HOME » KOREA
KOREA

Kisah Haru Seorang Ladyboy Selama Menjalani Hidup di Thailand, Dulu Dibully Kini Jadi Orang Sukses

Selasa, 22 September 2020 17:22 Penulis: Rita Sugihardiyah

Sirikanya Julalukkun / Credit: Youtube - Asian Boss

Kapanlagi.com - Jika bicara mengenai Thailand, satu hal yang paling sering muncul dalam pikiran adalah kata-kata ladyboy. Bukan tanpa alasan, di negeri berjuluk Gajah Putih itu memang kerap ditemui pria yang melakukan operasi kelamin alias transgender. Dan itu hal yang biasa ditemui.

Tapi pertanyaannya, apakah kehadiran para ladyboy itu sebenarnya diterima oleh orang-orang Thailand? Untuk mendapatkan jawaban tersebut, channel Youtube Asian Boss belum lama ini menginterview seorang ladyboy bernama Sauce yang tinggal di Bangkok secara eksklusif.

Pada wawancara tersebut, Sauce secara blak-blakan menceritakan mengenai kisah hidupnya, lengkap dengan perlakuan yang diterimanya selama menjadi seorang transgender di Thailand. Namun bukan sosok yang biasa saja, Sauce sendiri rupanya orang yang cukup sukses dalam hal karir.

"Namaku Sauce (Sirikanya Julalukkun). Aku berusia 25 tahun dan saat ini tinggal di Bangkok. Aku kuliah jurusan Fashion Design di Universitas Bangkok. Aku adalah seorang aktris freelance. Aku juga punya brand clothingan sendiri, Julalukun yang menjual dress dan gaun panjang. Aku juga punya brand kosmetik sendiri," buka Sauce pada video pengenalannya.

 

 

1. Tunjukkan Tanda-Tanda Sejak Kecil

Sauce lahir sebagai seorang laki-laki. Sejak kecil, Ia tinggal bersama ibu dan tantenya karena ditinggal pergi sang ayah. Dan sejak kecil, rupanya Sauce sudah sering menunjukkan tanda-tanda kelainan pada hormon dalam tubuhnya.

"Dari yang kuingat dan apa yang ibuku bilang, ketika aku kecil, sekitar 3 tahun, aku selalu mencuri lipstick dan baju-baju ibuku. Lalu aku selalu sembunyi di bawah selimut untuk pakai make up," kenang Sauce.

 

2. Mulai Bertransformasi

Di usia remaja, hasrat Sauce untuk sepenuhnya menjadi transgender semakin tak terbendung lagi. Ia pun mulai mencari tahu tentang hal tersebut, bahkan mengonsumsi obat-obatan yang berkaitan.

"Aku mulai bertransformasi sekitar usia 15 atau 16. Itu adalah waktu ketika aku mulai menjalani pengobatan. Saat itu aku belum mengerti banyak, jadi aku cuma minum obat pengontrol kehamilan, sepeti pil hormon, Androcur," tambahnya.

 

3. Bangga Punya Payudara

Sauce kerap diberi tahu jika Ia bakal memiliki payudara jika sering mengonsumsi obat-obatan tersebut. Karenanya, Ia pun nurut saja. Dan believe it or not, ternyata rumor itu perlahan jadi kenyataan.

"Itu sudah kepercayaan para wanita transgender ketika kita masih muda dulu. Jika kita meminum obat-obat tersebut, maka payudara kita akan menjadi lebih besar dan kita akan jadi lebih lembut alias lebih girly. Saat itu, memang rasanya seperti aku punya payudara walaupun tidak besar. Aku sungguh bangga," jawab Sauce.


 

4. Dibully Saat Kecil

Saat ini, Sauce sudah jadi sosok sukses yang dipandang dengan hormat oleh banyak orang. Namun jika menengok ke masa lalu, Ia ternyata juga merasakan pengalaman pahit membuatnya kehilangan hasrat untuk melanjutkan hidup.

"Ada masa-masa di mana aku merasa tidak ingin melanjutkan hidup. Aku merasa sangat tertekan karena teman-teman masa kecilku membullyku. Anak-anak yang lebih tua memanggilku 'ladyboy' atau 'gay'. Teman cowokku juga begitu, aku selalu kehilangan sepatu setiap hari. Dulu mereka tidak se-open sekarang," kenang Sauce sambil berkaca-kaca.



 

5. Operasi Kelamin Sempat Tak Disetujui Ibu

Sauce sepenuhnya menjadi seorang wanita di usia 24 tahun setelah menjalani operasi. Awalnya, keputusannya itu tidak dapat restu dari sang ibunda karena dinilai terlalu berbahaya dan banyak risikonya. Tapi Sauce sudah memantapkan hatinya.

"Di usia 24 tahun, aku melakukan operasi kelamin. Harganya mungkin sekitar US$ 1500 (atau setara Rp 22 juta). Sebelum operasi aku konsul ke ibuku dan dia tak menyetujuinya karena berbahaya dan bisa mempengaruhi moodku. Aku nggak ngerti gimana, tapi mungkin saja itu (operasi) bisa menghilangkan beberapa hormon tertentu yang menyebabkan aku merasa cemas dan paranoid. Aku juga merasakan efek samping pada tubuhku, seperti aku jadi mudah marah," ungkap Sauce.

 

6. Tak Pernah Menutupi Kebenaran

Saat ini, Sauce sangat bangga dan pecaya diri dengan dirinya. Ia tak akan pernah menutup-nutupi fakta jika dirinya memang bukan seorang wanita asli, meski masih banyak yang sering salah duga.

"Sebenarnya pekerjaanku mengharuskanku berhubungan dengan orang lewat aplikasi chat. Sampai hari ini, tak ada yang tahu (aku trans woman). Ada juga beberapa orang yang melihatku di dunia nyata dan masih tak bisa menebak (aku Trans Woman). Beberapa orang bisa menebak dari suaraku dan beberapa lainnya tak bisa. Tapi aku tak pernah menyembunyikan kebenaran atau pura-pura jadi seorang wanita. Aku dengan terbuka mengakui kalau aku bukan seorang wanita," aku Sauce.

 

7. Pandangan Dunia Luar Tentang Transwoman Thailand

Tak bisa dipungkiri jika saat ini masih banyak orang luar yang berasumsi jika Transwoman Thailand itu pasti bekerja di dunia prostitusi. Sauce pun memberikan komentarnya terkait hal tersebut.

"Saat ini, sejujurnya negara kita sangat terkenal karena prostitusinya, entah itu ladyboy atau wanita sungguhan. Imejnya sudah seperti itu. Jadi mereka (orang luar) mungkin hanya berasumsi bahwa semua orang itu bekerja di prostitusi, bahwa wanita Thailand itu murahan, bahwa transgender Thailand itu murahan. Tapi itu tidak benar. Aku ingin mereka melihat orang dari dalamnya dulu, lalu menghakiminya dari luarnya. Aku ingin mereka melihat kita sebagai manusia," tutup Sauce.

 


REKOMENDASI
TRENDING