Kisah di Balik Julukan 'Mr. Perfectionist' Aamir Khan

Senin, 16 November 2015 06:41 Penulis: Meriska Trisniawati
Kisah di Balik Julukan 'Mr. Perfectionist' Aamir Khan Aamir Khan © Istimewa
Kapanlagi.com - Tak terasa, aktor kawakan Aamir Khan sudah lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia seni peran Bollywood. Ternyata aktor berusia setengah abad itu sudah dua puluh tujuh tahun berkarir di perfilman India. Aamir Khan mengawali karir aktingnya pada tahun 1988 saat usianya masih menginjak 23 tahun. Kala itu ia bermain dalam film yang berjudul QAYAMAT SE QAYAMAT TAK bersama aktris Juhi Chawla.

Debut akting Aamir saat masih berusia 23 tahun bersama Juhi Chawla © makemykaraoke.comDebut akting Aamir saat masih berusia 23 tahun bersama Juhi Chawla © makemykaraoke.com

Aamir Khan mengaku bahwa awal karirnya dulu tidaklah mudah. Selama 2 tahun sejak film pertamanya itu tayang, ia alami banyak kendala bahkan keputusan yang salah.

"Dalam dua tahun berselang sejak film pertamaku, aku mengalami tahap paling lemah dalam hidup. Film yang aku sepakati saling rilis dan tumpang tindih jadwal satu sama lain. Jadi aku merasa, 'aku tamat'," ujarnya.

Saat itu Aamir Khan merasa tak ada harapan lagi bertahan di dunia film karena keserakahan peran yang ia ambil. Ia menilai bahwa semua film yang telah dilakoninya itu akan berakhir buruk. Saking serakahnya Aamir saat itu, media bahkan menjulukinya 'orang yang diragukan dalam film'.

Pengalaman buruk ini akhirnya membuat Aamir berkaca. Ayah Azad Rao ini akhirnya tak mau lagi sembarangan dalam memilih peran, ia sangat mengutamakan naskah cerita dan pesan moral. Rupanya ini yang membuatnya mendapatkan julukan Mr. Perfectionist.

Menolak Hollywood

Seperti yang kita tahu Aamir sebelumnya sudah mendapatkan tawaran bermain film dengan Jackie Chan. Namun ia terpaksa menolak karena jadwalnya yang bentrok dengan syuting film terbarunya yang berjudul DANGAL. Aamir Khan angkat bicara mengenai alasannya belum menjajal Hollywood hingga kini.

Aamir masih ingin fokus pada film terbarunya © bollywoodlife.comAamir masih ingin fokus pada film terbarunya © bollywoodlife.com

"Aku senang melakukan film asing sejauh itu sama dengan persyaratanku. Aku sudah mendapatkan penawaran tapi tak ada skrip yang membuatku tertarik. Aku sudah ditawari beberapa film mainstream Hollywood tapi tak ada yang kusukai. Namun jika nanti ada yang membuatku tertarik, aku siap melakukannya, bahkan film Cina," ujarnya.

Film 'DANGAL'

Aamir Khan rupanya tak kehilangan pesonanya di usianya yang sudah menginjak setengah abad. Terbukti, kepiawaian aktingnya mampu membius mata setiap orang yang menonton, tak terkecuali kali ini. Masih diberi kesempatan dan tawaran bermain film yang penuh nilai moral, Aamir mengeluarkan semua kemampuan dan waktunya untuk itu.

Kini Aamir sedang disibukkan dengan proyek film terbarunya yang berjudul DANGAL. Film ini diangkat dari kisah nyata, berkisah tentang seorang pegulat bernama Mahavir Phogat yang memiliki tiga orang putri. Nama ketiga putrinya tersebut adalah Geeta, Babita dan Sangita. Selain bertambah gemuk, ia juga harus rela banyak uban bersarang di rambutnya. 

Demi peran, Aamir Khan rela jadi gendut banget © emirates247.comDemi peran, Aamir Khan rela jadi gendut banget © emirates247.com

Transformasi fisik yang ia lakoni cukup berat. Dalam filmnya kali ini ia harus menaikkan bobot tubuhnya sebanyak 22 kg hingga mencapai bobot lebih dari 90 kg dan menjalani latihan fisik yang cukup keras.

Tak hanya itu saja, Aamir bahkan sempat dikabarkan terkulai lemas tak berdaya saat menjalani sesi latihan. Ditanya mengenai hal tersebut, Aamir menjelaskan bahwa karakternya sebagai pegulat membutuhkan bagian bawah tubuh yang kuat, sehingga ia berlatih keras untuk itu.

Ternyata latihan keras pada bagian tubuh bawahnya ini yang membuat ia sempat jatuh lemas. Yang lebih menghebohkan lagi, Aamir harus berlatih selama empat hari dalam seminggu, sementara tiga hari untuk membuat ototnya santai sejenak.

Totalitas Peran

Aamir Khan yang dikenal dengan sebutan Mr. Perfectionist kini kembali buktikan totalitasnya. Gelar yang disematkan padanya itu rupanya memang tak hanya isapan jempol karena sang aktor sudah membuktikannya berulang kali.

Aamir tengah disibukkan dengan persiapan untuk proses syuting film terbarunya yang berjudul DANGAL. Dalam film ini ia diharuskan untuk bisa lancar berbahasa Haryanvi. Tak pelak, Aamir Khan pun punya cara khusus untuk bisa mewujudkannya.

Aamir bakal berperan sebagai ayah tiga putri © indianexpress.comAamir bakal berperan sebagai ayah tiga putri © indianexpress.com

Aktor 50 tahun itu telah berkoordinasi dengan tim untuk mencarikan guru pribadi baginya. Ia pun akhirnya membuka lowongan untuk guru privat bahasa Haryanvi. Aamir rupanya benar-benar serius ingin memperdalam bahasa dari daerah Haryana tersebut.

Akhirnya, sudah ada delapan orang pengajar yang mendaftar sejauh ini namun sayangnya belum ada kandidat yang cocok sesuai dengan kriteria Aamir Khan. Ternyata ada yang lucu di balik belum terpilihnya guru bahasa pribadinya itu. Aamir akhirnya memutuskan untuk memakai jasa kedelapan orang tersebut sekaligus. Ia akan menemui mereka semua secara berturut-turut dan memulai kursusnya segera.

Rela Tak Dibayar

Aamir Khan tampaknya adalah salah satu aktor yang tahu betul formula sukses sebuah film. Ia tergolong pria dengan strategi pasar yang unik. Aamir mengaku rahasia sukses setiap filmnya agar mencapai Box Office adalah dengan menjadi orang yang kreatif, daripada seorang pebisnis.

Tak bisa dipungkiri bahwa industri film adalah kolaborasi antara karya seni dan bisnis. Namun bagi Aamir, uang bukan segalanya karena ia selalu mementingkan kualitas di atas kuantitas. Ia mengaku tak pernah merasa terbebani dengan tanggung jawab bahwa film yang ia bintangi harus jadi box office, karena itu bisa merugikan dirinya sendiri.

"Jika aku terpaku dengan target, misalnya filmku selanjutnya harus menghasilkan 400 crore (Rp 833 Miliar), maka pilihanku akan jadi terbatas, dan aku hanya akan memilih film yang aku tahu akan bisa membuat uang sebanyak itu. Dalam filmku selanjutnya, aku jadi pria 50 tahun ke atas, beruban dan jenggot, dan aku sangat gemuk. Apakah film seperti itu bisa mendatangkan 833 Miliar? Jika aku suka ceritanya, aku tak peduli berapa pendapatan film itu nantinya. Ketika seorang yang kreatif mulai memilih film berdasarkan prinsip ekonomi, dia menjadi pebisnis; dan kemudian dia melakukan sesuatu yang buruk," ungkap Aamir.

Rela tak dibayar demi film berkualitas © movies.ndtv.comRela tak dibayar demi film berkualitas © movies.ndtv.com

Yang sangat mencengangkan adalah Aamir Khan benar-benar rela tak dibayar sepeser pun jika ia ingin bermain dalam suatu judul film yang dibintanginya. Ia mengaku tak mau egois dengan memuaskan hasrat kreatifnya namun mengorbankan uang orang lain. Ia hanya akan mengambil pekerjaan yang membuatnya senang, sehingga ia tak perlu dibayar. Menurutnya ini adalah cara yang efektif untuk mengurangi beban atau tekanan bagi pembuat film dengan statusnya sebagai bintang besar.

Lalu dari mana Aamir mendapatkan uang? Ini mungkin menjadi pertanyaan kamu semuanya. Faktanya Aamir hanya akan mendapatkan penghasilannya ketika film yang ia bintangi sukses menjadi box office. Prinsip yang ia pegang sangat sederhana, jika filmnya bagus orang-orang akan datang ke bioskop dan membayar tiketnya, kemudian membuat filmnya sukses. Aamir menambahkan bahwa ia akan dibayar sesuai dengan pendapatan film jika mencapai box office, namun jika tidak ia tak akan mendapatkan  bagiannya.

Lebih jauh lagi Aamir menegaskan bahwa ia tak mau egois. Setiap film yang ia bintangi adalah menjadi tanggung jawab dia seutuhnya. Ia akan mencoba membuat film tersebut laku di pasaran bagi sang produser, tapi juga tak melupakan tanggung jawab pada penontonnya. Mereka harus menikmati dan mendapatkan pesan penting setelah melihat filmnya.

Kekhawatiran Sang Istri

Pada film DANGAL, Aamir harus melakukan transformasi tubuh yang mencengangkan. Pasalnya, ia pula-lah yang harus berperan sebagai versi muda dari Mahavir Phogat. Hal ini diungkapkan langsung oleh istrinya yang juga berprofesi sebagai sutradara, Kiran Rao.

"Film ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang pegulat. Ada bagian adegan di mana dia harus memerankan versi mudanya karena sebagian besar dia akan bermain sebagai orang tua. Jadi, dia harus memainkan pegulat di usia muda, di saat semua adegan tuanya selesai dilakukan. Untuk itu, dia harus menurunkan bobot tubuh secara drastis. Bakal butuh usaha dan kerja keras yang dimulai pada Januari," ujar Kiran.

Kiran Rao khawatir dengan kesehatan sang suami © indianexpress.comKiran Rao khawatir dengan kesehatan sang suami © indianexpress.com

"Penurunan berat badan itu prosesnya akan dilakukan secara sistematis. Kita sudah mengatur waktu yang cukup dan akan dilakukan menurut ilmu pengetahuan dengan bantuan dari ahli gizi dan ahli kesehatan. Tentu saja dia harus melakukannya dalam periode bersamaan dengan saat ia syuting tapi karena adegannya sedikit maka dia akan membiarkan penampilannya itu sampai akhir," tambah sang istri.

Transformasi tubuh dengan menaikkan kemudian menurunkan bobot dengan drastis membuat Kiran merasa khawatir. Proses tersebut melibatkan para dokter dan ahli gizi yang berpengalaman dengan pengawasan yang rutin dilakukan.

"Aku benar-benar khawatir akan kesehatannya, karena menambah bobot tubuh dengan sangat cepat bisa membahayakan. Apalagi dia juga harus langsung menurunkan berat tubuhnya drastis di film yang sama. Tapi dia sangat berhati-hati akan hal itu dan dilakukan di bawah pengawasan para dokter," pungkas Kiran.

Respon penonton adalah yang terpenting bagi Aamir Khan © indianexpress.comRespon penonton adalah yang terpenting bagi Aamir Khan © indianexpress.com

Sikap perfeksionis Aamir ternyata cukup beralasan, mengingat ia sama sekali tak mengejar penghargaan namun respon dari penonton. Sang istri bahkan sudah 'kenyang' dengan ucapan ayah Azad Rao itu.

"Aamir selalu mengatakan bahwa orang-orang yang menjadi penghargaanku dan aku tak butuh hal lainnya. Reaksi penonton adalah hal yang paling penting bagiku. Dia selalu mengulang perkataannya itu setiap waktu," ujar Kiran.

(kpl/dye)


REKOMENDASI
TRENDING