FILM INDONESIA

Industri Film Terancam Gara-gara Pandemi, Dian Sastrowardoyo - Tara Basro Unggah Surat Terbuka Untuk Jokowi

Rabu, 10 Maret 2021 15:32

Insan Perfilman Indonesia menulis surat terbuka untuk Jokowi (credit: instagram/therealdisastr)

Kapanlagi.com - Tak hanya sektor pariwisata sampai pendidikan, pandemi Corona juga membuat industri film yang sempat meraih kejayaan di Indonesia mengalami dampak serius. Memasuki new normal dan peraturan untuk membatasi pengunjung bioskop ternyata tak serta merta menyelesaikan masalah.

Ada beberapa hal yang disoroti oleh para pekerja seni di industri film. Nama-nama besar seperti Dian Sastrowardoyo, Joko Anwar, Tara Basro sampai Ernest Prakasa pun ramai-ramai mengunggah surat terbuka untuk Presiden Jokowi.

"Industri film kini mengalami pukulan keras di tengah pandemi Covid-19. Puluhan ribu pekerjanya kesulitan bertahan hidup akibat proses pra hingga pasca produksi film yang terhambat. Industri film juga sudah kehilangan potensi pemasukan terbesarnya, karena bioskop sedang kesulitan bertahan," tulis surat yang diunggah oleh Dian Sastro di Instagram-nya.

1. Maraknya Pembajakan Film

Meski bioskop sudah bisa beroperasi kembali, tak semua masyarakat mau untuk kembali menonton film karena masih adanya pandemi. Oleh karena itulah, muncul masalah baru lainnya yakni pembajakan yang menjadi masalah serius karena mengancam masa depan industri film Tanah Air.

"Bapak Presiden yang tercinta, seperti yang Bapak ketahui, masih banyak yang tidak memahami pentingnya eksistensi film Indonesia untuk bangsa ini. Keberhasilan industri film di sebuah negara adalah investasi besar," lanjut surat yang ditulis atas nama Insan Film Indonesia tersebut.

2. Tetap Berkarya dan Lawan Pembajakan

Bukan hal yang mudah bagi Insan Film Indonesia untuk meraih audiens besar, setidaknya itulah isi data yang ditulis di surat tersebut. Diketahui kalau jumlah penonton bioskop semakin meningkat selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi muncul. Pertumbuhan ini kemudian menjadikan Indonesia sebagai pasar film nomor sepuluh terbesar di dunia dengan nilai pasar sebesar 500 juta dollar AS di akhir tahun 2019.

Atas alasan itu, Dian Sastro beserta segenap Insan Perfilman memberi semangat pada pembuat film di luar sana agar terus berkarya meski pandemi Covid melanda. Selain itu, ia juga berharap ada sanksi tegas dari pemerintah untuk para pembajak film.

"Bioskop harus bisa bertahan karena di sanalah film-film kami dipertemukan dengan penontonnya. Pembajakan film harus segera diberantas tuntas karena itu adalah potensi ekonomi digital untuk dieksplorasi pelaku industrinya dan ada hak pemasukan negara di dalamnya untuk membangun Indonesia," tutup surat tersebut.


REKOMENDASI
TRENDING