5 Hero Anime yang Penderitaannya Jauh Lebih Parah Dari Villain
5 Hero Anime Yang Penderitaannya Jauh Lebih Parah Dari Villain (credit: IMDb.com)
Kapanlagi.com - Dalam banyak anime, protagonis biasanya digambarkan sebagai sosok yang mampu mengalahkan musuh berkat tekad dan semangat pantang menyerah. Namun, di balik kemenangan mereka, ada luka dan penderitaan yang sering kali jauh lebih besar dibandingkan dengan para villain yang mereka hadapi.
Beberapa karakter bahkan harus kehilangan keluarga, teman, hingga seluruh dunianya berkali-kali. Ironisnya, mereka tetap memilih bangkit dan melindungi orang lain meski hidup terus memberikan cobaan tanpa henti.
Menariknya lagi, sebagian besar villain dalam daftar ini justru tidak pernah merasakan penderitaan sebesar para hero tersebut. Inilah yang membuat kisah mereka terasa jauh lebih emosional sekaligus membuktikan bahwa menjadi pahlawan bukan berarti memiliki hidup yang lebih mudah.
Advertisement
Berikut lima hero anime yang disebut mengalami penderitaan paling berat sepanjang perjalanan mereka.
1. Future Trunks
Future Trunks menjadi salah satu karakter paling tragis di franchise Dragon Ball. Ia datang dari masa depan yang hancur akibat serangan Android 17 dan Android 18. Hampir seluruh pejuang Z telah tewas, sementara umat manusia hidup dalam ketakutan selama bertahun-tahun.
Demi mengubah takdir, Trunks kembali ke masa lalu untuk memperingatkan Goku dan kawan-kawan. Berkat tindakannya, timeline utama berhasil diselamatkan dari kehancuran yang sama. Sayangnya, dunia asal Trunks tetap dipenuhi penderitaan yang sulit diperbaiki.
Ironisnya, setelah akhirnya berhasil mengalahkan para Android di dunianya sendiri, tragedi kembali menghampiri lewat kemunculan Goku Black di Dragon Ball Super. Bahkan pada akhirnya, seluruh timeline tempat ia berasal benar-benar terhapus. Semua perjuangan yang ia lakukan seolah harus dibayar dengan kehilangan yang terus berulang.
(Untuk pertama kalinya, Tom Holland konfirmasi pernikahannya dengan Zendaya.)
2. Shinji Ikari
Sejak awal Neon Genesis Evangelion, Shinji Ikari sebenarnya hanyalah remaja biasa yang menginginkan perhatian dari sang ayah. Namun hidupnya berubah total ketika dipaksa menjadi pilot EVA Unit-01 untuk melawan para Angel yang mengancam umat manusia.
Masalah terbesar Shinji bukan hanya pertarungan melawan monster raksasa. Ia juga harus menghadapi tekanan psikologis yang luar biasa, manipulasi dari orang-orang dewasa, hingga hubungan yang dingin dengan ayahnya sendiri, Gendo Ikari. Semua beban tersebut dipikul oleh seorang anak yang bahkan belum memahami dirinya sendiri.
Alih-alih menjadi semakin kuat seperti protagonis anime pada umumnya, Shinji justru perlahan mengalami keruntuhan mental. Trauma demi trauma membuatnya terus mempertanyakan arti hidup dan keberadaannya. Dibandingkan para antagonis yang mengejar tujuan mereka dengan keyakinan penuh, Shinji justru menjadi korban terbesar dalam konflik yang sama.
3. Ken Kaneki
Sebelum menjadi sosok yang ditakuti, Ken Kaneki hanyalah mahasiswa biasa yang menyukai buku. Semua berubah ketika ia hampir tewas akibat serangan Rize Kamishiro dan akhirnya menerima transplantasi organ yang membuatnya menjadi manusia setengah Ghoul.
Sejak saat itu hidup Kaneki berubah menjadi mimpi buruk tanpa akhir. Ia harus menahan rasa lapar terhadap daging manusia, diburu organisasi CCG, menghadapi konflik antar-Ghoul, hingga kehilangan banyak orang yang ia sayangi.
Puncak penderitaannya terjadi ketika ia disiksa secara brutal oleh Yamori. Penyiksaan tersebut bukan hanya menghancurkan tubuhnya, tetapi juga kepribadiannya. Kaneki yang awalnya lembut berubah menjadi sosok dingin demi bertahan hidup. Semua penderitaan itu terjadi bukan karena pilihannya sendiri, melainkan keadaan yang memaksanya berubah.
4. Subaru Natsuki
Di awal Re - Starting Life in Another World, Subaru mengira dirinya akan menjalani petualangan isekai yang menyenangkan. Kenyataannya justru jauh lebih kejam ketika ia memperoleh kemampuan Return by Death, yaitu kembali ke masa lalu setiap kali meninggal.
Sekilas kemampuan tersebut terlihat seperti anugerah. Namun kenyataannya, Subaru harus mengalami kematian dengan cara-cara yang sangat mengerikan berkali-kali. Lebih menyiksa lagi, ia harus menyaksikan orang-orang yang ia cintai ikut mati berulang kali sebelum akhirnya menemukan jalan yang tepat.
Yang membuat penderitaannya semakin berat adalah Subaru tidak bisa menceritakan kemampuan tersebut kepada siapa pun. Setiap kali mencoba mengungkap rahasianya, kutukan penyihir langsung menyerangnya. Seluruh rasa sakit itu hanya ia tanggung sendirian, membuat mentalnya berkali-kali hancur sebelum akhirnya bangkit lagi demi menyelamatkan semua orang.
5. Guts
Jika berbicara soal karakter anime paling menderita, nama Guts dari Berserk hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Sejak lahir, hidupnya sudah dipenuhi kekerasan. Ia tumbuh di lingkungan tentara bayaran, kehilangan kasih sayang, dan hanya mengenal peperangan.
Harapan baru sempat muncul ketika Guts bergabung dengan Band of the Hawk. Ia akhirnya menemukan keluarga, sahabat, dan seseorang yang ia cintai. Namun semuanya hancur dalam peristiwa Eclipse, ketika Griffith mengorbankan seluruh pasukannya demi menjadi anggota God Hand.
Di hadapan matanya sendiri, Guts menyaksikan teman-temannya dibantai, kehilangan satu lengan dan satu mata, serta melihat Casca mengalami tragedi yang menghancurkan hidup mereka berdua. Sejak saat itu ia harus hidup dengan Mark of Sacrifice yang membuat para iblis terus memburunya setiap malam.
Meski dipenuhi dendam dan rasa sakit, Guts tetap memilih melindungi Casca serta rekan-rekan barunya. Tak heran jika banyak penggemar menyebut Guts sebagai salah satu protagonis paling tragis sekaligus paling kuat secara mental dalam sejarah anime.
(Rizky Billar polisikan enam akun sosial media terkait hoaks cerai dan perselingkuhan.)
(kpl/kiy)
Advertisement
