INTERNASIONAL

'NIGHTS IN RODANTHE', Kisah Asmara Yang Abadi

Kamis, 27 November 2008 10:13  | 

Diane Lane







KapanLagi.com - Pemain: Diane Lane, Richard Gere, James Franco, Scott Glenn, Christopher Meloni, Mae Whitman

Adrienne Willis (Diane Lane) memutuskan untuk mengasingkan diri di sebuah kota kecil bernama Rodanthe setelah merasa bahwa rumah tangganya gagal total. Ia kemudian menerima tawaran salah seorang temannya untuk merawat penginapan kecil miliknya di sana.

Adrienne berharap dapat menemukan ketenangan jiwa agar bisa memutuskan apa yang harus dilakukannya terhadap pernikahan yang telah ia jalani bertahun-tahun. Adrienne merasa tak mampu lagi menghadapi suami dan putrinya yang seolah-olah selalu berada di 'sisi yang lain'.

Tak lama kemudian, seorang pria bernama Dr. Paul Flanner (Richard Gere) datang untuk bermalam di penginapan yang dijaga Adrienne. Dr. Paul Flanner datang ke Rodanthe untuk berbaikan degan putranya yang telah lama meninggalkannya.

Terjebak di tengah badai yang tiba-tiba datang, keduanya lantas menemukan apa yang selama ini mereka idamkan. Kehidupan asmara yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup mereka.

Film ini sebenarnya cukup menarik untuk sebuah film romantis. Suasana romantis yang dibangun dengan cara 'mengisolasi' kedua tokoh utama ini dari dunia luar memang berhasil. Apa lagi dengan kualitas akting dari aktor dan aktris papan atas seperti Diane Lane dan Richard Gere. Ini masih ditambah dengan 'pengalaman' mereka berdua sebagai pasangan asmara dalam dua film sebelumnya, COTTON CLUB dan UNFAITHFUL.

Di samping suguhan kisah asmara yang romantis, film hasil arahan sutradara George C. Wolfe ini juga menawarkan pemandangan alam yang memanjakan mata. Hamparan pantai luas yang sunyi menambah kesan romantis yang memang ingin ditonjolkan sang sutradara.

Namun ada beberapa hal yang kadang terlupakan saat sang sutradara sudah mulai fokus ke satu hal. Dalam film ini yang tertinggal adalah logika. Misalnya saja soal badai yang tak pernah disebutkan namanya, atau bagaimana badai yang kuat itu tak mampu merobohkan penginapan kecil yang sekilas terlihat tak begitu kokoh. Keputusan kedua tokoh ini untuk tetap bertahan di kota kecil Rodanthe meski sudah ada peringatan bahwa badai akan datang juga terasa sedikit dipaksakan.

Namun bila Anda termasuk orang yang gampang terhanyut suasana romantis yang memang jadi suguhan utama film ini, Anda pasti tak akan terlalu memperhatikan penyimpangan dari logika tadi. Terlepas dari logis atau tidak, film berdurasi kurang dari 100 menit ini memang layak ditonton. (kpl/roc)