FILM INDONESIA

Kesulitan, Joko Anwar Sampai Nulis Skenario 'GUNDALA' di Kuburan

Minggu, 28 Oktober 2018 19:15 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Joko Anwar juga sebagai penulis skenario film 'GUNDALA' © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Selain duduk di kursi penyutradaraan, Joko Anwar juga bertindak sebagai penulis skenario film GUNDALA. Proses alih wahana dari komik populer jelas tidak semudah membalikan telapak tangan.

Menurut Joko, bagian tersulit adalah membuat ceritanya menjadi relevan dikonsumsi masyarakat sekarang. Karena komik Gundala Putra Petir karya Harya Suryaminata alias Hasmi beredar pada akhir tahun 60-an.

"Tantangan paling besar adalah meng-update cerita Gundala menjadi cerita yang sensibilitasnya harus cocok dengan society zaman sekarang. Karena kalau kita plek ketiplek dari zaman dulu nggak bisa, harus di-upgrade," tutur Joko ditemui di Indonesia Comic Con 2018, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2018).

1. Nulis di Kuburan

Joko Anwar mengatakan bila proses penulisan skenario GUNDALA menjadi yang paling berat. Bahkan untuk menulisnya saja sampai di kuburan.

"Ini salah satu film yang skenarionya paling susah dari yang pernah saya kerjakan. Sampai untuk nulis harus dalam kondisi sangat tenang. Kalau nggak di museum saya nulis di kuburan. Setelah empat bulan akhirnya jadi skenario ini," terang pria berusia 42 tahun ini.

2. Pertahankan Keaslian Gundala

Meski disesuaikan dengan zaman, naskah GUNDALA tetap mempertahankan beberapa hal dasar. Karena sebagai fans garis keras, Joko Anwar tak ingin mengubah keunikan karakter rekaan Hasmi.

"Kita mencoba mempertahankan elemen dasar dari Gundala, jadi elemen asli kita pertahankan. Karena saya besar dengan komik Gundala, makanya saya tidak mau mencoreng komik Gundala menjadi tidak dikenal. Dasar tetap dipertahankan, tapi tetap harus kita upgrade," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING