbil Qulub

Sholawat thibbil qulub dapat dibaca kapan saja tanpa batasan waktu, termasuk ketika sedang sakit. Meski demikian, terdapat sejumlah tata cara khusus yang diajarkan para ulama agar amalan ini lebih terarah dan khusyuk.

Syekh Wahbah az-Zuhaili, dikutip dari Know Your Prophet Centre, menjelaskan salah satu metodenya dengan meletakkan tangan pada pelipis kanan lalu membaca sholawat ini sepuluh kali dengan hati yang khusyuk, seraya menyatakan, "Aku sendiri mengamalkannya dan tidak lagi membutuhkan obat." Kaifiyah tata caranya memang cenderung berbeda-beda sesuai ijazah dari kiai atau ulama yang memberikannya.

  1. Membaca rutin setelah sholat fardhu. Waktu yang dianjurkan antara lain 100 kali setelah Subuh, 100 kali setelah Asar, dan 100 kali menjelang Magrib sehingga totalnya 300 kali dalam sehari.
  2. Ditiupkan ke air minum. Sebagian mengamalkannya dengan membaca tujuh kali lalu meniupkannya ke air untuk diminum sebagai ikhtiar kesembuhan.
  3. Metode sepuluh kali. Meletakkan tangan di pelipis kanan sambil membaca sepuluh kali dengan hati yang tunduk, sebagaimana diajarkan Syekh Hasyim al-Khatib.
  4. Diamalkan dalam bilangan besar. Sebagian ulama menganjurkan 400 kali untuk segala penyakit, bahkan hingga 2.000 kali sesuai riwayat dalam kitab Sa'adah ad-Daraini.
  5. Sebanyak 315 kali. Bilangan ini dianjurkan sebagian ulama untuk mencegah penyakit hati, baik hati secara fisik maupun hati secara rohani.
  6. Diawali adab yang baik. Dianjurkan berwudu, menghadap kiblat, serta menghadirkan niat ikhlas bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah SWT.
  7. Dijaga keistikamahannya. Kunci utama amalan ini adalah konsistensi, sebagaimana bacaan dzikir setelah sholat yang rutin dilantunkan untuk meraih ketenangan.

Waktu-waktu utama membaca sholawat ini selaras dengan ibadah harian. Membacanya seusai sholat Subuh maupun setelah sholat Dhuha menjadi pilihan banyak orang untuk memulai hari dengan hati yang bersih. Tradisi memoles hati dengan zikir ini juga ditegaskan dalam berbagai renungan tentang pembersih hati yang bersumber dari nasihat para ulama.

Baca juga: Kumpulan Renungan yang Menyentuh Hati untuk Introspeksi Diri

6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholawat Thibbil Qulub

Sholawat thibbil qulub untuk apa?

Sholawat thibbil qulub diamalkan sebagai sarana memohon kesembuhan, baik penyakit hati maupun penyakit jasmani, sekaligus menghadirkan ketenangan jiwa. Selain itu, sholawat ini menjadi bentuk tawasul dan pengharapan syafaat kepada Nabi Muhammad SAW, dengan keyakinan bahwa kesembuhan sejati tetap datang atas izin Allah SWT.

Apa arti thibbil qulub?

Secara bahasa, thibb berarti obat atau penyembuh, sedangkan qulub bermakna hati. Maka thibbil qulub diartikan sebagai obat atau penyembuh hati, sehingga sholawat ini dikenal luas sebagai sholawat penyembuh hati yang membawa kedamaian batin.

Berapa kali sholawat thibbil qulub dibaca?

Jumlah bacaannya beragam sesuai anjuran ulama, mulai dari 7 kali yang ditiupkan ke air, 100 kali seusai sholat tertentu, hingga ratusan bahkan 2.000 kali untuk hajat penyembuhan. Tidak ada batasan baku, sehingga yang terpenting adalah keikhlasan dan keistikamahan dalam mengamalkannya. Bagi yang ingin mendoakan orang lain, hal ini bisa dipadukan dengan ucapan dan doa untuk orang sakit.

Sholawat thibbil qulub pada akhirnya bukan sekadar rangkaian lafal, melainkan wujud cinta kepada Rasulullah yang menuntun hati menuju ketenangan dan pengharapan kesembuhan. Menjadikannya bagian dari rutinitas harian, seperti halnya membaca renungan yang menenangkan jiwa sebelum tidur, dapat membantu menjaga kestabilan batin di tengah kesibukan. Semoga siapa pun yang mengamalkannya senantiasa diberi kesehatan lahir dan batin serta kelak memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Daftar Referensi

  1. Salawat.com. Salat al-Tibbiyya | Durood-e-Shifa (Thibb Swalath). Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://salawat.com/salat-al-tibbiyya/
  2. Know Your Prophet Centre. Salat al-Tibbiyya. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://www.knowyourprophetcentre.com/salataltibbiyya
  3. Studocu. Salat al-Tibiyya: The Healing Prayer of Medicine. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://www.studocu.com/row/document/islamic-university/islamic-history/salat-al-tibiyya-the-healing-prayer-of-medicine/135627690
  4. NU Online (jatim.nu.or.id). Bacaan Shalawat Tibbil Qulub dan Keutamaannya: Obat Segala Penyakit. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://jatim.nu.or.id/keislaman/bacaan-shalawat-tibbil-qulub-dan-keutamaannya-obat-segala-penyakit-WlMnJ

(kpl/cel)

Rekomendasi

Trending