Citra Scholastika & Daniel Mananta Soroti Kasus Pembunuhan Enno

Jum'at, 20 Mei 2016 15:15 Penulis: Ahmat Effendi
Citra Scholastika & Daniel Mananta Soroti Kasus Pembunuhan Enno Daniel Mananta - Citra Scholastika ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Akhir-akhir ini kekerasan seksual terhadap wanita dan anak-anak marak terjadi. Seperti yang terjadi pada Yuyun, siswi SMP yang diperkosa 14 orang lalu dibunuh. Selanjutnya ada Enno Farihah, wanita yang diperkosa oleh tiga orang pria setelahnya para pelaku membunuh dengan menancapkan pacul ke bagian alat kelamin korban.

Peristiwa tersebut tentunya membuat semua masyarakat miris dan tidak percaya ada perilaku biadab seperti itu. Seperti yang juga dirasakan Citra Scholastika.

"Citra pedih banget ya ada pemerkosaan yang ditusuk cangkul, itu malapetaka yang terjadi dengan perempuan. Di Indonesia sekarang pembunuhan bisa dilakukan berbagai cara," kata Citra saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada (19/5)

Sebagai perempuan Citra pun punya cara membentengi dirinya agar terhindar hal-hal seperti itu. Salah satunya yaitu harus lebih waspada dan jangan percaya sepenuhnya juga dengan pacar sendiri.

Daniel Mananta dan Citra Scholastika prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap wanita. ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaDaniel Mananta dan Citra Scholastika prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap wanita. ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Kita sebagai para wanita lebih aware, hati-hati sama pacar, nggak bisa percaya 100 %. Sebagai wanita jangan gampangan, sekarang juga sudah makin marak pacaran ke arah yang (negatif). Harus jadi perempuan yang fight," kata pelantun Aku Pasti Bisa ini.

Sementara itu ditemui di tempat yang sama, Daniel Mananta juga punya pandangannya sendiri. Menurutnya, saat ini anak muda jaman sekarang sudah lebih bebas bergaul dibandingkan generasi sebelumnya. Hal itu ada kalanya menjadi hal yang negatif.

"Gue ngerasa anak muda sekarang lagi haus banget. Ada yang putus (komunikasinya) antara generasi sekarang dan sebelumnya. Misal generasi sebelumnya baru bisa pakai facebook," kata Daniel.

Daniel pun mengatakan satu-satunya cara agar terhindar dari perbuatan melampaui norma hingga mengakibatkan pembunuhan adalah dengan prinsip berpegang teguh dengan Tuhan dan Agama. Selama agama digunakan sebagai dasar hidup, tak mungkin seseorang tega melakukan perbuatan keji seperti pemerkosaan.

"Cara membentengi pelecehan seksual yaitu dengan prinsip yang dari beribu tahun lalu nggak berbeda dan nggak akan berubah. Walau ada sosial media, prinsip itu nggak akan berubah yaitu Tuhan, agama. Penting seseorang punya agama yang kuat, jadi kalau ada godaan ya tidak akan tergoda. Balik lagi ke agama. Anak-anak muda Indonesia butuh pegangan hidup," pungkasnya.

(kpl/rhm/sjw)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING