Ichwan Persada: Meraba Indonesia Melalui Nonton Bareng

Senin, 22 Oktober 2012 11:11 Penulis: Mahardi Eka
Ichwan Persada: Meraba Indonesia Melalui Nonton Bareng Ichwan Persada (baju merah muda) dalam acara Nonton Bareng Inspiratif. Sumber:
Kapanlagi.com - Melalui program Nonton Bareng Film Inspiratif yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di 12 kota beberapa waktu lalu, produser Ichwan Persada mendapat kesempatan mengenal sejumlah sudut Indonesia yang belum pernah disentuhnya.

Bersama dengan film BATAS yang diawakinya, ia antara lain mengunjungi Kupang, Papua hingga Kepulauan Aru. Pengalaman ini membuka mata pria kelahiran Makassar ini lebih lebar lagi tentang beragam problematika yang melingkupi negeri ini. Seperti misalnya di Kupang, ia tak menemukan satupun komunitas film di sana.

"Setiap berkunjung ke satu kota, saya selalu ingin bisa berteman dengan teman-teman komunitas film. Sayangnya memang di Kupang, saya tak menemukan apa yang saya cari," kisahnya.

Lain lagi dengan cerita yang didapatkannya ketika berkunjung ke Papua. Kali ini berkat jaringan dengan seorang wartawan, ia berhasil bertemu dengan komunitas film di sana. Namun bukan hanya mengobrolkan tentang film, ia bahkan menemukan sejumlah kisah menarik terkait dengan isu HIV.

"Kebetulan teman dari komunitas film di sana sudah menjalani kehidupan sebagai ODHA selama 8 tahun. Dan ia tetap enerjik, tetap aktif dan yang terpenting tetap bermanfaat bagi orang lain. Saya terkagum-kagum dengan beliau dan ingin sekali suatu saat bisa mendokumentasikan kisah teman tersebut dalam format film dokumenter," paparnya.

Dan bisa jadi yang paling berkesan buat Ichwan adalah ketika ia berkesempatan mengunjungi Kepulauan Aru, salah satu pulau yang berbatasan (laut) langsung dengan Australia. Dari Ambon dibutuhkan kurang lebih 3 jam lagi dengan pesawat berbaling-baling dua menuju Dobo, ibukota kabupaten Kepulauan Aru. Dan apa yang dijumpainya di sana mengenaskan hatinya.

"Saya sempat berdialog dengan sejumlah guru. Dan di sana kan termasuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Sayangnya banyak di antara para guru itu belum menerima tunjangan khusus untuk daerah 3T. Di sana juga masih banyak sekali sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Padahal Kepulauan Aru sangat terkenal sebagai penghasil mutiara kualitas ekspor," jelas Ichwan dengan penuh semangat.

Berkeliling Indonesia melalui program Nonton Bareng Film Inspiratif membuat produser film CERITA DARI TAPAL BATAS ini ini semakin menyadari bahwa Indonesia maha luas dan maha kaya.

"Kita memang membutuhkan perhatian pemerintah namun juga tak bisa menyandarkan segalanya pada mereka. Jika kita mampu berbuat, kita bisa membantu dengan melakukan hal paling sederhana sekalipun. Dan program nonton bareng ini juga menjadi wadah bagi teman-teman di daerah terpencil untuk berkeluh kesah dan berharap kami menyuarakan mereka. Memang tidak mudah, namun kita harus terus mencobanya," pungkasnya sembari tersenyum.

BACA RESENSI DOKUMENTER CERITA DARI TAPAL BATAS

 

 

 

(prl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING