SELEBRITI

Jadi Fotografer Persalinan Putri Marino, Ini Kata Ayudia Bing Slamet

Minggu, 30 September 2018 22:15 Penulis: Sora Soraya

Ayudia Bing Slamet - Ditto © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Rasa bahagia sedang menyelimuti hati Chicco Jerikho dan Putri Marino. Pasangan ini baru saja menyambut kelahiran bayi perempuan mereka yang diberi nama Surinala Jui Carolina Jarumilind pada Senin (24/9) lalu.

Untuk momen yang sangat spesial ini, Chicco Jerikho pun meminta bantuan Ayudia Bing Slamet untuk menjadi fotografer persalinan Putri Marino. Seperti yang kita tahu, Ayudia memang sudah cukup lama menjalankan bisnis fotografi lewat akunnya yang bernama @diabirthphoto.

Ditemui di kawasan Tendean pada Kamis (27/9) lalu, Ayudia pun menjawab berbagai pertanyaan dari rekan-rekan wartawan. Salah satunya adalah tentang pengalamannya saat mengabadikan proses persalinan Putri Marino.

1. Sempat Pulang Dari RS

Sama halnya dengan klien-klien Ayudia Bing Slamet yang sebelumnya, ia memastikan untuk ngobrol lebih dulu sebelum proses persalinan dimulai. Rupanya karena saat itu Putri Marino melahirkan cukup lama, ia sempat pulang usai standby di rumah sakit.

"Itu luar biasa banget. Aku kalau biasa janjian sama klien, biasanya meeting dulu. Kemarin juga sempet meeting dulu, ngejelasin teknisnya gimana. Pas hari H aku juga dateng ke sana tengah malem, ternyata masih lama. Jadi akhirnya aku pulang dulu dan sempet tidur juga. Walaupun tidurnya cuma 5 jam, karena aku harus standby gitu kan. Jadi akhirnya aku balik lagi jam 6, dan itu posisinya Senin, macet, dan alhamdulillah bisa dan pas banget setengah jam bayinya lahir," tutur Ayudia.

2. Kesulitan Birth Photography

Memutuskan untuk menjadi seorang fotografer persalinan memang bukanlah hal yang mudah dan biasa. Saat ditanya apa saja kendala dan kesulitan dalam pekerjaannya yang satu ini, Ayudia pun mengaku jika waktu benar-benar tidak bisa ditebak.

"Lebih ke timing sih. Misalnya aku telat dateng, jadi pas proses bayinya keluar jadi kelewat. Justru proses itu yang pengin didokumentasiin sama klien. Sama buat pengambilan gambarnya pun harus cepet banget, nggak tahu kenapa ya, dari proses kontraksi itu emang lama, tapi dari ngeden sampai keluarnya cepet banget," jawabnya.

3. Support Dari Suami

Dengan job seperti ini, tentu Ayudia tidak bisa bekerja dalam waktu yang teratur. Ia bahkan sudah terbiasa berjaga di rumah sakit saat tengah malam dan pagi-pagi buta sekalipun.

Menyadari hal ini, Ditto sebagai suami Ayudia pun memberikan support terbesarnya. "Sebenernya kita keluar bareng-bareng sih. Ayu kan susah ditinggal juga. Kalau misalkan momennya malem pun, aku yang nemenin Ayu. Misal kita lagi belanja, terus ada klien yang lahiran, jadi mau nggak mau harus ditinggalin. Saya sebenernya juga harus jadi yang paling siap, soalnya yang nganterin saya," ungkap Ditto.

Meski begitu, Ditto tak melulu harus mengantarkan istrinya berangkat motret. Pernah suatu ketika, ia harus menjaga Sekala yang tidur sendirian di rumah, seperti yang terjadi pada proses persalinan Putri Marino kemarin.

Ketika ditanya soal perkembangan si kecil Sekala, Ayudia menyampaikan, "Dia bener-bener buat kita jadi kadang-kadang suka, kok anak bisa kaya gini. Tiap hari ada perubahan, tiba-tiba kalimatnya udah panjang aja, seneng banget. Lagi capek kita abis manggung, ngeliat Sekala udah jadi nggak capek lagi."

(kpl/apt/sry)


REKOMENDASI
TRENDING