Hannah Al Rashid Mengaku Pernah Menjadi Korban Pelecehan Seksual

Jum'at, 23 Maret 2018 08:15 Penulis: Ayu Srikhandi
Hannah Al Rashid Mengaku Pernah Menjadi Korban Pelecehan Seksual Hannah Al Rashid © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Hannah Al Rashid dipercaya menjadi pembicara dalam acara launching Yayasan Plan International. Dalam kesempatan tersebut, Hannah membahas mengenai perkawinan dan kekerasan pada anak.

"Hari ini merupakan launching Yayasan Plan International di Indonesia. Jadi hari ini saya diundang untuk jadi salah satu narasumber tentang perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak terutama anak perempuan. Kenapa saya yang diajak ke sini? Kebetulan saya duta kesetaraan gender dan tentunya kekerasan terhadap anak perempuan juga termasuk dalam goal itu sih," ungkap Hannah saat ditemui di Goethe Institute Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3).

Hannah sendiri juga tak menutupi kalau ia sendiri juga pernah menjadi korban pelecehan seksual. Karena itu lah, ia sendiri merasa harus mulai membahas masalah yang kerap dianggap tabu tersebut, karena memang sudah terlalu banyak wanita menjadi korban.

Hannah Al Rashid saat membicarakan tentang kekerasan pada anak. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoHannah Al Rashid saat membicarakan tentang kekerasan pada anak. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto


"Banyak (pengalaman jadi korban pelecehan seksual). Kan kekerasan banyak bentuknya. Verbal kekerasan segala macem. Kalau pelecehan yang saya alami waktu pindah ke Jakarta sih di jalan hampir setiap hari. Kalau orang naik motor terus grepein saya memegang badan dan tubuh saya, lalu (dia) kabur udah pernah di jalan juga. Kalau laki-laki yang saya lagi jalan terus tiba-tiba ngeliat saya dengan mata yang aneh, ngeluarin alat kelaminnya, masturbasi di depan saya di siang bolong saya udah pernah dua kali itu," cerita bintang 32 tahun tersebut.

Aktris yang sebelumnya membintangi WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! Part 2 itu melanjutkan, "Jadi ternyata pas saya share di Instagram, saya dapet banyak ratusan DM dari followers saya dengan pengalaman yang serupa. Ini sebenarnya big issues. Tapi masih banyak yang menganggap permasalahan ini tabu. Jika masih yang banyak mengganggap itu bagaimana kita cari solusi nantinya akan banyak wanita yang akan jadi korban."

Hannah mengaku kalau ia tipe yang merasa harus mengambil tindakan tegas. Karena itu lah, jika memang ada yang melakukan pelecehan seksual seperti memegang tubuhnya dengan tidak sopan, ia akan mengejarnya sampai dapat.

"Gue maki maki. Tapi di sisi lain secara psikologis mereka akan senang melihat hal itu. Tapi kalau misalnya ada laki-laki kurang ajar megang tubuh saya lagi di jalan, saya kejar. Ya kadang butuh dari perempuan harus stand up, speak up, berani hal itu harus ditunjukkan ke lelaki agar laki-laki tahu bahwa itu membuat kami tidak nyaman dan agar laki-laki tahu itu tidak baik," beber Hannah Al Rashid.

(kpl/rhm/jje)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING