SELEBRITI

Abidzar Kerap Dipaksa Jadi Penerus Almarhum Uje, Umi Pipik Akhirnya Angkat Bicara

Minggu, 31 Mei 2020 20:16

Abidzar Al Ghifari dan Umi Pipik ©Instagram/abidzar73

Kapanlagi.com - Abidzar Al Ghifari, putra sulung Ustaz Jeffry Al Buchori, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan dirinya bernyanyi di Instagram pribadinya pada Rabu (27/5/2020). Unggahan tersebut pun menuai banyak komentar dari netizen.

Sebagian besar netizen memuji suara merdu Abi. Namun beberapa justru meninggalkan komentar yang kurang menyenangkan. Beberapa di antaranya bahkan membawa sosok mendiang sang ayah yang merupakan seorang ustaz dan membandingkannya dengan gaya hidup Abi saat ini.

"Kasihan ayahnya. Harusnya ada penerusnya," tulis salah satu netizen di kolom komentar.

1. Tanggapan Umi Pipik

Hal ini ternyata menarik perhatian ibunda Abi, Pipik Dian Irawati. Wanita yang akrab disapa Umi Pipik itu membalas komentar tersebut dengan penjelasan panjang. Ia juga berharap agar netizen tidak menilai seseorang dengan mudah hanya dari penampilan luarnya saja.

"Ibu yang terhormat, jangan gampang men-judge dan menilai orang dari luarnya saja! Semua butuh proses bukan langsung jadi instan. Apa yang kasihan sama ayahnya? Semua tidak ada yang tahu siapa di antara manusia yang mulia dalam pandangan Allah," tulis Umi Pipik.

2. Ustaz Bukan Malaikat

Tak hanya itu, Umi Pipik juga menjelaskan bahwa sosok mendiang sang suami, Uje, juga memiliki kesalahan di masa lalu. Ia menyatakan bahwa Ustaz bukanlah malaikat. Mereka juga manusia biasa yang bisa berbuat salah.

"Almarhum ayahnya dulu pecandu narkoba, perokok berat, pemain sinetron, pemain film. Hidayah yang membawa dia kata orang-orang jadi ustaz. Ustaz juga manusia bukan malaikat," imbuhnya.

3. Semua Butuh Proses

Menurut Umi Pipik, hidayah dari Tuhanlah yang bisa mengubah manusia menjadi sosok yang lebih baik. Ia pun mengungkapkan bahwa semua itu membutuhkan proses yang cukup panjang dan tak bisa jadi dengan instan.

"Bukan manusia yang bisa memberikan hidayah, tapi Allah! Semua butuh proses! Boleh kita jadi manusia yang baik tapi jangan merasa lebih baik dari orang lain. Bisa jadi orang yang kita anggap hina buruk dalam pandangan kita, tetapi saat Allah beri hidayah dia lebih mulia dari kita yang gampang menilai buruk orang lain," lanjutnya.


REKOMENDASI
TRENDING