Haru! Kronologis Keadaan Kritis Sampai Meninggalnya Julia Perez

Minggu, 11 Juni 2017 09:22 Penulis: Girindra Permana Cahya
Haru! Kronologis Keadaan Kritis Sampai Meninggalnya Julia Perez Julia Perez © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Julia Perez menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (10/6) pukul 11:12 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ya, perjuangannya melawan penyakit kanker yang dideritanya selama 3 tahun terakhir telah usai.

Nia Anggia, adik Jupe, menceritakan bagaimana kronologis kepulangan sang kakak menghadap Yang Maha Esa. Hal tersebut diutarakannya saat berada di rumah duka, Raffles Hills, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (10/6).

Siapa sangka, pagi hari sebelum meninggal Jupe sempat mengobrol dengan enak dengan Nia. Beberapa hal ditanyakannya kepada Jupe.

"Aku tanya, 'Hai, bagiamana?' Dia yang lemas tapi (bilang) 'baik'). Dia masih jawab gitu," kenang Nia.

Sebelum meninggal Julia Perez sempat berkata bahwa keadaannya baik-baik saja © KapanLagi.com/Agus ApriyantoSebelum meninggal Julia Perez sempat berkata bahwa keadaannya baik-baik saja © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Tepat di hari itu juga acara ulang tahun anak Ruben Onsu, Thalia digelar. Setelah diingatkan Ruben lewat pesan Whatsapp, Nia pun bergegas bersiap-siap untuk mencari kado dan menghadiri acara tersebut.

"Aku bilang sama mama mau beli kado dulu sebentar ke mall. Karena nggak enak sama Ruben, istrinya sakit Wenda saja aku nggak datang. Saat itu kan kebetulan kak Jupe di ICU. Jadi aku nggak bisa datang (jenguk Wenda). Nah ulang tahun (anaknya) Ruben aku niat pengen datang. Karena aku pikir sudah kasihan Ruben. Nggak apa-apa aku datang sebentar. Aku sudah siap mau pergi. Aku sengaja nggak izin sama dia (Jupe). Nggak mau ganggu dia. Aku pikir kan tidur. Jadi aku bilang 'Mah pergi dulu ya sebentar mau beli kado untuk Thalia'," cerita Nia panjang.

Tak lama setelah ia keluar dari rumah sakit, sang ibu Sri Wulansih menelpon Nia dan mengatakan kondisi Jupe tengah kritis. Akhirnya ia pun putar arah kembali ke RSCM. Saking paniknya, ia ngebut dan sempat ditilang oleh polisi.

"Nggak lama aku jalan, mama telepon suruh balik lagi. Katanya Kak Jupe kritis, cepetan balik lagi. Akhirnya aku balik lagi. Nyetir, ngebut sampai ketilang polisi karena sudah panik pas sampai rumah sakit ternyata dia lagi dibantu jantungnya lagi tindakan. Dokter semua sudah ramai di situ."

Nia mengaku sempat membisikkan kata-kata yang menyemangati Jupe di tengah kondisi kritis tersebut. Tak kuasa menahan air mata, Nia pun menangis ketika menceritakan bagian ini.

"Aku disuruh berdoa, diminta bantu (bisik) ke kupingnya supaya bangun. Aku bilang 'Yuli bangun lo kan janji nggak akan pernah nyerah. Ingat kan?' Aku baca Lailahailallah, Yuli bangun tapi nggak bangun-bangun. Dokter terus berapa kali mompa nggak berhasil juga. Aku bilang dokter please sekali lagi tolong, ini nggak mungkin. Sekali lagi dokter pompa jantungnya. Siapa tahu sekali ini dia bangun. Tapi nggak bangun-bangun juga," tuturnya sembari menangis.

Nia Anggia melihat meninggalnya sang kakak terjadi sangat indah karena tak ada sakit yang ia lihat sama sekali © KapanLagi.com/Agus ApriyantoNia Anggia melihat meninggalnya sang kakak terjadi sangat indah karena tak ada sakit yang ia lihat sama sekali © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Usaha lain masih dicoba Nia dengan menekan dada sang kakak. Ia berharap keadaan Jupe membaik dengan aksinya tersebut. Sayangnya memang takdir sudah berbicara dan tidak dapat dilawan.

"Sampai akhirnya aku coba bangunin. Ditekan dadanya bangun nggak bangun sekarang. Tapi nggak bangun juga. Terus dokter bilang, 'Kasihan, sudah ikhlasin. Nanti dadanya sakit.' Nggak, dokter kan sudah berhenti biar aku yang bangunin kasih CPR (tindakan untuk orang yang mengalami henti napas)," katanya.

Di akhir perbincangan ini, Nia melihat bahwa sang kakak meninggal dalam keadaan yang indah. Ia sama sekali tak melihat rasa sakit yang dialami oleh Jupe dalam momen kritis tersebut.

"Meninggalnya tuh indah banget nggak ada rasa sakit. Biasanya kan dia suka ngeluh sakit sebelumnya. Tapi kali ini dia nggak ada rasa sakit. Kita bingung nggak ada sakit. Ngeluh apa-apa. Kita pikir dia tidur saja biasa. Tahunya dia menghembuskan nafas terakhir," pungkasnya.

(kpl/rhm/otx)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING