Sang Ibu Ceritakan Perjuangan Demi Lovato Melawan Kecanduan dan Gangguan Mentalnya

Rabu, 25 Juli 2018 13:30 Penulis: Rezka Aulia
Sang Ibu Ceritakan Perjuangan Demi Lovato Melawan Kecanduan dan Gangguan Mentalnya Perjuangan Demi melawan kecanduannya telah dimulai sejak usia 16 tahun. (AFP)

Kapanlagi.com - Demi Lovato kembali berjuang melawan kecanduan pada narkotik dan alkoholnya. Mantan bintang Disney ini sendiri telah mengaku mulai kecanduan sejak usia 16 tahun. Kini ia baru saja ditemukan overdosis di kediamannya di Hollywood Hills pada Selasa (24/7) pagi waktu Amerika Serikat.

Kini Demi telah sadarkan diri dan dalam kondisi lebih stabil setelah mendapat penanganan medis. Demi beruntung mendapatkan pertolongan pertama berupa Narcan sebelum tim 911 datang. TMZ melaporkan kejadian ini akibat overdosis heroin, sedangkan beberapa media menyangkal pernyataan ini.

Hingga berita ini ditulis, pihak Demi Lovato belum memberikan pernyataan resmi atas kejadian ini. Namun pada 2010 lalu Demi memang pernah melakukan perawatan untuk gangguan bipolar, bulimia, self-harm, dan kecanduannya. Setelah ia menyelesaikan perawatannya, Demi melanjutkan dengan rehabilitasi narkotik dan alkohol selama satu tahun.

Nampak prima di depan kamera, namun Demi mengalami tekanan mental yang berta. (fameflynet)Nampak prima di depan kamera, namun Demi mengalami tekanan mental yang berta. (fameflynet)

Demi melanjutkan kehidupan barunya penuh dengan optimisme dan energi positif. Ia bebas dari bulimia dan mulai olahraga, tubuhnya nampak segar. Demi juga mengkampanyekan gerakan cinta pada tubuh sendiri atau body positivity.

Demi merayakan enam tahun bebas narkoba dan alkohol pada Maret 2018 lalu. Namun tiga bulan setelahnya ia mengaku kembali pada fase kecanduannya. Meski demikian, ia merilis lagu Sober yang berisi kisah perjuangan melawan semua kecanduannya.

Ibu Demi, Dianna De La Garza membuka kisah yang selama ini dialami anaknya. Ia mengakui Demi tumbuh dengan kesuksesan namun tidak disertai kesehatan mental yang baik. Demi selalu memiliki masalah dengan bentuk badannya. Ia membenci figur badannya yang cenderung lebih besar dibanding kebanyakan bintang pada masa itu.

Buku ini berisi perjuangan Dianna membesarkan ketiga anak gadisnya. (instagram.com/diannadelagarza)Buku ini berisi perjuangan Dianna membesarkan ketiga anak gadisnya. (instagram.com/diannadelagarza)

Demi menjalani masa bintang Disney penuh dengan tekanan dan depresi. Pada masa ABG-nya ia sudah harus bekerja dengan jadwal super padat. Ia mulai meniti karir dengan membintangi Camp Rock dan Sonny With A Chance di Disney Channel. Sejak itulah ia mulai mengenal narkoba dan alkohol.

"Setiap malam aku menyetel alarm untuk jam dua pagi. Bila Demi belum pulang, aku menelponnya sampai ia datang. Apa yang bisa kamu katakan pada anakmu bila dialah yang membiayai seluruh keluarga?" tulis ibu Demi dalam bukunya yang berjudul Falling With Wings.

Puncaknya pada tahun November 2010, saat Demi masih berusia 18 tahun emosinya semakin tak tekontrol. Demi menonjok seorang penari latar di dalam sebuah penerbangan. Saat itu Demi sedang melakukan tur bersama sesama bintang Disney, Jonas Brothers. Pada momen itulah Dianna tahu ia harus mencari pertolongan untuk anaknya.

Berbagai dukungan dan simpati datang untuk Demi Lovato. (istimewa)Berbagai dukungan dan simpati datang untuk Demi Lovato. (istimewa)

Dianna tak lagi peduli tentang karir sang anak, ia merasa kestabilan mental Demi lebih penting. Ia hanya ingin sang anak mendapatkan penanganan dari profesional.

Pada bulan yang sama Dianna merujuk Demi ke sebuah pusat rehabilitasi di Chicago. Di sana Demi melewati tiga bulan masa rehabilitasi. Pada masa ini pelantun Heart Attack ini berangsur kembali ke perangai awalnya. "Putriku berperilaku lebih baik dan bahagia, secara perlahan kepribadiannya yang dulu kukenal kembali," tulis Dianna dalam bukunya.

Namun nampaknya perjuangan melawan kecanduan bukanlah sesuatu yang instan. Demi kembali kecanduan dan kali ini ibunya memberi ultimatum yang cukup berat. Demi harus membuktikan bisa bersih atau sang ibu akan memisahkannya dengan adik tirinya, Madison De La Garza.

"Aku akan memindahkan Madison kembali ke Texas, karena aku tak kuat melihat ini semua, dan aku tak ingin Madison melihatmu seperti ini," kenang Dianna tentang ultimatumnya.

Madison menjadi salah satu alasan Demi sembuh dari kecanduannya. (instagram.com/maddelagarz)Madison menjadi salah satu alasan Demi sembuh dari kecanduannya. (instagram.com/maddelagarz)

Demi pun melakukan perjuangan melawan kecanduannya secara terbuka di hadapan publik. Ia lebih bersemangat mengkampanyekan betapa penting menjaga kesehatan mental dan mencintai diri sendiri. Karir Demi terus menanjak bahkan setelah ia 'lulus' dari Disney Channel.

"Aku percaya apa yang dialami Demi akan menjadi contoh bagi para gadis muda. Karena harus diakui ia adalah penyanyi yang hebat. Dan kini ia memiliki tujuan yang lebih baik, aku amat bangga pada Demi yang kini menyuarakan pentingnya kesehatan mental. Ia adalah contoh nyata perjuangan melawan keterpurukan," ungkap Dianna pada majalah People pada Februari 2018.

Semoga setelah kejadian overdosis ini Demi bisa lebih bijak menghadapi tekanan yang ia alami. Speedy recovery, Demi!

(kpl/rna)

Editor:

Rezka Aulia


REKOMENDASI
TRENDING