KOREA

5 Drama Korea Yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

Rabu, 09 Maret 2022 00:54 Penulis: Editor KapanLagi.com

Fix You (credit: Instagram.com/@dr.lee_sijun), It’s Okay To Not Be Okay (credit: Instagram.com/@theswoonnetflix)

Kapanlagi.com - Artikel ini telah ditulis oleh Aricha Safira Rachma

Biasanya menonton drama Korea adalah sumber kesenangan, hobi dan pelarian bagi banyak orang, drama Korea juga dapat berfungsi sebagai media untuk membicarakan topik serius. Salah satu topik yang telah dibahas drama Korea u adalah isu kesehatan mental.

Di tengah lingkungan yang serba cepat dan kompetitif, kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental seseorang untuk menjalani hidup yang sehat sangatlah penting. Sementara topik kesehatan dan penyakit mental masih dianggap tabu, film dan serial terbukti menjadi media yang bagus untuk menciptakan kesadaran tentang hal yang sama.

Selama bertahun-tahun, beberapa drama Korea Selatan telah membahas subjek melalui karakter mereka yang mengarah untuk memulai percakapan tentang penyakit mental tertentu. Beberapa drama Korea menggambarkan penggambaran yang akurat dari dunia kesehatan mental yang kompleks, dan bagaimana mereka menghadapinya. Berikut 5 drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental.

1. Kill Me Heal Me

Seorang pengusaha kaya raya dengan gangguan identitas disosiatif atau yang sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda bertemu dengan seorang psikiater dan jatuh cinta. Dalam drama ini kita ikut melihat perjuangannya mengelola gangguan kesehatan mentalnya dan hubungannya dengan sang psikiater.

Kill Me Heal Me menunjukkan berbagai aspek dalam menangani gangguan identitas disosiatif dengan baik. Dalam hal ini, drama ini menggunakan humor dan sedikit drama untuk menjelaskan bagaimana seseorang yang hidup dengan gangguan ini dan rintangan yang menyertainya.

2. It’s Okay To Not Be Okay

Ceritanya berkisar pada Moon Gang Tae, seorang pemuda yang bekerja sebagai penjaga di fasilitas psikiatri, dan merawat kakak laki-lakinya yang hidup dengan autisme. Di rumah sakit, ia bertemu Ko Moon Young, seorang penulis buku anak-anak terkenal, yang sedang berjuang melawan gangguan kepribadian antisosial. Keduanya jatuh cinta, sambil berjuang dengan tantangan kesehatan mental masing-masing, dan saling membantu untuk menyembuhkan.

Drama dengan rating tinggi ini menampilkan berbagai aspek kesehatan menta. It's Okay To Not Be Okay menangani berbagai tantangan kesehatan mental dengan kepekaan dan menunjukkan bahwa tidak ada cara yang 'benar' untuk mengatasinya.

3. SKY Castle

SKY Castle adalah drama Korea yang mengambil latar di lingkungan bernama SKY Castle di mana ada empat keluarga yang rela melakukan apa saja dengan biaya berapa pun untuk memastikan anak-anak mereka masuk universitas terkemuka.

Serial ini berpusat pada kekejaman para istri yang materialistik dalam menjaga kesuksesan keluarga mereka. Suami mereka menjadi lebih kuat dalam jabatannya dan anak-anak mereka masuk ke universitas terkemuka. Tanpa sadar mereka mengorbankan kehidupan orang lain dan membuat anak-anak mereka mengalami kehancuran dan depresi.

4. Fix You

Lee Si Joon adalah seorang psikiater yang berusaha menyembuhkan pasiennya melalui berbagai cara. Dia peduli tentang penyembuhan mereka dan menemukan cara eksentrik bagi mereka untuk berdamai dengan penyakit mental dan trauma mereka.

Dia bertemu Han Woo Joo, seorang aktris musikal dengan masalah yang menyebabkan dia mengalami gangguan emosional. Lee Si Joon bersedia bekerja dengannya untuk membantunya sembuh.

5. It’s Okay, That’s Love

Dalam It’s Okay, That’s Love, seorang penulis bernama Jang Jae Yeol bertemu dengan Ji Hae Soo. Jae Yeol adalah seorang penulis novel misteri terlaris dan DJ radio. Sedikit usil dan sedikit arogan, ternyata ia juga menderita gangguan obsesif-kompulsif (OCD) karena mengalami trauma masa kecil. Sedangkan Hae Soo adalah seorang psikiater di tahun pertama.

Mereka sangat membenci satu sama lain, tetapi ketika Hae Soo mengetahui bahwa pemilik rumah yang dia sewa dan tinggali adalah milik Jae Yeol, dia harus menebus kesalahannya dan bertahan dengan caranya yang arogan. Namun, pertengkaran mereka perlahan berubah menjadi cinta dan mereka mulai menemukan betapa cocoknya mereka sebenarnya.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake
REKOMENDASI
TRENDING