Tata Cara Tayamum yang Benar Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Niat, Doa, dan Syaratnya
tata cara tayamum (h)
Kapanlagi.com - Tata cara tayamum perlu dipahami setiap Muslim sebagai solusi bersuci ketika air tidak tersedia atau tidak bisa digunakan. Tayamum adalah tindakan bersuci secara kering menggunakan pasir, batu, atau tanah yang bersih, yang dapat dilakukan sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib.
Tata cara tayamum pada dasarnya cukup sederhana: cukup menepukkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah bersih, lalu mengusap wajah dan kedua tangan. Tayamum menunjukkan prinsip kemudahan Islam dengan menyediakan alternatif untuk menjaga kebersihan spiritual dalam situasi yang menantang.
Ayat tayamum diturunkan saat Nabi Muhammad SAW sedang dalam perjalanan bersama pasukan Muslim dan ditemani oleh istrinya, Aisyah RA. Aisyah meminjam kalung dari saudarinya, Asma, dan kalung tersebut hilang. Nabi menghentikan seluruh pasukan untuk mencarinya, namun saat waktu sholat tiba, tidak ada air yang ditemukan. Pada saat itulah ayat tentang tayamum diturunkan. Dilansir dari Sunnah.com, Usaid bin Hudair kemudian berkata, "Wahai keluarga Abu Bakar! Ini bukan berkah pertama dari kalian."
Advertisement
Baca juga: Niat tayamum dan tata cara yang benar
1. 1. Tata Cara Tayamum Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW
Tata cara tayamum yang paling sahih bersumber langsung dari praktik Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih. Nabi SAW mengajarkan tayamum kepada sahabat Ammar bin Yasir RA yang saat itu mengalami junub dan tidak menemukan air. Mengacu pada Sunnah.com, Aisyah RA meriwayatkan, "Aku meminjam kalung dari Asma lalu kalung itu hilang. Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk mencarinya dan ia menemukannya. Lalu tibalah waktu sholat dan tidak ada air. Mereka pun sholat, lalu menyampaikan hal itu kepada Rasulullah, maka turunlah ayat tayamum."
Membaca basmalah dan berniat: Awali tayamum dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kemudian niatkan dalam hati untuk bersuci demi melaksanakan ibadah. Sebagaimana dikutip dari lampung.nu.or.id, bacaan niat tayamum adalah:
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى
Nawaytu tayammuma li istibaahatis sholaati lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah Ta'ala."
Menepukkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah: Tepukkan kedua telapak tangan secara perlahan sekali tepukan ke tanah, debu, pasir, batu, atau permukaan yang mengandung tanah alami. Tanah harus bersih dan bebas dari najis.
Meniup debu berlebih dari telapak tangan: Setelah menepuk, tiup kedua telapak tangan untuk mengurangi debu yang terlalu banyak. Langkah ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari yang menggambarkan Nabi SAW meniup kedua telapak tangannya setelah menepukkannya ke tanah.
Mengusap seluruh wajah: Usapkan seluruh permukaan wajah menggunakan kedua telapak tangan yang telah terkena debu. Usapan harus mencakup dari dahi hingga dagu, dan dari sisi telinga kanan ke telinga kiri. Pastikan tidak ada bagian wajah yang terlewat.
Mengusap punggung kedua tangan: Tepukkan kembali tangan ke tanah, lalu usapkan telapak tangan kiri ke punggung tangan kanan dan telapak tangan kanan ke punggung tangan kiri. Bagian tangan yang diusap cukup sampai pergelangan tangan saja berdasarkan hadis sahih.
Membaca doa setelah tayamum: Setelah selesai, disunnahkan membaca doa bersuci yang sama dengan doa setelah wudhu, yaitu:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj'alni minat tawwaabiin, waj'alni minal mutathahhiriin.
Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang bersuci."
Dr. Hammudah Abulati, cendekiawan Muslim terkemuka, dikutip dari IslamOnline menyatakan, "Tayamum atau penggunaan tanah suci dapat menggantikan wudhu dan bahkan mandi wajib." Keterangan ini menunjukkan bahwa tayamum memiliki kedudukan penting sebagai pengganti penuh bagi wudhu maupun mandi wajib dalam kondisi tertentu.
2. 2. Tata Cara Tayamum Saat Bepergian atau Tidak Ada Air
Bagi seorang musafir yang tengah dalam perjalanan jauh, baik menggunakan pesawat, kereta, atau kendaraan lainnya, mengetahui tata cara tayamum menjadi sangat krusial. Perjalanan, baik di zaman dahulu maupun sekarang, sering kali berarti akses terbatas terhadap air. Bahkan saat ini, seseorang yang melakukan perjalanan jauh mungkin tidak memiliki air yang tersedia. Jika memperoleh air berisiko atau akan menunda waktu sholat melampaui waktunya, seseorang dapat menggunakan tayamum.
Pastikan air benar-benar tidak tersedia: Sebelum memutuskan bertayamum, lakukan upaya mencari air terlebih dahulu. Seseorang tidak dianggap tidak memiliki air jika belum berusaha mencarinya. Hanya ketika air benar-benar tidak ditemukan atau tidak layak digunakan, tayamum menjadi sah.
Cari permukaan bersih yang mengandung debu: Saat berada di pesawat, kereta, atau kendaraan, gunakan permukaan seperti sandaran kursi, dinding, atau permukaan lain yang mengandung debu halus alami. Media tayamum boleh berupa pasir, batu, atau permukaan lain. Para ahli bahasa Arab sepakat bahwa 'tanah' dalam konteks ini adalah apa pun yang menutupi permukaan bumi, baik kotoran maupun yang lainnya.
Hadapkan diri ke arah kiblat jika memungkinkan: Menghadap kiblat merupakan sunnah saat melakukan tayamum. Jika posisi tidak memungkinkan, seperti di dalam pesawat, lakukan sesuai kemampuan tanpa memberatkan diri.
Niatkan tayamum lalu tepukkan kedua tangan: Ucapkan basmalah dalam hati, niatkan tayamum, kemudian tepukkan kedua telapak tangan ke permukaan berdebu dengan sekali tepukan ringan. Cukup satu kali tepukan saja.
Usapkan debu ke wajah lalu kedua tangan: Tiup debu berlebih, usapkan ke seluruh wajah terlebih dahulu, lalu usap punggung tangan kanan dengan telapak kiri dan sebaliknya. Cukup sekali usapan untuk masing-masing bagian, tidak perlu diulang seperti wudhu yang dibasuh tiga kali.
Lakukan secara tertib dan berurutan: Seluruh langkah harus dikerjakan secara berurutan. Tertib merupakan salah satu rukun tayamum yang tidak boleh dilanggar.
Berdasarkan IslamWeb.net, tayamum merupakan keberkahan yang memungkinkan umat Muslim menjaga sholat mereka dalam berbagai kondisi: ketika air tidak tersedia, jika menggunakan air dapat membahayakan luka, atau untuk menghemat air demi kebutuhan esensial. Menyiapkan kantong kecil berisi tanah atau pasir bersih saat bepergian ke daerah dengan akses air terbatas bisa menjadi langkah persiapan yang bijak.
3. 3. Tata Cara Tayamum bagi Orang Sakit
Orang yang sedang sakit dan tidak mampu menggunakan air karena kondisi medis memiliki keringanan untuk melakukan tayamum. Tata cara tayamum dalam kondisi sakit pada prinsipnya sama dengan tayamum pada umumnya, namun dengan penyesuaian media dan posisi tubuh. Tayamum diperbolehkan bagi orang yang tidak mampu menggunakan air karena sakit, luka, atau kekhawatiran memperburuk kondisi kesehatan.
Pastikan kondisi medis memenuhi syarat: Tayamum bagi orang sakit diperbolehkan jika dokter menyatakan bagian tubuh tertentu tidak boleh terkena air, jika penggunaan air dikhawatirkan memperparah penyakit, atau jika pasien tidak mampu bergerak menjangkau air dan tidak ada yang membantu.
Siapkan media tayamum yang tersedia: Di lingkungan rumah sakit atau rumah, debu halus yang menempel pada permukaan bersih seperti tembok, meja, atau sandaran tempat tidur bisa digunakan sebagai media tayamum. Pastikan permukaan tersebut tidak terkena najis.
Mulailah dengan niat dalam hati: Bacakan basmalah, lalu niatkan dalam hati untuk bersuci agar diperbolehkan menjalankan sholat. Niat bisa dihadirkan dalam posisi duduk atau berbaring sesuai kemampuan.
Tepukkan tangan ke permukaan berdebu: Letakkan atau tepukkan kedua telapak tangan ke permukaan yang mengandung debu halus. Jika pasien tidak mampu melakukannya sendiri, orang lain boleh membantu menepukkan tangan pasien atau mengusapkan debu ke anggota tayamum pasien.
Usap wajah lalu kedua tangan: Tiup sedikit telapak tangan untuk mengurangi debu berlebih, lalu usapkan ke seluruh wajah secara merata. Kemudian usap punggung tangan kanan dengan telapak tangan kiri dan sebaliknya hingga pergelangan tangan.
Ketika dilakukan dengan alasan yang sah, tayamum diterima dan diberi pahala oleh Allah secara setara, karena merupakan bentuk ketaatan terhadap perintah-Nya. Terdapat kesalahpahaman bahwa seseorang harus melihat debu di tangannya agar tayamum sah; padahal lapisan debu tipis yang tidak terlihat pun sudah cukup, dan tidak perlu terlihat awan debu.
Baca juga: Tata cara mandi wajib sesuai sunnah, lengkap niat dan doa
4. Syarat Sah, Rukun, dan Hal yang Membatalkan Tayamum
Selain mengetahui tata cara tayamum, memahami syarat sah serta hal-hal yang membatalkannya sama pentingnya agar ibadah benar-benar diterima. Dilansir dari Wikipedia, tayamum dapat dilakukan sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib jika tidak ada air bersih yang tersedia, atau jika seseorang menderita peradangan kulit akibat kelembapan, sakit, atau kesulitan.
Berikut syarat sah tayamum yang perlu diperhatikan:
Telah masuk waktu sholat: Tayamum yang dilakukan sebelum masuk waktu sholat tidak sah, terutama bagi orang yang bertayamum karena tidak ada air.
Menggunakan debu atau tanah yang suci: Media tayamum harus berupa tanah, pasir, batu, atau permukaan bumi lainnya yang bersih dari najis. Bahan seperti logam, kayu, atau kaca tanpa debu tidak sah untuk tayamum.
Adanya alasan yang sah: Tayamum hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, yaitu tidak adanya air meskipun sudah berusaha mencari, ketidakmampuan menggunakan air karena sakit atau luka, serta kekhawatiran waktu sholat akan habis jika harus mencari air.
Tidak ada penghalang pada anggota tayamum: Pastikan tidak ada cat kuku, cincin, atau benda lain yang menghalangi debu menyentuh kulit secara langsung. Lepaskan semua aksesoris pada tangan sebelum bertayamum.
Beragama Islam dan dalam kondisi berakal: Tayamum hanya berlaku bagi umat Islam yang berakal sehat, sebagaimana berlaku pula pada syarat sah ibadah sholat pada umumnya.
Adapun rukun tayamum yang wajib dipenuhi adalah:
Niat: Niat merupakan elemen dasar bagi sahnya tayamum, karena niat membedakan tindakan bersuci ini dari sekadar gerakan fisik biasa. Tanpa niat yang benar, tayamum dianggap tidak sah meskipun langkah fisiknya dilakukan dengan sempurna.
Mengusap wajah dengan debu: Seluruh permukaan wajah harus tersentuh usapan debu tanpa ada yang terlewat.
Mengusap kedua tangan: Usap punggung tangan kanan dengan telapak kiri dan sebaliknya. Terdapat perbedaan pendapat mengenai batas usapan tangan: mazhab Hanafi dan Syafii berpendapat bahwa mengusap tangan hingga siku adalah wajib, sedangkan pendapat lain yang dipegang mayoritas mazhab Maliki dan sebagian Hanbali menyatakan cukup sampai pergelangan tangan.
Tertib: Dilakukan secara berurutan sesuai urutan yang diajarkan, tidak boleh terbalik atau terlewat.
Hal-hal yang membatalkan tayamum antara lain:
Menemukan air: Ketika air sudah tersedia, tayamum menjadi batal karena tayamum merupakan proses yang digunakan saat air tidak ada. Jika air ditemukan sebelum sholat, wajib berwudhu. Namun jika ditemukan setelah selesai sholat, ibadah yang telah dikerjakan tetap sah.
Semua hal yang membatalkan wudhu: Apa pun yang membatalkan wudhu seperti buang air kecil, buang angin, muntah, atau pingsan juga membatalkan tayamum karena tayamum merupakan pengganti wudhu.
Sembuh dari sakit: Bagi orang yang bertayamum karena sakit, tayamum batal ketika penyakitnya telah sembuh dan ia mampu kembali menggunakan air.
Tidur lelap: Tidur yang menyebabkan hilangnya kesadaran sepenuhnya membatalkan tayamum, sebagaimana membatalkan wudhu.
Haid atau nifas: Bagi perempuan yang memasuki masa haid atau nifas setelah tayamum, maka tayamum dinyatakan batal.
Murtad: Keluar dari Islam membatalkan seluruh ibadah termasuk tayamum.
Satu hal penting yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah satu kali tayamum berlaku untuk beberapa sholat. Tayamum merupakan pengganti sementara yang diperbarui untuk setiap sholat menurut sebagian besar ulama, kecuali jika uzur terus berlanjut. Namun tayamum yang belum batal boleh digunakan untuk sholat sunnah setelah sholat fardhu.
Baca juga: Tata cara sholat hajat lengkap dengan niat dan doa
Tayamum juga tidak hanya menggantikan wudhu, tetapi bisa menggantikan mandi wajib (ghusl). Jika seseorang dalam keadaan junub dan tidak dapat menggunakan air, tayamum dilakukan dengan cara yang sama persis. Para ulama sepakat bahwa tayamum sah menggantikan bersuci dengan air, sehingga diperbolehkan untuk sholat, melakukan tawaf, membaca Al-Quran, dan ibadah lainnya.
Pemilihan tanah sebagai media penyuci memiliki makna mendalam. Unsur yang sama dari mana manusia diciptakan (debu atau tanah liat) menjadi sarana penyucian spiritual mereka, melambangkan kembalinya ke asal-usul yang rendah hati untuk disucikan.
Baca juga: Panduan lengkap sholat taubat beserta niat dan doa
Baca juga: Tata cara sholat tahajud yang benar agar khusyuk
Selain itu, beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari saat melakukan tayamum meliputi: menggunakan tanah yang tidak suci atau terkena najis, menepuk tanah secara berlebihan atau berkali-kali, lupa membaca niat, dan melakukan tayamum padahal air tersedia tanpa alasan yang sah. Mengetahui kesalahan-kesalahan ini membantu memastikan tayamum yang dikerjakan benar-benar sah.
Baca juga: Mandi sunnah hari Arafah beserta tata cara lengkap
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tayamum
Apakah tayamum bisa menggantikan mandi wajib (ghusl)?
Ya, tayamum bisa menggantikan mandi wajib ketika seseorang dalam keadaan junub dan tidak mampu menggunakan air. Tayamum menggantikan baik ghusl maupun wudhu, dan diperbolehkan ketika penggunaan air membahayakan. Satu kali tayamum sudah mencukupi untuk hadas kecil maupun hadas besar berdasarkan keumuman dalil Al-Quran. Setelah bertayamum, seseorang diperbolehkan menunaikan sholat dan ibadah lainnya sebagaimana setelah mandi wajib.
Bolehkah tayamum menggunakan tembok atau permukaan selain tanah?
Tayamum diperbolehkan menggunakan tembok, batu, atau permukaan lain selama terdapat debu bersih dan suci di atasnya. Semua permukaan tanah, termasuk debu, pasir, dinding berdebu, dan benda-benda yang tertutup debu, dapat digunakan untuk tayamum. Yang terpenting, permukaan tersebut berasal dari unsur bumi dan tidak tercampur najis. Hal ini sangat memudahkan bagi mereka yang berada di rumah sakit, pesawat, atau tempat tanpa akses ke tanah langsung.
Apakah sholat yang dikerjakan dengan tayamum perlu diulang setelah menemukan air?
Sholat yang telah dikerjakan dengan tayamum yang sah tidak perlu diulang meskipun setelahnya ditemukan air. Hal ini berdasarkan hadis yang menceritakan dua orang sahabat yang bertayamum lalu sholat, kemudian menemukan air. Salah seorang mengulangi sholat dan yang lain tidak. Nabi SAW menyatakan bahwa keduanya benar, dan yang tidak mengulangi telah sesuai sunnah. Tayamum hanya sah sampai air tersedia atau alasan yang menghalangi penggunaan air telah hilang. Setelah air bisa diakses, wudhu atau ghusl harus dilakukan dengan cara biasa untuk sholat berikutnya.
Baca juga: Sholat sunnah hari Arafah dan amalan terbaik untuk meraih pahala
Baca juga: Tasbih tahmid takbir beserta panduan dzikir lengkap
Daftar Referensi
- Wikipedia. Tayammum. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Tayammum
- IslamWeb.net. Tayammum Dry Ablution. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://www.islamweb.net/en/article/135448/tayammum-dry-ablution
- Sunnah.com. Rubbing Hands and Feet with Dust (Tayammum) – Sahih Bukhari Book 7. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://sunnah.com/bukhari/7
- Fiqh.IslamOnline.net. Tayammum: How and When? Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://fiqh.islamonline.net/en/tayammum-how-and-when/
- lampung.nu.or.id. Tata Cara Bertayamum Beserta Dalilnya. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://lampung.nu.or.id/syiar/tata-cara-bertayamum-beserta-dalilnya-PwexA
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8