Anya Dwinov, Tak Biasa Lakukan Sungkeman
Kapanlagi.com - Saling memaafkan seraya sungkem saat berlebaran hampir pasti dilakukan masyarakat muslim Indonesia. Banyak alasan mengenai budaya sungkeman tersebut. Namun bagi Anya Dwinov, hal tersebut tidak berlaku di keluarganya. Ia lebih mementingkan makna Idul Fitri dibanding dengan tradisi sungkeman.
Selain itu, Anya selalu bersua dan meminta maaf jika berbuat salah dengan anggota keluarga lainnya.
"Setelah shalat Ied kalau masih ada waktu ya bertemu. Seba ada yang harus didahulukan. Misalnya ada keluarga dari suami atau isteri, dari pasangan masing-masing. Kalau saling sapa-sapaan ayo, tetapi kalau sungkeman tidak ada."
"Karena sungkeman tidak harus memohon ada. Karena hal tersebut baik lagi ke kita, siapa tahu dalam hati beda. Hal itu hanya suatu kebiasaan," terangnya.
Advertisement
Pun dengan baju baru yang selalu dikaitkan dengan lebaran, Anya tak melakukan. Menurutnya baju baru dapat dibeli kapan saja tanpa menunggu lebaran.
"Tradisi di keluargaku yang namanya baju baru tak harus menunggu lebaran, yang mau beribadah tak mesti nunggu Ramadhan. Begitu juga saling memaafkan tak harus menunggu Idul Fitri. Kewajiban kita pada Idul Fitri adalah shalat Ied," urainya.
Saat ditanya apakah ia akan mudik, Anya menggeleng. "Keluarga besarku ada di Jakarta. Mulai dari buyut, eyang, semua keluarga besar mama dan papa disini."
"Memang masih ada di Yogya, Banyumas, Purbalingga, Purwokerto dan lainnya. Tapi karena kita hampir setiap hari ketemu, jadi kita sudah terbiasa untuk saling menyapa," imbuhnya.
(opa/bun)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
