Saat Junot-Nabilah Ratna Mesra di Poster 'SUNSHINE BECOMES YOU'

Selasa, 15 September 2015 15:30 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Saat Junot-Nabilah Ratna Mesra di Poster 'SUNSHINE BECOMES YOU' Herjunot Ali & Nabilah Ratna/©twitter.com/HitMakeStudio
Kapanlagi.com - Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, film adaptasi novel Ilana Tan berjudul SUNSHINE BECOMES YOU merilis poster perdananya hari ini. Perilisan poster sebenarnya maju dari jadwal yang semula tanggal 24 September. Hal ini disebabkan karena banyak penggemar yang sudah tak sabar untuk melihat bagaimana romantisnya hubungan Mia Clark dan Alex Hirano.

Film ini menceritakan kisah asmara antara dua anak manusia, Alex Hirano (Herjunot Ali) dan Mia Clark (Nabilah Ratna). Alex Hirano adalah seorang pemuda keturunan Jepang yang berprofesi sebagai seorang pianis. Sayangnya, salah satu tokoh utama ini lebih sering memiliki suasana hati yang buruk. Tak ada satu orang pun yang mampu membujuk Alex ketika sedang berada dalam perasaan yang kalut.

Namun, pertemuannya dengan Mia Clark membuat semuanya berubah. Suatu kejadian pun mengubah takdir mereka berdua. Kecerobohan Mia Clark menyebabkan tangan Alex Hirano terkilir. Tentu saja, kejadian tersebut membuat Mia merasa amat bersalah.

Untuk menebus perasaan bersalahnya, Mia bersedia untuk melakukan apapun saat Alex tak mampu menggerakkan tangan kirinya. Jadilah, Mia sebagai 'asisten pribadi' sang pianis tersebut.

Poster perdana SUNSHINE BECOMES YOU/©twitter.com/HitMakeStudioPoster perdana SUNSHINE BECOMES YOU/©twitter.com/HitMakeStudio

Romantisme canggung inilah yang nanti bakal muncul di film garapan rumah produksi HitMaker Studio. Namun, hal ini tak nampak ketika Nabilah dan Junot berpose mesra di bawah payung berlatar kota New York. Dibintangi oleh Nabilah Ratna, Herjunot Ali, Boy William dan aktris pendatang baru Annabella Jusuf, film ini bakal dirilis tahun ini. 

Nama Ilana tentu bukan hal asing di Indonesia. Ia merupakan penulis misterius andalan penerbit Gramedia Pustaka Utama yang karya-karyanya selalu laris bak kacang goreng. Bahkan, dicetak ulang hingga puluhan kali.

Namanya mulai dikenal publik setelah menulis novel debutnya bertajuk Summer In Seoul. Semenjak itu secara berkala ia merilis tiga novel lanjutan berjudul Autumn In Paris, Winter In Tokyo dan Spring In London yang menduduki rak-rak best seller di semua toko buku seluruh Indonesia. Kira-kira filmnya bakal lebih bagus dari bukunya nggak, ya?

(kpl/tch)


REKOMENDASI
TRENDING